Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Senin, 15 Juni 2026 - 21:16 WIB
loading...
A
A
A
Remote Charging. Lupa charge tadi malam? Tiba-tiba butuh tambahan baterai besok pagi? Aktifkan charging via aplikasi smartphone. Selama mobil terparkir dalam jangkauan lengan robot.
Tapi wireless charging punya kekurangan. Efisiensi sistem saat ini 88-93% dengan penyelarasan sempurna. Bandingkan dengan colokan konvensional yang sekitar 95%.
Selisih beberapa persen ini berarti energi terbuang sebagai panas. Tagihan listrik lebih mahal dalam jangka panjang.
Wireless charging juga terbatas. Maksimum 11 kW di bawah standar SAE J2954. Sambungan colokan langsung bisa jauh lebih tinggi.
Lengan robot Xiaomi memberi kenyamanan hands-free yang sama. Tapi efisiensi tetap maksimal. Tidak ada energi terbuang di celah udara. Tidak perlu modifikasi mobil dengan hardware induktif. Cocok untuk EV apa pun yang punya port charging standar.
Aito. Agustus 2025, Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) mendemonstrasikan robot charger di Aito M8. Mobil parkir sendiri ke bay charging. Smartphone memicu lengan robot membuka port dan menancap. Selesai dalam waktu menikmati secangkir kopi.
Star Charge. Robot "Armstrong" dipamerkan di Shanghai Auto Show 2025. Presisi level milimeter. Multi-degree-of-freedom. Proses plug-in di bawah 40 detik. Mendukung ultra-fast charging berpendingin cairan dan standar internasional (GB, EU, US).
Hyundai. Sedang menguji robot charger otomatis di Bandara Internasional Incheon.
Robot Arm vs Wireless Charging
Inilah pertanyaan kunci. Wireless charging dikejar Tesla, BMW, Genesis. Anda parkir di atas pad. Mobil charge tanpa kabel.Tapi wireless charging punya kekurangan. Efisiensi sistem saat ini 88-93% dengan penyelarasan sempurna. Bandingkan dengan colokan konvensional yang sekitar 95%.
Selisih beberapa persen ini berarti energi terbuang sebagai panas. Tagihan listrik lebih mahal dalam jangka panjang.
Wireless charging juga terbatas. Maksimum 11 kW di bawah standar SAE J2954. Sambungan colokan langsung bisa jauh lebih tinggi.
Lengan robot Xiaomi memberi kenyamanan hands-free yang sama. Tapi efisiensi tetap maksimal. Tidak ada energi terbuang di celah udara. Tidak perlu modifikasi mobil dengan hardware induktif. Cocok untuk EV apa pun yang punya port charging standar.
Bukan Pemain Tunggal
Persaingan robot charger di Cina sengit. Li Auto. Saat peluncuran SUV listrik i8 tahun lalu, CEO Li Xiang mengumumkan pengujian aktif robot charger mereka.Aito. Agustus 2025, Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) mendemonstrasikan robot charger di Aito M8. Mobil parkir sendiri ke bay charging. Smartphone memicu lengan robot membuka port dan menancap. Selesai dalam waktu menikmati secangkir kopi.
Star Charge. Robot "Armstrong" dipamerkan di Shanghai Auto Show 2025. Presisi level milimeter. Multi-degree-of-freedom. Proses plug-in di bawah 40 detik. Mendukung ultra-fast charging berpendingin cairan dan standar internasional (GB, EU, US).
Hyundai. Sedang menguji robot charger otomatis di Bandara Internasional Incheon.
Lihat Juga :