Vaksin Hantavirus Ternyata Dibuat Moderna Sejak Tahun 2023
Selasa, 12 Mei 2026 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Kesehatan (Menkes) RI periode 2004-2009, Siti Fadilah Supari memperkirakan hantavirus akan menjadi pandemi. Namun bentuknya pandeminya tidak sama seperti Covid-19.
"Biasanya virus sejalan dengan adanya perang. Tidak seluruh dunia tapi di negara ini, negara sana, negara sana. Mungkin tidak seperti Covid bentuknya tapi di satu daerah, satu daerah, satu daerah," kata Fadilah Supari seperti dikutip Chanel YouTube SindoNews To The Point Aja.
Korea Selatan menjadi titik awal kolaborasi paling canggih Moderna di bidang ini. Perusahaan bioteknologi tersebut dan VIC-K menandatanganiperjanjian penelitian dan pengembanganpada September 2023 di bawah inisiatif mRNA Access perusahaan AS, sebuah program yang menyediakan kandidat vaksin mRNA tahap praklinis kepada tim akademis yang bekerja pada penyakit menular yang muncul atau terabaikan.
Untuk saat ini, WHO telah menepis anggapan bahwa wabahdi Hondiusmerupakan awal dari epidemi, dan menekankan bahwa penularan dari manusia ke manusia hanya terjadi melalui kontak yang sangat dekat. Namun, kejadian ini mengingatkan kita pada pelajaran dari pandemi Covid-19: Waktu terbaik untuk mengembangkan vaksin melawan virus berbahaya adalah sebelum virus tersebut menjadi keadaan darurat global.
Patut dicatat bahwa Moderna juga mengembangkan vaksin mRNA terhadap flu burung, norovirus, dan patogen lain yang dianggap sebagai prioritas untuk kesiapan menghadapi pandemi. Terkait hantavirus, lembaga lain juga sedang mengerjakan pengembangan vaksin, terutama pekerjaan jangka panjang dari Institut Penelitian Medis Penyakit Menular Angkatan Darat AS.
"Biasanya virus sejalan dengan adanya perang. Tidak seluruh dunia tapi di negara ini, negara sana, negara sana. Mungkin tidak seperti Covid bentuknya tapi di satu daerah, satu daerah, satu daerah," kata Fadilah Supari seperti dikutip Chanel YouTube SindoNews To The Point Aja.
Korea Selatan menjadi titik awal kolaborasi paling canggih Moderna di bidang ini. Perusahaan bioteknologi tersebut dan VIC-K menandatanganiperjanjian penelitian dan pengembanganpada September 2023 di bawah inisiatif mRNA Access perusahaan AS, sebuah program yang menyediakan kandidat vaksin mRNA tahap praklinis kepada tim akademis yang bekerja pada penyakit menular yang muncul atau terabaikan.
Untuk saat ini, WHO telah menepis anggapan bahwa wabahdi Hondiusmerupakan awal dari epidemi, dan menekankan bahwa penularan dari manusia ke manusia hanya terjadi melalui kontak yang sangat dekat. Namun, kejadian ini mengingatkan kita pada pelajaran dari pandemi Covid-19: Waktu terbaik untuk mengembangkan vaksin melawan virus berbahaya adalah sebelum virus tersebut menjadi keadaan darurat global.
Patut dicatat bahwa Moderna juga mengembangkan vaksin mRNA terhadap flu burung, norovirus, dan patogen lain yang dianggap sebagai prioritas untuk kesiapan menghadapi pandemi. Terkait hantavirus, lembaga lain juga sedang mengerjakan pengembangan vaksin, terutama pekerjaan jangka panjang dari Institut Penelitian Medis Penyakit Menular Angkatan Darat AS.
(wbs)
Lihat Juga :