Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Rabu, 03 Juni 2026 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
Para ilmuwan telah menemukan empat jenis ragi berbeda yang mampu bertahan hidup di bawah 0°C di usus, di kulit, dan dalam cairan "cokelat pucat" yang keluar dari Oetzi ketika mumi tersebut sebagian dicairkan.
Ragi ini hanya berkembang di lingkungan yang sangat dingin seperti Antartika, sehingga para peneliti percaya bahwa ragi tersebut masuk ke tubuh Oetzi pada suatu waktu setelah kematiannya.
"Strain ragi ini telah menemani Oetzi sepanjang perjalanannya yang berlangsung selama ribuan tahun," kata Frank Maixner, salah satu penulis studi tersebut.
Para ilmuwan kemudian menciptakan kembali jenis ragi usus ini di ruang pendingin. Selanjutnya, mereka mencoba menggunakannya untuk membuat roti. Awalnya, semuanya tidak berjalan lancar. Namun, setelah tiga bulan berusaha, mereka berhasil membuat sepotong roti yang lezat.
Ketika ditanya apakah tim peneliti telah mempertimbangkan untuk menggunakan ragi ini untuk pembuatan bir, Sarhan menjawab, "Ide itu sudah ada dalam daftar."
Penelitian ini juga mengungkap potensi aplikasi yang lebih penting untuk jenis ragi ini. Ketika Oetzi ditemukan pada tahun 1991, mumi tersebut awalnya diperlakukan seperti mayat biasa.
Ragi ini hanya berkembang di lingkungan yang sangat dingin seperti Antartika, sehingga para peneliti percaya bahwa ragi tersebut masuk ke tubuh Oetzi pada suatu waktu setelah kematiannya.
"Strain ragi ini telah menemani Oetzi sepanjang perjalanannya yang berlangsung selama ribuan tahun," kata Frank Maixner, salah satu penulis studi tersebut.
Para ilmuwan kemudian menciptakan kembali jenis ragi usus ini di ruang pendingin. Selanjutnya, mereka mencoba menggunakannya untuk membuat roti. Awalnya, semuanya tidak berjalan lancar. Namun, setelah tiga bulan berusaha, mereka berhasil membuat sepotong roti yang lezat.
Ketika ditanya apakah tim peneliti telah mempertimbangkan untuk menggunakan ragi ini untuk pembuatan bir, Sarhan menjawab, "Ide itu sudah ada dalam daftar."
Penelitian ini juga mengungkap potensi aplikasi yang lebih penting untuk jenis ragi ini. Ketika Oetzi ditemukan pada tahun 1991, mumi tersebut awalnya diperlakukan seperti mayat biasa.
Lihat Juga :