BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Senin, 08 Juni 2026 - 14:56 WIB
loading...
Kabar puluhan Rafflesia di pulau terpencil bikin heboh. BRIN tidak ikut heboh — mereka ambil sampel dan uji DNA-nya dulu. Foto: BRIN
A
A
A
JAKARTA - Salah satu bunga paling langka di dunia kembali jadi sorotan. Puluhan titik Rafflesia dikabarkan ditemukan di Gunung Batu Tabir, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
Kabar itu viral. Tapi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah lebih dulu turun ke lapangan untuk membuktikannya secara ilmiah.
Apa yang Diteliti BRIN di Anambas?
BRIN, lewat Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, meneliti identitas dan hubungan kekerabatan (biosistematika) Rafflesia yang tumbuh di Anambas. Pertanyaan utamanya sederhana: apakah ini jenis yang sudah dikenal, atau takson baru?
Ekspedisi berlangsung 27 Mei–2 Juni 2025 di Hutan Lindung Tarempa Selatan, Pulau Siantan. Tim dipimpin Dr. Ridha Mahyuni, M.Sc.
Tim dan Pendukung Penelitian
Dr. Ridha Mahyuni, M.Sc. — ketua tim, Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN
Irvan Fadli Wanda — Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN
Mustaid Siregar — Pusat Riset Sistem Biota BRIN
Didukung KPHL Kabupaten Kepulauan Anambas, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepri, dan BBKSDA Riau
Dana dari Rumah Program, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN
• Karakter morfologi bunga
• Kondisi dan karakter habitat
• Vegetasi penyerta
-Tumbuhan inang dari marga Tetrastigma — satu-satunya inang alami Rafflesia
Sampel diambil untuk analisis herbarium, anatomi, dan DNA. Semuanya melalui prosedur perizinan, pengangkutan, dan karantina resmi, lalu dibawa ke Herbarium Bogoriense (BO), Cibinong.
"Keberadaan populasi Rafflesia di Anambas merupakan informasi yang sangat berharga. Namun untuk memastikan apakah tumbuhan tersebut termasuk jenis yang telah dikenal atau bahkan merupakan takson yang berbeda, diperlukan kajian biosistematika yang mencakup karakter morfologi, ekologi habitat, serta analisis molekuler berbasis DNA," ujar Ridha.
Apa Temuan Awalnya?
Secara bentuk, Rafflesia Anambas mirip jenis di Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Tapi ada beda di dua bagian:
Struktur diafragma bunga
Pola ornamen bunga
Perbedaan itu masih harus diverifikasi lewat kajian taksonomi.
"Analisis spesimen di Herbarium Bogoriense menjadi tahapan penting untuk memastikan identitas Rafflesia dari Anambas. Pendekatan biosistematika memungkinkan kami memahami hubungan kekerabatannya dengan jenis Rafflesia lain yang telah diketahui sebelumnya di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara," jelas Irvan Fadli Wanda.
Kabar itu viral. Tapi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah lebih dulu turun ke lapangan untuk membuktikannya secara ilmiah.
Apa yang Diteliti BRIN di Anambas?
BRIN, lewat Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, meneliti identitas dan hubungan kekerabatan (biosistematika) Rafflesia yang tumbuh di Anambas. Pertanyaan utamanya sederhana: apakah ini jenis yang sudah dikenal, atau takson baru?
Ekspedisi berlangsung 27 Mei–2 Juni 2025 di Hutan Lindung Tarempa Selatan, Pulau Siantan. Tim dipimpin Dr. Ridha Mahyuni, M.Sc.
Tim dan Pendukung Penelitian
Dr. Ridha Mahyuni, M.Sc. — ketua tim, Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN
Irvan Fadli Wanda — Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN
Mustaid Siregar — Pusat Riset Sistem Biota BRIN
Didukung KPHL Kabupaten Kepulauan Anambas, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepri, dan BBKSDA Riau
Dana dari Rumah Program, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN
Bagaimana Cara Penelitiannya?
Tim mengamati bunga yang masih kuncup (knop) dan yang sudah mekar. Data yang dikumpulkan:• Karakter morfologi bunga
• Kondisi dan karakter habitat
• Vegetasi penyerta
-Tumbuhan inang dari marga Tetrastigma — satu-satunya inang alami Rafflesia
Sampel diambil untuk analisis herbarium, anatomi, dan DNA. Semuanya melalui prosedur perizinan, pengangkutan, dan karantina resmi, lalu dibawa ke Herbarium Bogoriense (BO), Cibinong.
"Keberadaan populasi Rafflesia di Anambas merupakan informasi yang sangat berharga. Namun untuk memastikan apakah tumbuhan tersebut termasuk jenis yang telah dikenal atau bahkan merupakan takson yang berbeda, diperlukan kajian biosistematika yang mencakup karakter morfologi, ekologi habitat, serta analisis molekuler berbasis DNA," ujar Ridha.
Apa Temuan Awalnya?
Secara bentuk, Rafflesia Anambas mirip jenis di Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Tapi ada beda di dua bagian:
Struktur diafragma bunga
Pola ornamen bunga
Perbedaan itu masih harus diverifikasi lewat kajian taksonomi.
"Analisis spesimen di Herbarium Bogoriense menjadi tahapan penting untuk memastikan identitas Rafflesia dari Anambas. Pendekatan biosistematika memungkinkan kami memahami hubungan kekerabatannya dengan jenis Rafflesia lain yang telah diketahui sebelumnya di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara," jelas Irvan Fadli Wanda.
Kenapa Anambas Penting?
Anambas terpisah secara geografis dari daratan Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Pulau terisolasi sering menyimpan spesies unik — termasuk kemungkinan takson yang belum pernah dideskripsikan. Penelitian ini juga mendata inang, habitat, dan parameter lingkungan untuk konservasi jangka panjang.FAQ
Apa itu Rafflesia dan kenapa langka?
Rafflesia adalah tumbuhan tanpa daun, batang, dan akar sejati yang hidup menumpang pada inang Tetrastigma. Karena bergantung pada satu jenis inang dan habitat spesifik, populasinya terbatas dan rentan.Apakah Rafflesia Anambas jenis baru?
Belum dipastikan. Bentuknya mirip jenis Sumatra dan Semenanjung Malaysia, tetapi ada perbedaan pada diafragma dan ornamen bunga. Analisis DNA di Herbarium Bogoriense masih berlangsung.Apa hubungan kabar viral dengan penelitian ini?
Kabar puluhan titik Rafflesia di Gunung Batu Tabir viral tak lama setelah ekspedisi BRIN. BRIN menilai informasi itu penting, tetapi jenis dan status taksonominya tetap perlu dibuktikan ilmiah.Kenapa Tetrastigma penting?
Tetrastigma adalah satu-satunya inang alami Rafflesia. Tanpa inang ini, Rafflesia tidak bisa hidup, sehingga keberadaannya jadi kunci konservasi.(dan)
Lihat Juga :