Agentic Platform untuk Mengoperasikan dan Melindungi Infrastruktur IT Dikenalkan
Selasa, 23 Juni 2026 - 05:56 WIB
loading...
Agentic Platform untuk Mengoperasikan dan Melindungi Infrastruktur IT Dikenalkan. Foto/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Di dunia agentic AI, berbagai organisasi harus bertindak dan melindungi diri dengan kecepatan dan skala mesin.
Cisco Cloud Control, yang diumumkan hari ini di Cisco Live, adalah platform terpadu yang dibangun bagi manusia dan agen AI guna mengelola, mengawasi dan melindungi infrastruktur IT yang kritikal, dan menjadi fondasi untuk model operating AgenticOps Cisco.
Dengan satu login, Cisco Cloud Control menghadirkan seluruh tampilan tentang jaringan, keamanan, komputasi, kemampuan observability dan kolaborasi Cisco dalam satu lingkungan yang aman.
Manusia dan agen bekerja dari satu lapisan data, berbagi konteks operasional yang sama, dan system of action yang sama, yang di sini manusia tetap memegang kendali. Pelanggan dapat membangun aplikasi dan agen mereka sendiri menggunakan natural language langsung di dalam platform tersebut, yang juga terhubung ke ekosistem besar, seperti AWS, Linear, Microsoft, PagerDuty, ServiceNow, Slack, dan Google Cloud, yang kini juga termasuk Wiz.
“Agen AI dapat berpikir dan bertindak secara berkelanjutan dengan kecepatan layaknya software, dan hal ini mengubah cara kita melakukan pengelolaan dan perlindungan infrastruktur penting kita,” ujar Jeetu Patel, President dan Chief Product Officer, Cisco.
“Cisco Cloud Control menjadi pusat komando bagi agentic AI: sebuah platform tempat tim Anda dan agen AI bekerja bersama dalam lingkungan yang sama, dengan informasi yang sama, sementara manusia tetap memegang kendali.
Pertahanan yang bersifat reaktif tidak lagi memadai saat jeda antara waktu ditemukannya kerentanan dan saat eksploitasi dilakukan berkurang drastis dari hitungan minggu ke menit.
Sebagai anggota pendiri Project Glasswing dari Anthropic dan Daybreak dari OpenAI, Cisco menguji ketahanan produknya sendiri dengan menggunakan model-model AI yang paling mutakhir dan baru, menemukan kelemahan sebelum musuh melakukannya.
Cisco tidak menyembunyikan manfaat ini untuk dirinya sendiri: melalui Foundry Security Spec, yang baru-baru ini dijadikan open source, setiap sistem yang melindungi jaringan (defender) dapat menerapkan hal yang sama terhadap evaluasi keamanan berbasis AI mereka.
Cisco memperluas perlindungan ke seluruh infrastrukturnya untuk melindungi pelanggan dari kerentanan baru secara cepat, segera setelah penemuan – dengan Cisco Cloud Control sebagai pusat komando keamanan di mana upaya pertahanan dilakukan secara real time.
Cisco Cloud Control, yang diumumkan hari ini di Cisco Live, adalah platform terpadu yang dibangun bagi manusia dan agen AI guna mengelola, mengawasi dan melindungi infrastruktur IT yang kritikal, dan menjadi fondasi untuk model operating AgenticOps Cisco.
Dengan satu login, Cisco Cloud Control menghadirkan seluruh tampilan tentang jaringan, keamanan, komputasi, kemampuan observability dan kolaborasi Cisco dalam satu lingkungan yang aman.
Manusia dan agen bekerja dari satu lapisan data, berbagi konteks operasional yang sama, dan system of action yang sama, yang di sini manusia tetap memegang kendali. Pelanggan dapat membangun aplikasi dan agen mereka sendiri menggunakan natural language langsung di dalam platform tersebut, yang juga terhubung ke ekosistem besar, seperti AWS, Linear, Microsoft, PagerDuty, ServiceNow, Slack, dan Google Cloud, yang kini juga termasuk Wiz.
“Agen AI dapat berpikir dan bertindak secara berkelanjutan dengan kecepatan layaknya software, dan hal ini mengubah cara kita melakukan pengelolaan dan perlindungan infrastruktur penting kita,” ujar Jeetu Patel, President dan Chief Product Officer, Cisco.
“Cisco Cloud Control menjadi pusat komando bagi agentic AI: sebuah platform tempat tim Anda dan agen AI bekerja bersama dalam lingkungan yang sama, dengan informasi yang sama, sementara manusia tetap memegang kendali.
Pertahanan yang bersifat reaktif tidak lagi memadai saat jeda antara waktu ditemukannya kerentanan dan saat eksploitasi dilakukan berkurang drastis dari hitungan minggu ke menit.
Sebagai anggota pendiri Project Glasswing dari Anthropic dan Daybreak dari OpenAI, Cisco menguji ketahanan produknya sendiri dengan menggunakan model-model AI yang paling mutakhir dan baru, menemukan kelemahan sebelum musuh melakukannya.
Cisco tidak menyembunyikan manfaat ini untuk dirinya sendiri: melalui Foundry Security Spec, yang baru-baru ini dijadikan open source, setiap sistem yang melindungi jaringan (defender) dapat menerapkan hal yang sama terhadap evaluasi keamanan berbasis AI mereka.
Cisco memperluas perlindungan ke seluruh infrastrukturnya untuk melindungi pelanggan dari kerentanan baru secara cepat, segera setelah penemuan – dengan Cisco Cloud Control sebagai pusat komando keamanan di mana upaya pertahanan dilakukan secara real time.
(wbs)
Lihat Juga :