Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:59 WIB
loading...
A A A
Jika vaksin dapat menargetkan karakteristik ini, perlindungan tidak lagi terbatas pada varian tertentu tetapi dapat meluas ke banyak strain virus yang berbeda.

Dengan kata lain, alih-alih terus-menerus memodifikasi vaksin setiap kali muncul varian virus baru, para ilmuwan ingin menciptakan mekanisme pertahanan yang lebih berkelanjutan. Karakteristik stabil yang diidentifikasi oleh AI telah menjadi dasar bagi vaksin baru ini.

Selain AI, teknologi vaksin juga memiliki beberapa perbedaan yang mencolok. Sementara sebagian besar masyarakat familiar dengan vaksin mRNA dari era pandemi Covid-19, penelitian ini menggunakan vaksin DNA.

Menurut para ilmuwan, vaksin DNA lebih stabil, sehingga penyimpanan dan transportasinya lebih sederhana, terutama di negara-negara dengan infrastruktur rantai dingin yang terbatas. Selain itu, jenis vaksin ini dapat diberikan tanpa jarum suntik.

Sebaliknya, aliran cairan bertekanan tinggi akan mengantarkan vaksin melalui kulit. Pendekatan ini diharapkan membuat vaksinasi lebih nyaman dan lebih mudah diterapkan dalam skala besar jika terjadi epidemi.

Jika gagasan vaksin yang tersedia secara luas berhasil, dampaknya dapat meluas jauh melampaui Covid-19. Para ilmuwan telah lama mengejar konsep "vaksin universal" untuk berbagai macam penyakit menular.

Influenza musiman adalah salah satu target yang paling menarik. Alih-alih harus memprediksi strain virus mana yang akan mendominasi setiap tahun, para peneliti ingin menciptakan vaksin yang dapat melindungi terhadap berbagai strain influenza yang berbeda secara bersamaan.

Ebola adalah contoh utama lainnya. Wabah baru-baru ini di Afrika telah dikaitkan dengan strain Bundibugyo, varian yang tidak dapat dicegah secara efektif oleh vaksin yang ada. Dalam kasus seperti itu, keharusan mengembangkan vaksin baru setelah wabah terjadi akan memperpanjang waktu respons.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved