Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber

Jum'at, 12 Juni 2026 - 22:27 WIB
loading...
A A A
Ia menyatakan bahwa Tiongkok mempercepat pembangunan sistem tata kelola keamanan siber yang sesuai untuk era AI, dengan fokus pada peningkatan kerangka hukum, peningkatan penerapan teknologi, dan promosi kerja sama ekosistem.

Ketua Qi An Xin Group, Qi Xiangdong, meyakini bahwa AI telah membawa serangan siber ke "era industrialisasi," memperburuk ketidakseimbangan antara kemampuan ofensif dan defensif.

Menurutnya, model tradisional yang berbasis pada penemuan dan penambalan kerentanan keamanan tidak lagi cukup untuk menanggapi ancaman baru.

Untuk beradaptasi dengan konteks ini, ia mengusulkan pembangunan sistem pertahanan tiga tingkat yang terdiri dari produk keamanan berbasis AI di lapisan dasar, agen AI yang bertanggung jawab atas operasi dan koordinasi di lapisan tengah, dan model AI platform yang berperan dalam berbagi intelijen dan mendukung pengambilan keputusan di lapisan atas.

Qi Xiangdong menekankan bahwa keamanan siber akan menjadi industri fundamental di era AI, dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar seiring dengan transformasi digital dan perkembangan ekonomi digital.

Aspek penting lainnya adalah penerapan data berkualitas tinggi untuk meningkatkan kemampuan keamanan siber di sektor kendaraan pintar yang terhubung. Bapak La Xiaoping, Direktur Keamanan Informasi di BYD, menyatakan bahwa AI telah secara signifikan mengubah lanskap serangan dan pertahanan siber.

Menurutnya, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan serangan siber berbasis AI skala besar telah berkurang dari puluhan menit menjadi hanya sekitar 27 detik. Ia berpendapat bahwa solusi yang efektif adalah menggunakan AI untuk melawan AI, sambil menekankan peran penting data berkualitas tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai $10,9 Miliar?
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Rekomendasi
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
Teror Petasan Sasar...
Teror Petasan Sasar Hotel Pemain Timnas Inggris Jelang Lawan Meksiko
Kenapa Para Jenderal...
Kenapa Para Jenderal Iran Bersumpah Akan Balas Dendam atas Kematian Khamenei?
Berita Terkini
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Infografis
5 Negara yang Menggunakan...
5 Negara yang Menggunakan Jet Tempur Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved