Hyundai Motor Siap Menjual Bebas Robot Humanoid
Selasa, 19 Mei 2026 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurut para ahli robotika, kekuatan terbesar Atlas terletak pada teknologi kontrol seluruh tubuhnya. Saat membawa beban berat, robot dapat mempertahankan postur yang stabil dan menyesuaikan pusat gravitasinya secara real-time. Hal ini sangat penting jika robot ingin beroperasi di lingkungan pabrik yang selalu berubah.
Selain itu, Atlas menunjukkan kemampuan untuk menangani objek yang tidak diberikan data awal yang cukup kepada robot. Alih-alih perlu mengetahui berat atau pusat massa objek secara tepat, robot dapat menggunakan sistem sensornya untuk memperkirakan keadaan objek dan menyesuaikan pergerakannya sesuai dengan itu.
Boston Dynamics menyatakan bahwa Atlas dilatih menggunakan pembelajaran penguatan berdasarkan simulasi skala besar. Di ruang virtual, robot terus menerus mencoba dan gagal jutaan kali untuk menemukan strategi pergerakan optimal sebelum menerapkannya ke lingkungan dunia nyata.
Menurut perusahaan, Atlas tidak hanya mampu membawa kulkas seberat 23 kg seperti yang ditunjukkan dalam video, tetapi juga telah berhasil diuji dengan benda-benda yang beratnya hingga 45 kg.
Versi terbaru Atlas dianggap sebagai robot yang dirancang untuk penerapan industri praktis. Boston Dynamics telah menstandarisasi sistem aktuator – bagian yang menghasilkan pergerakan robot – menjadi hanya dua tipe utama untuk menyederhanakan perawatan dan produksi massal. Lengan dan kaki robot juga dirancang dengan struktur yang sama untuk memudahkan penggantian komponen.
Langkah terbaru Boston Dynamics ini terjadi di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam bidang robot humanoid. Banyak perusahaan teknologi dan otomotif besar di seluruhduniamemandang robot humanoid sebagai solusi untuk kekurangan tenaga kerja di masa depan dan kebutuhan akan otomatisasi produksi.
Selain itu, Atlas menunjukkan kemampuan untuk menangani objek yang tidak diberikan data awal yang cukup kepada robot. Alih-alih perlu mengetahui berat atau pusat massa objek secara tepat, robot dapat menggunakan sistem sensornya untuk memperkirakan keadaan objek dan menyesuaikan pergerakannya sesuai dengan itu.
Boston Dynamics menyatakan bahwa Atlas dilatih menggunakan pembelajaran penguatan berdasarkan simulasi skala besar. Di ruang virtual, robot terus menerus mencoba dan gagal jutaan kali untuk menemukan strategi pergerakan optimal sebelum menerapkannya ke lingkungan dunia nyata.
Menurut perusahaan, Atlas tidak hanya mampu membawa kulkas seberat 23 kg seperti yang ditunjukkan dalam video, tetapi juga telah berhasil diuji dengan benda-benda yang beratnya hingga 45 kg.
Versi terbaru Atlas dianggap sebagai robot yang dirancang untuk penerapan industri praktis. Boston Dynamics telah menstandarisasi sistem aktuator – bagian yang menghasilkan pergerakan robot – menjadi hanya dua tipe utama untuk menyederhanakan perawatan dan produksi massal. Lengan dan kaki robot juga dirancang dengan struktur yang sama untuk memudahkan penggantian komponen.
Langkah terbaru Boston Dynamics ini terjadi di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam bidang robot humanoid. Banyak perusahaan teknologi dan otomotif besar di seluruhduniamemandang robot humanoid sebagai solusi untuk kekurangan tenaga kerja di masa depan dan kebutuhan akan otomatisasi produksi.
Lihat Juga :