Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Kamis, 04 Juni 2026 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
Di Wall Street, semua berebut. Mereka memburu jatah saham. Padahal, valuasinya setinggi langit.
Tahun 2025 lalu, SpaceX sebenarnya masih rugi bersih Rp88,92 triliun (USD4,94 miliar). Meski begitu, pendapatan mereka naik 33 persen menjadi Rp336,06 triliun (USD18,67 miliar).
Secara hitungan normal, valuasi itu sulit masuk akal. Rasio kelipatan pendapatan (revenue multiple) mencapai lebih dari 90 kali lipat. Sangat ekstrem.
Tim Hatt, Kepala Riset dan Konsultasi di GSMA Intelligence, memberikan analisisnya.
"Di atas kertas, kelipatan pendapatan 90 kali lipat itu sangat tinggi menurut standar apa pun. Tapi sekali lagi, SpaceX sama sekali bukan perusahaan tradisional. Tidak ada pembanding publik yang benar-benar sepadan," ujarnya.
Musk memang sengaja membuang buku panduan lama. Ia menyusun tata kelola agar pendiri tetap punya kendali penuh. Ia juga mendesak agar SpaceX langsung masuk ke dalam indeks pasar.
Yang paling menarik: Musk berencana mengalokasikan hingga 30 persen saham penawaran untuk investor ritel (individu). Itu porsi yang luar biasa besar. Tujuannya? Memanfaatkan militansi jutaan pengikut setianya sekaligus memperluas kepemilikan.
Bank-bank raksasa internasional seperti Mizuho, Deutsche Bank, UBS, dan Barclays pun diberi tugas tidak biasa.
Mereka diminta fokus mencari pembeli individu super kaya di negara masing-masing. Dulu, investor individu dipandang sebelah mata. Bankir hanya peduli melobi manajer aset besar seperti Fidelity Investments atau dana lindung nilai raksasa seperti Citadel.
Tahun 2025 lalu, SpaceX sebenarnya masih rugi bersih Rp88,92 triliun (USD4,94 miliar). Meski begitu, pendapatan mereka naik 33 persen menjadi Rp336,06 triliun (USD18,67 miliar).
Secara hitungan normal, valuasi itu sulit masuk akal. Rasio kelipatan pendapatan (revenue multiple) mencapai lebih dari 90 kali lipat. Sangat ekstrem.
Tim Hatt, Kepala Riset dan Konsultasi di GSMA Intelligence, memberikan analisisnya.
"Di atas kertas, kelipatan pendapatan 90 kali lipat itu sangat tinggi menurut standar apa pun. Tapi sekali lagi, SpaceX sama sekali bukan perusahaan tradisional. Tidak ada pembanding publik yang benar-benar sepadan," ujarnya.
Musk memang sengaja membuang buku panduan lama. Ia menyusun tata kelola agar pendiri tetap punya kendali penuh. Ia juga mendesak agar SpaceX langsung masuk ke dalam indeks pasar.
Yang paling menarik: Musk berencana mengalokasikan hingga 30 persen saham penawaran untuk investor ritel (individu). Itu porsi yang luar biasa besar. Tujuannya? Memanfaatkan militansi jutaan pengikut setianya sekaligus memperluas kepemilikan.
Bank-bank raksasa internasional seperti Mizuho, Deutsche Bank, UBS, dan Barclays pun diberi tugas tidak biasa.
Mereka diminta fokus mencari pembeli individu super kaya di negara masing-masing. Dulu, investor individu dipandang sebelah mata. Bankir hanya peduli melobi manajer aset besar seperti Fidelity Investments atau dana lindung nilai raksasa seperti Citadel.
Lihat Juga :