Perang AS-Iran Picu Rencana Pembangunan PLTN di Asia dan Afrika

Jum'at, 22 Mei 2026 - 10:04 WIB
loading...
A A A
Pada pertemuan puncak yang diselenggarakan oleh Badan Energi Atom Internasional pada bulan Maret, Presiden Rwanda Paul Kagame menegaskan bahwa Afrika akan menjadi “salah satu pasar global terpenting” untuk reaktor kecil dalam beberapa tahun mendatang.

Reaktor kecil, yang mampu menyediakan sumber daya listrik skala dasar yang fleksibel dan rendah emisi, dipandang sebagai solusi untuk meningkatnya permintaan listrik di Afrika, jaringan listrik yang lemah, dan ketergantungan yang berlebihan pada bahan bakar diesel impor.

Serupa dengan itu, Loyiso Tyabashe dari South African Nuclear Energy Corporation menyatakan bahwa SMR dapat “membantu Afrika Selatan mencapai tujuan strategisnya untuk menjadi pemimpin dalam teknologi nuklir canggih.”

Afrika Selatan, satu-satunya negara di Afrika yang saat ini memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir, bertujuan untuk meningkatkan pangsa tenaga nuklirnya dari sekitar 5% saat ini menjadi 16% pada tahun 2040.

Risiko seperti kebocoran reaktor dan pengelolaan limbah yang buruk tetap ada, meskipun kekhawatiran semakin meningkat. Energi nuklir juga dapat menjadi batu loncatan menuju pengembangan senjata nuklir.

Ayumi Fukakusa dari Friends of the Earth Japan berpendapat bahwa "tenaga nuklir sangat berisiko" dan akan membuat negara-negara tetap bergantung pada bahan bakar impor seperti uranium yang diperkaya.

"Karena industri nuklir membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang, pemerintah harus fokus pada perluasan energi terbarukan untuk memastikan keamanan energi jangka panjang," kata Rex Amancio dari Global Renewable Energy Alliance.

Rachel Bronson, seorang anggota kelompok ilmu atom, juga menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir rentan dalam konflik, dengan mengutip kasus-kasus baru-baru ini di mana reaktor diserang selama perang AS-Iran dan konflik Rusia-Ukraina.

“Semua faktor ini memengaruhi cara kita berpikir tentang keamanan energi. Negara-negara sekarang mempertimbangkan risiko-risiko ini dibandingkan dengan risiko-risiko lain, terutama di Asia dan Afrika, tentang apa yang akan terjadi jika pasokan gas dan minyak terganggu,” kata Rachel Bronson.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Rekomendasi
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved