NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:38 WIB
loading...
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa. Foto/ Viet
A A A
NEW YORK - Para astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA baru saja mengumumkan penemuan luar biasa: sebuah planet raksasa gas langka yang suhunya jauh lebih dekat dengan kondisi Bumi daripada kebanyakan planet raksasa gas lainnya yang dikenal.

Planet ini, yang diberi nama TOI-199b, memiliki ukuran yang hampir sama dengan Saturnus dan memiliki atmosfer yang mengandung metana, sebuah petunjuk penting yang membantupara ilmuwanuntuk lebih memahami bagaimana planet dan atmosfernya terbentuk dan berevolusi dari waktu ke waktu.

Penemuanini patut diperhatikan karena sebagian besar planet raksasa gas yang ditemukan sebelumnya biasanya berada di lingkungan yang ekstrem.

Di Tata Surya, planet-planet seperti Jupiter dan Saturnus memiliki suhu yang sangat rendah karena letaknya jauh dari Matahari.

Sebaliknya, banyak planet gas raksasa di luar Tata Surya kita termasuk dalam kelompok "Jupiter Panas", yang mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya dan memiliki suhu mencapai ribuan derajat Celcius.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Penn State University dan Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California Institute of Technology ini diterbitkan di Astronomical Journal pada tanggal 20 Mei.

Menurut astronom Renyu Hu, peneliti utama, salah satu manfaat terbesar mempelajari exoplanet adalah kemampuan untuk mengamatiduniayang sama sekali berbeda dari planet-planet di Tata Surya kita.

Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk lebih memahami bagaimana sistem planet terbentuk dan berevolusi selama miliaran tahun.

TOI-199b mengorbit sebuah bintang yang terletak lebih dari 330 tahun cahaya dari Bumi. Setiap orbit mengelilingi bintang induknya membutuhkan waktu sekitar 100 hari.

Yang paling menarik perhatian para peneliti adalah suhu planet tersebut. Pengukuran menunjukkan bahwa TOI-199b memiliki suhu rata-rata sekitar 175 derajat Fahrenheit, setara dengan hampir 80 derajat Celsius.

Meskipun suhu ini masih terlalu panas untuk manusia, suhu ini jauh di bawah suhu di "Jupiter Panas," di mana atmosfernya dapat mencapai ribuan derajat.

Para ilmuwan bahkan mengatakan bahwa suhu serupa terkadang dapat ditemukan di dalam mobil yang diparkir di bawah sinar matahari langsung di Bumi.

Hal ini menjadikan TOI-199b sebagai dunia yang unik: jauh lebih hangat daripada planet gas es seperti Jupiter atau Saturnus, tetapi jauh lebih dingin daripada planet gas superpanas yang umumnya dipelajari dalam astronomi modern.

Posisi "pas" inilah yang membuat TOI-199b disamakan dengan planet tipe "Goldilocks" – istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin, berada dalam kisaran ideal untuk mempelajari proses fisik dan kimia atmosfer.

Untuk menganalisis atmosfer TOI-199b, para astronom menggunakan teknik yang disebut spektroskopi transmisi.

Metode ini berhasil ketika planet tersebut lewat tepat di depan bintang induknya dari perspektif teleskop.

Selama proses ini, sebagian cahaya dari bintang akan melewati atmosfer planet sebelum mencapai instrumen pengamatan.

JWST kemudian memisahkan cahaya ini menjadi panjang gelombang yang berbeda, mirip dengan cara prisma memisahkan cahaya putih menjadi warna pelangi.
Peneliti Aaron Bello-Arufe, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa setiap unsur atau molekul di atmosfer menyerap panjang gelombang cahaya yang berbeda.

Hal ini menciptakan "sidik jari kimia" yang khas dalam spektrum cahaya yang diamati oleh James Webb.

Dengan menganalisis jejak-jejak ini, para ilmuwan dapat menentukan komposisi kimia atmosfer tanpa harus mengunjungi planet tersebut secara langsung.

Ini merupakan penemuan penting karena model teoritis sebelumnya memperkirakan bahwa planet raksasa gas beriklim sedang akan mengandung sejumlah besar metana.

Pengamatan di dunia nyata yang mengkonfirmasi keberadaan gas ini telah memperkuat akurasi model simulasi saat ini.

Selain itu, data dari James Webb juga menunjukkan adanya amonia (NH₃) dan karbon dioksida (CO₂), meskipun pengamatan lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini secara pasti.

Menurut Renyu Hu, jika pengumpulan data terus berlanjut, para ilmuwan akan dapat menentukan proporsi relatif dari berbagai gas di atmosfer TOI-199b.

Kemudian, mereka akan mampu membangun gambaran yang lebih lengkap tentang struktur dan komposisi planet raksasa gas beriklim sedang.

Para peneliti percaya bahwa TOI-199b dapat berfungsi sebagai laboratorium alami yang berharga untuk ilmu planet.

Karena terletak dalam kisaran suhu menengah yang langka, planet ini membantu para ilmuwan menguji dan meningkatkan model yang mensimulasikan pembentukan atmosfer, sirkulasi atmosfer, dan evolusi sistem planet di galaksi.

Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berlaku untuk planet ekstrasolar, tetapi juga dapat membantu para ilmuwan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah perkembangan atmosfer Bumi sendiri.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Berita Terkini
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Infografis
Negara dengan Postur...
Negara dengan Postur Penduduk Terpendek dan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved