Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
Rabu, 15 Juli 2026 - 12:24 WIB
loading...
Robot Humanoid Cetak Sejarah. Foto/ Daily
A
A
A
LONDON - Sekelompok insinyur dan ahli bedah dari Universitas California San Diego (UCSD) mencetak sejarah dunia ketika mereka berhasil menggunakan robot humanoid yang dikendalikan dari jarak jauh untuk melakukan operasi untuk pertama kalinya.
Pencapaian luar biasa dalam fase uji klinis ini mencakup implementasi dua prosedur berbeda, termasuk pengangkatan kantung empedu yang berhasil pada mamalia non-primata.
Sementara itu, untuk operasi kedua, dua robot humanoid ditempatkan secara berpasangan untuk menyelesaikan prosedur laparoskopi tanpa keterlibatan fisik manusia pada organ target.
Robot seberat 27 kilogram (kg), yang dijuluki "Surgie", dilengkapi dengan adaptor khusus agar dapat memegang dan mengoperasikan peralatan bedah rumah sakit standar.
Salah satu penulis senior studi tersebut, Dr. Shanglei Liu, yang mengendalikan pergerakan Surgie, menjelaskan bahwa sistem kendali robot yang berbasis pada bentuk fisik manusia terasa jauh lebih intuitif daripada platform robot komersial yang ada.
Ia menambahkan bahwa desain Surgie yang ringkas sangat menghemat ruang operasi dan hanya membutuhkan sebagian kecil biaya dari sistem robot statis konvensional seperti sistem da Vinci, yang beratnya ratusan kilogram.
Studi komprehensif yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature ini menargetkan robot tersebut untuk digunakan di daerah pedesaan, zona bencana, medan perang, dan bahkan misi luar angkasa di masa depan.
Langkah selanjutnya untuk proyek ini adalah mengurangi masalah latensi komunikasi jaringan dan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memungkinkan robot bertindak sepenuhnya secara otonom di masa depan.
Pencapaian luar biasa dalam fase uji klinis ini mencakup implementasi dua prosedur berbeda, termasuk pengangkatan kantung empedu yang berhasil pada mamalia non-primata.
Sementara itu, untuk operasi kedua, dua robot humanoid ditempatkan secara berpasangan untuk menyelesaikan prosedur laparoskopi tanpa keterlibatan fisik manusia pada organ target.
Robot seberat 27 kilogram (kg), yang dijuluki "Surgie", dilengkapi dengan adaptor khusus agar dapat memegang dan mengoperasikan peralatan bedah rumah sakit standar.
Salah satu penulis senior studi tersebut, Dr. Shanglei Liu, yang mengendalikan pergerakan Surgie, menjelaskan bahwa sistem kendali robot yang berbasis pada bentuk fisik manusia terasa jauh lebih intuitif daripada platform robot komersial yang ada.
Ia menambahkan bahwa desain Surgie yang ringkas sangat menghemat ruang operasi dan hanya membutuhkan sebagian kecil biaya dari sistem robot statis konvensional seperti sistem da Vinci, yang beratnya ratusan kilogram.
Studi komprehensif yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature ini menargetkan robot tersebut untuk digunakan di daerah pedesaan, zona bencana, medan perang, dan bahkan misi luar angkasa di masa depan.
Langkah selanjutnya untuk proyek ini adalah mengurangi masalah latensi komunikasi jaringan dan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memungkinkan robot bertindak sepenuhnya secara otonom di masa depan.
(wbs)
Lihat Juga :