Inilah Keunggulan Fitur Anti-Mengintip Samsung di Tempat Umum
Rabu, 20 Mei 2026 - 14:52 WIB
loading...
Galaxy S26 Ultra kini bukan cuma soal kamera atau performa. Tapi juga soal kenyamanan traveling dan menjaga privasi di tempat ramai. Foto: Samsung Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Traveling ke luar negeri sekarang bukan cuma soal tiket dan paspor. Masalah paling sering justru sederhana: tidak mengerti bahasa lokal, bingung membaca petunjuk, sampai takut data pribadi terlihat orang lain saat membuka boarding pass atau mobile banking di tempat umum.
Samsung melihat celah itu.
Karena itu Galaxy S26 Ultra kini tidak hanya menjual kamera atau AI generatif. Tapi mulai fokus ke pengalaman harian pengguna saat bepergian.
Artinya: pengguna bisa menerjemahkan teks asing. Tidak perlu screenshot. Tidak perlu copy-paste. Tidak perlu pindah aplikasi.
Fitur ini terasa relevan untuk: membaca menu restoran, memahami petunjuk transportasi, melihat review tempat wisata, menerjemahkan artikel atau situs lokal.
Samsung juga mulai menghubungkan AI dengan kamera secara lebih natural. Pengguna cukup menekan home button lalu mengarahkan kamera ke objek tertentu. Misalnya: pakaian, makanan, tulisan asing, landmark wisata.
AI akan langsung memberi rekomendasi atau informasi tambahan berdasarkan prompt pengguna.
Menurut Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Samsung ingin AI bekerja “effortless” di belakang layar.
“Fokus kami adalah memberi kebebasan bagi pengguna, baik dalam mengeksplorasi dunia tanpa kendala bahasa maupun menjaga kerahasiaan informasi di tempat umum,” ujarnya.
Kelihatannya kecil. Tapi coba bayangkan situasi berikut: membuka mobile banking di bandara, menunjukkan QR boarding pass, membuka reservasi hotel, chatting pekerjaan di kereta atau pesawat.
Di ruang publik seperti itu, risiko shoulder surfing memang nyata.
Samsung mencoba menjawab masalah tersebut lewat software dan pengaturan sudut pandang layar. Fitur ini bahkan bisa aktif otomatis untuk aplikasi tertentu.
Galaxy S26 Ultra Mulai Fokus ke AI Praktis
Pasar smartphone premium sekarang mulai berubah. Dulu persaingan ada di: chipset, skor benchmark, megapiksel kamera.
Sekarang AI menjadi pembeda utama. Masalahnya, banyak fitur AI terasa gimmick. Samsung tampaknya mulai mengarah ke AI yang lebih praktis dan terasa dipakai sehari-hari.
Circle to Search 3.0 dan Privacy Display termasuk contoh paling realistis. Bukan fitur yang wow saat demo. Tapi terasa berguna saat benar-benar dipakai.
12GB/256GB: Rp24.499.000
12GB/512GB: Rp27.499.000
16GB/1TB: Rp31.999.000
Selama periode 1-31 Mei 2026, Samsung memberikan: cashback hingga Rp3,5 juta, cicilan mulai Rp600 ribuan per bulan, bunga 0 persen, DP 0 persen, cashback Galaxy Buds4 mulai Rp399 ribu.
Apakah Galaxy S26 Ultra Layak untuk Traveler? Kalau sering bepergian ke luar negeri, jawabannya cukup menarik: iya.
Bukan karena kameranya saja. Tapi karena Samsung mulai memahami masalah kecil yang sering dialami pengguna: bahasa asing, privasi layar, akses cepat informasi, kenyamanan memakai AI tanpa ribet. Dan justru fitur-fitur kecil seperti itu yang biasanya paling sering dipakai setiap hari.
Samsung melihat celah itu.
Karena itu Galaxy S26 Ultra kini tidak hanya menjual kamera atau AI generatif. Tapi mulai fokus ke pengalaman harian pengguna saat bepergian.
Circle to Search 3.0 Kini Bisa Translate Sambil Scroll
Inilah perubahan paling terasa. Di Galaxy sebelumnya, proses translate biasanya harus diulang setiap kali layar bergerak atau halaman berubah. Di Galaxy S26 Ultra, Samsung membawa Circle to Search 3.0 dengan fitur Scroll and Translate.Artinya: pengguna bisa menerjemahkan teks asing. Tidak perlu screenshot. Tidak perlu copy-paste. Tidak perlu pindah aplikasi.
Fitur ini terasa relevan untuk: membaca menu restoran, memahami petunjuk transportasi, melihat review tempat wisata, menerjemahkan artikel atau situs lokal.
Samsung juga mulai menghubungkan AI dengan kamera secara lebih natural. Pengguna cukup menekan home button lalu mengarahkan kamera ke objek tertentu. Misalnya: pakaian, makanan, tulisan asing, landmark wisata.
AI akan langsung memberi rekomendasi atau informasi tambahan berdasarkan prompt pengguna.
Menurut Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Samsung ingin AI bekerja “effortless” di belakang layar.
“Fokus kami adalah memberi kebebasan bagi pengguna, baik dalam mengeksplorasi dunia tanpa kendala bahasa maupun menjaga kerahasiaan informasi di tempat umum,” ujarnya.
Privacy Display Jadi Fitur yang Mulai Penting
Ini fitur sederhana. Tapi sangat relevan. Privacy Display membuat layar hanya terlihat jelas dari posisi depan. Dari sudut samping, layar akan tampak lebih redup.Kelihatannya kecil. Tapi coba bayangkan situasi berikut: membuka mobile banking di bandara, menunjukkan QR boarding pass, membuka reservasi hotel, chatting pekerjaan di kereta atau pesawat.
Di ruang publik seperti itu, risiko shoulder surfing memang nyata.
Samsung mencoba menjawab masalah tersebut lewat software dan pengaturan sudut pandang layar. Fitur ini bahkan bisa aktif otomatis untuk aplikasi tertentu.
Galaxy S26 Ultra Mulai Fokus ke AI Praktis
![Inilah Keunggulan Fitur Anti-Mengintip Samsung di Tempat Umum]()
Pasar smartphone premium sekarang mulai berubah. Dulu persaingan ada di: chipset, skor benchmark, megapiksel kamera.
Sekarang AI menjadi pembeda utama. Masalahnya, banyak fitur AI terasa gimmick. Samsung tampaknya mulai mengarah ke AI yang lebih praktis dan terasa dipakai sehari-hari.
Circle to Search 3.0 dan Privacy Display termasuk contoh paling realistis. Bukan fitur yang wow saat demo. Tapi terasa berguna saat benar-benar dipakai.
Harga Galaxy S26 Ultra di Indonesia
Galaxy S26 Ultra tersedia dalam tiga pilihan:12GB/256GB: Rp24.499.000
12GB/512GB: Rp27.499.000
16GB/1TB: Rp31.999.000
Selama periode 1-31 Mei 2026, Samsung memberikan: cashback hingga Rp3,5 juta, cicilan mulai Rp600 ribuan per bulan, bunga 0 persen, DP 0 persen, cashback Galaxy Buds4 mulai Rp399 ribu.
Apakah Galaxy S26 Ultra Layak untuk Traveler? Kalau sering bepergian ke luar negeri, jawabannya cukup menarik: iya.
Bukan karena kameranya saja. Tapi karena Samsung mulai memahami masalah kecil yang sering dialami pengguna: bahasa asing, privasi layar, akses cepat informasi, kenyamanan memakai AI tanpa ribet. Dan justru fitur-fitur kecil seperti itu yang biasanya paling sering dipakai setiap hari.
(dan)
Lihat Juga :