Korea Selatan Kandaskan AS dan China untuk Klaim Peringkat Pertama 5G Dunia
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 04:35 WIB
loading...
Menurut analisis dari Omdia, Korea tetap menjadi pemimpin dalam kemajuan 5G. Menariknya, Swiss sekarang berada di urutan kedua di dunia. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Jaringan 5G adalah masa depan perangkat seluler, tapi dunia masih dalam tahap awal penerapan. Hanya beberapa negara yang memiliki jaringan generasi kelima dengan pelanggan tetapnya. (Baca juga: Zainab binti Jahsy : Memilih Berkarier untuk Terus Bersedekah )
Dari 5G, umat manusia dapat mewujudkan kehadiran mobil otonom dan melakukan tindakan medis dengan dokter spesialis berada di belahan dunia lain.
Menurut analisis dari Omdia, Korea tetap menjadi pemimpin dalam kemajuan 5G. Menariknya, Swiss sekarang berada di urutan kedua di dunia, melampaui Kuwait yang sebelumnya lebih unggul.
![Korea Selatan Kandaskan AS dan China untuk Klaim Peringkat Pertama 5G Dunia]()
Omdia menganalisis lima metrik utama dengan data yang mencerminkan kuartal pertama tahun ini. Berkat kemajuan operator seluler Sunrise, negara kecil Eropa itu berhasil menyalip Kuwait dengan 426 kota besar dan kecil yang memiliki setidaknya 80% konektivitas 5G.
Jumlahnya meningkat menjadi 535 daerah pada Mei lalu. Swisscom sendiri menjadi pesaing utama dan telah mencapai target cakupan 90%.
Namun, Omdia mengingatkan ketersediaan perangkat masih terbatas. Ini menghambat orang terpapar manfaat teknologi 5G.
Dari 5G, umat manusia dapat mewujudkan kehadiran mobil otonom dan melakukan tindakan medis dengan dokter spesialis berada di belahan dunia lain.
Menurut analisis dari Omdia, Korea tetap menjadi pemimpin dalam kemajuan 5G. Menariknya, Swiss sekarang berada di urutan kedua di dunia, melampaui Kuwait yang sebelumnya lebih unggul.

Omdia menganalisis lima metrik utama dengan data yang mencerminkan kuartal pertama tahun ini. Berkat kemajuan operator seluler Sunrise, negara kecil Eropa itu berhasil menyalip Kuwait dengan 426 kota besar dan kecil yang memiliki setidaknya 80% konektivitas 5G.
Jumlahnya meningkat menjadi 535 daerah pada Mei lalu. Swisscom sendiri menjadi pesaing utama dan telah mencapai target cakupan 90%.
Namun, Omdia mengingatkan ketersediaan perangkat masih terbatas. Ini menghambat orang terpapar manfaat teknologi 5G.
Lihat Juga :