Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Kamis, 25 Juni 2026 - 12:04 WIB
loading...
Geo Dipa Energi menyelesaikan transformasi digital dalam empat bulan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pengembangan energi panas bumi nasional. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - PT Geo Dipa Energi (Persero) memodernisasi sistem inti perusahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan aset panas bumi dan mendukung target transisi energi Indonesia.
Transformasi digital tersebut diselesaikan dalam waktu empat bulan melalui implementasi SAP Cloud ERP berbasis RISE with SAP.
Sebagai perusahaan panas bumi milik negara, Geo Dipa saat ini mengoperasikan pembangkit di Dieng dan Patuha dengan kapasitas terpasang sekitar 120 megawatt (MW).
Perusahaan juga memiliki potensi pengembangan sumber daya lebih dari 800 MW, sehingga membutuhkan sistem yang mampu mengelola operasional yang semakin kompleks.
Melalui SAP Cloud ERP dalam skema RISE with SAP, seluruh proses bisnis kini terintegrasi dalam satu platform berbasis cloud.
Integrasi tersebut memberikan visibilitas operasional yang lebih baik, meningkatkan keandalan aset, memperkuat pengelolaan rantai pasok, mempercepat pelaporan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menyediakan sistem yang lebih mudah dikembangkan seiring pertumbuhan bisnis.
"Sebagai badan usaha milik negara yang dipercaya memajukan masa depan energi panas bumi Indonesia, kami membutuhkan sistem yang memiliki visi jauh ke depan sebagaimana misi yang kami emban. Transformasi ini bukan sekadar teknologi, tetapi bagaimana kami dapat menjalankan operasional secara lebih cerdas agar mampu menghadirkan energi panas bumi yang lebih efisien dan andal,".
"Dengan SAP Cloud ERP melalui RISE with SAP, Geo Dipa mampu menghubungkan proses bisnis dan data dalam satu platform. Langkah ini meningkatkan kualitas pengambilan keputusan sekaligus menjadi fondasi menuju autonomous enterprise, ketika data terintegrasi, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi mampu mendukung operasional yang lebih adaptif dan cerdas."
Implementasi dilakukan bersama PT Soltius Indonesia, SAP Platinum Partner. Seluruh proses transformasi, termasuk integrasi proses bisnis inti Geo Dipa secara end-to-end ke platform cloud, diselesaikan hanya dalam empat bulan.
President Director PT Soltius Indonesia, Bernardy Suhendra, mengatakan transformasi tersebut bukan hanya meningkatkan kemampuan teknologi perusahaan, tetapi juga membangun fondasi digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Integrasi data secara real-time membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pelaporan, mengurangi biaya operasional, serta membuka peluang pemanfaatan analitik, otomatisasi, dan AI untuk mendukung pengembangan kapasitas panas bumi Indonesia di masa depan.
Transformasi digital tersebut diselesaikan dalam waktu empat bulan melalui implementasi SAP Cloud ERP berbasis RISE with SAP.
Sebagai perusahaan panas bumi milik negara, Geo Dipa saat ini mengoperasikan pembangkit di Dieng dan Patuha dengan kapasitas terpasang sekitar 120 megawatt (MW).
Perusahaan juga memiliki potensi pengembangan sumber daya lebih dari 800 MW, sehingga membutuhkan sistem yang mampu mengelola operasional yang semakin kompleks.
Sistem Lama Diganti, Pengambilan Keputusan Lebih Cepat
Modernisasi dilakukan untuk menggantikan sistem lama (legacy system), menyederhanakan proses bisnis, serta menghadirkan pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.Melalui SAP Cloud ERP dalam skema RISE with SAP, seluruh proses bisnis kini terintegrasi dalam satu platform berbasis cloud.
Integrasi tersebut memberikan visibilitas operasional yang lebih baik, meningkatkan keandalan aset, memperkuat pengelolaan rantai pasok, mempercepat pelaporan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menyediakan sistem yang lebih mudah dikembangkan seiring pertumbuhan bisnis.
Geo Dipa: Transformasi Bukan Sekadar Teknologi
Yudistian Yunis, President Director PT Geo Dipa Energi (Persero), mengatakan digitalisasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional perusahaan."Sebagai badan usaha milik negara yang dipercaya memajukan masa depan energi panas bumi Indonesia, kami membutuhkan sistem yang memiliki visi jauh ke depan sebagaimana misi yang kami emban. Transformasi ini bukan sekadar teknologi, tetapi bagaimana kami dapat menjalankan operasional secara lebih cerdas agar mampu menghadirkan energi panas bumi yang lebih efisien dan andal,".
Menjadi Fondasi Menuju Enterprise Berbasis AI
Managing Director SAP Indonesia, Sianto Wongjoyo, menilai sektor energi membutuhkan fondasi digital yang semakin adaptif di tengah kompleksitas operasional."Dengan SAP Cloud ERP melalui RISE with SAP, Geo Dipa mampu menghubungkan proses bisnis dan data dalam satu platform. Langkah ini meningkatkan kualitas pengambilan keputusan sekaligus menjadi fondasi menuju autonomous enterprise, ketika data terintegrasi, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi mampu mendukung operasional yang lebih adaptif dan cerdas."
Implementasi dilakukan bersama PT Soltius Indonesia, SAP Platinum Partner. Seluruh proses transformasi, termasuk integrasi proses bisnis inti Geo Dipa secara end-to-end ke platform cloud, diselesaikan hanya dalam empat bulan.
President Director PT Soltius Indonesia, Bernardy Suhendra, mengatakan transformasi tersebut bukan hanya meningkatkan kemampuan teknologi perusahaan, tetapi juga membangun fondasi digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Dampak terhadap Industri Energi
Transformasi digital menjadi tren di sektor energi, terutama bagi perusahaan yang mengelola aset berumur panjang seperti pembangkit panas bumi.Integrasi data secara real-time membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pelaporan, mengurangi biaya operasional, serta membuka peluang pemanfaatan analitik, otomatisasi, dan AI untuk mendukung pengembangan kapasitas panas bumi Indonesia di masa depan.
FAQ
Berapa kapasitas pembangkit Geo Dipa saat ini?
Sekitar 120 MW di lapangan panas bumi Dieng dan Patuha.Berapa potensi pengembangan panas bumi Geo Dipa?
Lebih dari 800 MW.Berapa lama transformasi digital dilakukan?
Implementasi SAP Cloud ERP melalui RISE with SAP selesai dalam waktu empat bulan.Apa manfaat sistem baru?
Mengintegrasikan seluruh proses bisnis dalam satu platform cloud, meningkatkan visibilitas data secara real-time, memperkuat keandalan aset, menyederhanakan rantai pasok, mempercepat pelaporan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menjadi fondasi penerapan analitik, otomatisasi, dan AI.(dan)
Lihat Juga :