Google Siapkan Rp14,8 Triliun untuk Bayar Konten Penerbit Berita
Kamis, 01 Oktober 2020 - 22:49 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan teknologi seperti Google dan Facebook telah menghadapi tekanan dari eksekutif berita dan regulator di seluruh dunia. Mereka mendesak platform tersebut untuk membayar hak untuk menjadi pembawa artikel berita.
Penerbit berpendapat bahwa jurnalisme mereka adalah hal yang menarik pengguna ke platform Google. Ssementara dua raksasa terknologi tersebut memperoleh sebagian besar uang iklan online.
Peluncuran ini didasarkan pada program lisensi yang diumumkan Google pada bulan Juni untuk membayar penerbit terhadap konten berkualitas tinggi. "Google News Showcase memungkinkan penerbit menyusun cerita tentang berita yang penting, mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan pembaca, dan memberikan aliran pendapatan baru untuk pelaporan penting," kata Brad Bender, Wakil Presiden Google.
Lebih dari 200 publikasi di Jerman, Brasil, Argentina, Kanada, Inggris dan Australia telah mendaftar ke program News Showcase. Bender mengatakan, pendanaan tidak akan dapat mencakup semua organisasi berita karena tidak semua penerbit menghasilkan volume dan jenis konten yang diperlukan untuk produk ini.
Google sedang memutuskan dengan siapa akan bermitra berdasarkan pasar, dengan fokus pada surat kabar atau media dengan sumber yang sudah terpercaya, serta kantor berita lokal dan regional.
Biaya lisensi akan disusun sebagai biaya tetap selama jangka waktu tertentu. Ini akan dinegosiasikan tergantung pada jumlah konten yang disediakan penerbit.
Penerbit berpendapat bahwa jurnalisme mereka adalah hal yang menarik pengguna ke platform Google. Ssementara dua raksasa terknologi tersebut memperoleh sebagian besar uang iklan online.
Peluncuran ini didasarkan pada program lisensi yang diumumkan Google pada bulan Juni untuk membayar penerbit terhadap konten berkualitas tinggi. "Google News Showcase memungkinkan penerbit menyusun cerita tentang berita yang penting, mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan pembaca, dan memberikan aliran pendapatan baru untuk pelaporan penting," kata Brad Bender, Wakil Presiden Google.
Lebih dari 200 publikasi di Jerman, Brasil, Argentina, Kanada, Inggris dan Australia telah mendaftar ke program News Showcase. Bender mengatakan, pendanaan tidak akan dapat mencakup semua organisasi berita karena tidak semua penerbit menghasilkan volume dan jenis konten yang diperlukan untuk produk ini.
Google sedang memutuskan dengan siapa akan bermitra berdasarkan pasar, dengan fokus pada surat kabar atau media dengan sumber yang sudah terpercaya, serta kantor berita lokal dan regional.
Biaya lisensi akan disusun sebagai biaya tetap selama jangka waktu tertentu. Ini akan dinegosiasikan tergantung pada jumlah konten yang disediakan penerbit.
Lihat Juga :