Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Jum'at, 10 Juli 2026 - 19:53 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ada yang berbeda dari cara Winix Indonesia membuka Juli ini. Alih-alih meluncurkan promo musiman seperti biasa, brand air purifier asal Korea Selatan itu memilih satu pertanyaan sederhana sebagai titik berangkat kampanyenya: bagaimana cara kita menunjukkan kepedulian kepada orang-orang di rumah, tanpa harus mengucapkan sepatah kata pun?
Dari pertanyaan itu lahir Care Without Words—sebuah kampanye yang, sejak namanya saja, sudah menolak untuk berisik.
Waktu peluncurannya pun terasa relevan. Jakarta dan sebagian besar wilayah Indonesia tengah memasuki periode paling terik dalam setahun. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun ini berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026, dengan anomali suhu tertinggi justru terjadi di bulan Juli. Wilayah Jakarta Utara telah memasuki musim kemarau sejak Mei, disusul Jakarta Selatan sejak Juni. Kombinasi udara yang lebih kering dengan tutupan awan yang menipis membuat siang hari di ibu kota terasa lebih terik dari biasanya.
Namun, bukan sekadar panasnya yang menjadi persoalan. Menurut BMKG, berkurangnya curah hujan pada periode ini juga menghilangkan mekanisme alami atmosfer untuk membersihkan partikel-partikel polusi dari kendaraan bermotor dan aktivitas industri. Akibatnya, kualitas udara di kota-kota besar berpotensi memburuk, terutama pada hari-hari dengan sirkulasi angin yang lemah. Di titik inilah kampanye Winix menemukan resonansinya: pada saat udara di luar rumah semakin sulit dikendalikan, udara di dalam rumah justru menjadi ruang yang masih bisa dijaga.
Untuk membawa cerita itu, Winix menggandeng Natasha Surya (@natsoe.id), konten kreator yang selama ini dikenal lewat pendekatan hidupnya yang hangat dan tidak dibuat-buat. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Dalam narasi yang dibangun Winix, kepedulian paling bermakna bukanlah yang paling lantang disuarakan, melainkan yang paling konsisten dijalankan. Nilai tersebut tecermin dari keseharian Natasha di media sosialnya.
Natasha sendiri akan hadir bukan sebagai endorser dalam pengertian konvensional. Ia akan bercerita tentang rutinitas, rumah, dan bagaimana menjaga kualitas udara yang dihirup keluarga setiap hari dapat menjadi bentuk kasih sayang yang nyata meski tidak terlihat.
Kampanye ini berjalan sepanjang Juli 2026 dan terbagi ke dalam dua fase. Pada 7 hingga 11 Juli, Winix membuka ruang apresiasi bagi pelanggannya melalui program yang membuat setiap pembelian Winix Zero 360 dan Winix Zero S WiFi di official store-nya disertai dengan satu unit filter pengganti. Program ini menjadi pengingat bahwa merawat udara di rumah adalah pekerjaan yang tidak selesai dalam satu kali pembelian, terlebih di tengah musim dengan beban polusi yang lebih tinggi.
Memasuki 12 hingga 23 Juli, giliran para pengguna Winix yang diajak bersuara dengan cara yang sama sekali tidak memerlukan kata. Mereka diundang untuk membagikan foto filter Winix milik mereka di Instagram Story, dalam kondisi apa pun, sembari menandai akun @winixindonesia.
Justru filter yang paling kotor itulah, dalam bingkai kampanye ini, yang paling banyak bercerita. Filter tersebut menjadi bukti bahwa ada seseorang yang, hari demi hari, memilih untuk merawat udara yang dihirup orang-orang terkasihnya tanpa pernah menuntut agar hal itu diperhatikan. Winix menyebutnya sebagai cerita yang lebih keras dari seribu kata.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta yang berpartisipasi akan menerima voucher diskon 20 persen untuk pembelian filter. Selain itu, lima peserta akan terpilih untuk mendapatkan filter Winix secara cuma-cuma. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 24 Juli melalui akun resmi Instagram Winix Indonesia.
Namun, jika dibaca dalam konteks yang lebih besar, program-program tersebut terasa lebih sebagai perpanjangan dari pesan utama ketimbang pusat dari kampanye itu sendiri. Semuanya berpulang pada gagasan yang sama: bahwa merawat orang-orang yang kita cintai kadang cukup ditunjukkan melalui hal-hal kecil yang dilakukan diam-diam, termasuk memastikan udara yang mereka hirup di rumah tetap layak di tengah kota yang tidak selalu bersahabat.
“Care Without Words bukan sekadar sebuah kampanye. Kami percaya bahwa perhatian kepada keluarga sering kali diwujudkan melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Menjaga kualitas udara di rumah adalah salah satunya,” ujar Panji Sutanto, Marketing Communication Winix Indonesia.
“Bersama Natasha Surya dan komunitas pengguna Winix, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa udara bersih dapat menjadi bentuk kasih sayang yang dirasakan setiap hari,” tambahnya.
Dari pertanyaan itu lahir Care Without Words—sebuah kampanye yang, sejak namanya saja, sudah menolak untuk berisik.
Waktu peluncurannya pun terasa relevan. Jakarta dan sebagian besar wilayah Indonesia tengah memasuki periode paling terik dalam setahun. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun ini berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026, dengan anomali suhu tertinggi justru terjadi di bulan Juli. Wilayah Jakarta Utara telah memasuki musim kemarau sejak Mei, disusul Jakarta Selatan sejak Juni. Kombinasi udara yang lebih kering dengan tutupan awan yang menipis membuat siang hari di ibu kota terasa lebih terik dari biasanya.
Namun, bukan sekadar panasnya yang menjadi persoalan. Menurut BMKG, berkurangnya curah hujan pada periode ini juga menghilangkan mekanisme alami atmosfer untuk membersihkan partikel-partikel polusi dari kendaraan bermotor dan aktivitas industri. Akibatnya, kualitas udara di kota-kota besar berpotensi memburuk, terutama pada hari-hari dengan sirkulasi angin yang lemah. Di titik inilah kampanye Winix menemukan resonansinya: pada saat udara di luar rumah semakin sulit dikendalikan, udara di dalam rumah justru menjadi ruang yang masih bisa dijaga.
Untuk membawa cerita itu, Winix menggandeng Natasha Surya (@natsoe.id), konten kreator yang selama ini dikenal lewat pendekatan hidupnya yang hangat dan tidak dibuat-buat. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Dalam narasi yang dibangun Winix, kepedulian paling bermakna bukanlah yang paling lantang disuarakan, melainkan yang paling konsisten dijalankan. Nilai tersebut tecermin dari keseharian Natasha di media sosialnya.
Natasha sendiri akan hadir bukan sebagai endorser dalam pengertian konvensional. Ia akan bercerita tentang rutinitas, rumah, dan bagaimana menjaga kualitas udara yang dihirup keluarga setiap hari dapat menjadi bentuk kasih sayang yang nyata meski tidak terlihat.
Kampanye ini berjalan sepanjang Juli 2026 dan terbagi ke dalam dua fase. Pada 7 hingga 11 Juli, Winix membuka ruang apresiasi bagi pelanggannya melalui program yang membuat setiap pembelian Winix Zero 360 dan Winix Zero S WiFi di official store-nya disertai dengan satu unit filter pengganti. Program ini menjadi pengingat bahwa merawat udara di rumah adalah pekerjaan yang tidak selesai dalam satu kali pembelian, terlebih di tengah musim dengan beban polusi yang lebih tinggi.
Memasuki 12 hingga 23 Juli, giliran para pengguna Winix yang diajak bersuara dengan cara yang sama sekali tidak memerlukan kata. Mereka diundang untuk membagikan foto filter Winix milik mereka di Instagram Story, dalam kondisi apa pun, sembari menandai akun @winixindonesia.
Justru filter yang paling kotor itulah, dalam bingkai kampanye ini, yang paling banyak bercerita. Filter tersebut menjadi bukti bahwa ada seseorang yang, hari demi hari, memilih untuk merawat udara yang dihirup orang-orang terkasihnya tanpa pernah menuntut agar hal itu diperhatikan. Winix menyebutnya sebagai cerita yang lebih keras dari seribu kata.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta yang berpartisipasi akan menerima voucher diskon 20 persen untuk pembelian filter. Selain itu, lima peserta akan terpilih untuk mendapatkan filter Winix secara cuma-cuma. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 24 Juli melalui akun resmi Instagram Winix Indonesia.
Namun, jika dibaca dalam konteks yang lebih besar, program-program tersebut terasa lebih sebagai perpanjangan dari pesan utama ketimbang pusat dari kampanye itu sendiri. Semuanya berpulang pada gagasan yang sama: bahwa merawat orang-orang yang kita cintai kadang cukup ditunjukkan melalui hal-hal kecil yang dilakukan diam-diam, termasuk memastikan udara yang mereka hirup di rumah tetap layak di tengah kota yang tidak selalu bersahabat.
“Care Without Words bukan sekadar sebuah kampanye. Kami percaya bahwa perhatian kepada keluarga sering kali diwujudkan melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Menjaga kualitas udara di rumah adalah salah satunya,” ujar Panji Sutanto, Marketing Communication Winix Indonesia.
“Bersama Natasha Surya dan komunitas pengguna Winix, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa udara bersih dapat menjadi bentuk kasih sayang yang dirasakan setiap hari,” tambahnya.
(unt)
Lihat Juga :