Hubungan Virus Hanta dan Warisan Ilmuwan Korsel Terungkap
Senin, 11 Mei 2026 - 20:54 WIB
loading...
A
A
A
Namun, strain virus yang diduga terkait dengan wabah MV Hondius diyakini memiliki tingkat kematian hingga 40% dan umumnya ditemukan di Amerika Selatan, khususnya di daerah dekat Pegunungan Andes.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) meyakini risiko bagi Korea Selatan tetap rendah karena hewan pengerat yang membawa virus berbahaya ini tidak hidup di negara tersebut.
Namun, para pejabat menyarankan orang-orang yang bepergian ke Amerika Selatan untuk menghindari kontak dengan tikus liar dan area yang mungkin mengandung kotoran tikus.
Para ahli mengatakan bahwa meskipun virus Hanta masih beredar di seluruh dunia, saat ini belum ada pengobatan yang terbukti efektif sepenuhnya.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) meyakini risiko bagi Korea Selatan tetap rendah karena hewan pengerat yang membawa virus berbahaya ini tidak hidup di negara tersebut.
Namun, para pejabat menyarankan orang-orang yang bepergian ke Amerika Selatan untuk menghindari kontak dengan tikus liar dan area yang mungkin mengandung kotoran tikus.
Para ahli mengatakan bahwa meskipun virus Hanta masih beredar di seluruh dunia, saat ini belum ada pengobatan yang terbukti efektif sepenuhnya.
(wbs)
Lihat Juga :