Manfaatkan Musuh Alami, Pengendalian Hama Lebih Hemat Secara Biologis
Sabtu, 26 September 2020 - 10:15 WIB
loading...
Dunia mulai menggunakan musuh alami untuk membasmi hama tanaman dan meninggalkan penggunaan pestisida. Foto/dw.com
A
A
A
JAKARTA - Pengendalian biologis hama serangga melalui penggunaan "musuh alami" untuk mencegah hama telah menyelamatkan petani di Asia dan Pasifik miliaran dolar. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah penelitian yang dipimpin Universitas Queensland (UQ).
Dr Kris Wyckhuys dari Sekolah Ilmu Biologi UQ mengatakan, pengendalian biologis dilakukan dengan melepaskan musuh alami dari habitat asli hama. Para ilmuwan dengan cermat memilih serangga menguntungkan yang paling efektif dan paling sedikit menimbulkan gangguan ekologis. (Baca: Pentingnya Mengajarkan Adab Makan Kepada Anak)
“Kami telah meninjau bagaimana pengenalan kontrol biologis telah secara efektif mengelola 43 hama serangga pada makanan, pakan, dan tanaman serat, di wilayah Asia Pasifik selama satu abad,” kata Wyckhuys, mengutip dari Scitechdaily.
Tim menemukan bahwa pengendalian biologis telah membantu mengatur ancaman hama di berbagai tanaman pangan utama, seperti pisang, sukun, dan kelapa. Teknik ini menyelamatkan petani di Asia sekitar 14,6-19,5 miliar dolar Amerika per tahun.
“Itu jumlah uang dan keuntungan yang fenomenal, terutama jika dibandingkan dengan inovasi lain di sektor pertanian,” tambahnya.
Dr Kris Wyckhuys dari Sekolah Ilmu Biologi UQ mengatakan, pengendalian biologis dilakukan dengan melepaskan musuh alami dari habitat asli hama. Para ilmuwan dengan cermat memilih serangga menguntungkan yang paling efektif dan paling sedikit menimbulkan gangguan ekologis. (Baca: Pentingnya Mengajarkan Adab Makan Kepada Anak)
“Kami telah meninjau bagaimana pengenalan kontrol biologis telah secara efektif mengelola 43 hama serangga pada makanan, pakan, dan tanaman serat, di wilayah Asia Pasifik selama satu abad,” kata Wyckhuys, mengutip dari Scitechdaily.
Tim menemukan bahwa pengendalian biologis telah membantu mengatur ancaman hama di berbagai tanaman pangan utama, seperti pisang, sukun, dan kelapa. Teknik ini menyelamatkan petani di Asia sekitar 14,6-19,5 miliar dolar Amerika per tahun.
“Itu jumlah uang dan keuntungan yang fenomenal, terutama jika dibandingkan dengan inovasi lain di sektor pertanian,” tambahnya.
Lihat Juga :