Ironi KoinWorks: Janji Bantu UMKM, Direksi Malah Terseret Korupsi Rp600 Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 10:46 WIB
loading...
Ironi KoinWorks: Janji...
Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta resmi menahan jajaran direksi PT Lunaria Annua Teknologi (KoinWorks) atas dugaan korupsi penyaluran kredit dengan modus invoice fiktif. Foto: Ilustrasi AI
A A A
JAKARTA - Kasus KoinWorks menjadi ironi besar di industri finansial. Sebab, perusahaan tersebut selama ini dicitrakan sebagai pelopor pendanaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang justru diduga merugikan keuangan negara melalui perbankan BUMN.

Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta resmi menahan tiga petinggi PT Lunaria Annua Teknologi (LAT), pemilik platform fintech KoinWorks, atas dugaan korupsi penyaluran kredit senilai Rp600 miliar.

Kronologi Kasus dan Modus Manipulasi

Pada Rabu, 6 Mei 2026, penyidik menetapkan tiga tersangka utama: BAA (Direktur Operasional), BH (Direktur Utama 2015-2022 dan Komisaris), serta JB (Direktur Utama 2024).

Berdasarkan keterangan Kasi Penkum Kejati DKI, Dapot Dariarma, para tersangka diduga mengajukan pinjaman dana ke salah satu bank BUMN (BRI) menggunakan analisis yang tidak layak.

Modus yang digunakan adalah memanipulasi dokumen agunan berupa invoice atau tagihan penjualan kepada pelanggan.

Selain itu, para tersangka sengaja tidak melakukan penutupan asuransi terhadap kredit tersebut.

Akibatnya, dana sekitar Rp600 miliar berhasil dicairkan secara melawan hukum kepada sejumlah nasabah yang profilnya diduga telah dimanipulasi.

"Saat ini penyidik terus melaksanakan pengembangan penyidikan guna pemulihan kerugian keuangan negara," ujar Dapot Dariarma kepada awak media.

Di sisi lain, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan pihaknya berkomitmen kooperatif dan menghormati proses hukum yang berjalan dengan tetap mengedepankan prinsip Good Corporate Governance.

Daftar Layanan yang Terimbas Sentimen Negatif

Kasus ini mencederai kepercayaan publik terhadap ekosistem KoinWorks yang menawarkan beragam solusi keuangan digital, di antaranya:

•⁠ ⁠KoinP2P: Platform investasi dengan modal awal mulai Rp 100.000 dan target imbal hasil efektif.
•⁠ ⁠KoinBisnis: Layanan pinjaman modal usaha untuk UMKM dengan limit hingga Rp 2 miliar.
•⁠ ⁠KoinGold: Fitur investasi emas digital yang terintegrasi.
•⁠ ⁠Neobank UMKM: Solusi manajemen kas termasuk fitur kasbon karyawan.

Antara Prestasi dan Pengkhianatan Kepercayaan

Kejatuhan jajaran direksi ini sangat kontras dengan sejarah panjang KoinWorks. Sejak berdiri pada 2016 oleh Benedicto Haryono, KoinWorks telah menyalurkan dana sebesar Rp 18,7 triliun (setara USD 1,1 miliar) kepada UMKM dan menutup kesenjangan kredit nasional sebesar 1,2%.

Platform ini memiliki 2,2 juta pengguna, yang terdiri dari 1,4 juta pemberi pinjaman dan 840 ribu peminjam.

Bahkan, pada 2023, KoinWorks sempat meraih penghargaan internasional di Paris sebagai "Best ESG/Sustainability Initiative".

Dari sisi pendanaan, perusahaan ini merupakan "anak emas" investor dengan suntikan dana Seri C mencapai Rp 1,836 triliun (USD 108 juta) pada Januari 2022.

Sebelumnya, mereka juga menerima dana Rp 280,5 miliar (USD 16,5 juta) pada 2019 dan tambahan Rp 314,5 miliar (USD 18,5 juta) dari Saison Capital.

Namun, dugaan keterlibatan pihak bank dan nasabah dalam manipulasi ini mencerminkan adanya lubang besar dalam tata kelola fintech yang seharusnya menjadi solusi bagi UMKM.

Jeratan Hukum dan Sanksi

Ketiga tersangka kini terancam pidana berat berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) serta UU Tipikor. Ancaman hukumannya meliputi pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 2 tahun hingga 20 tahun, serta denda kategori VII.

Selain itu, terdapat ancaman pidana tambahan berupa perampasan aset dan pembayaran uang pengganti setara jumlah kerugian negara yang ditimbulkan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Kecerdasan Buatan di...
Kecerdasan Buatan di Pasar Tradisional: UMKM Indonesia Dipaksa Kelas atau Mati Digerus Persaingan
Diella Menteri Pemberantas...
Diella Menteri Pemberantas Korupsi dari AI Pertama di Dunia, Inilah Sosoknya
Ada-ada Saja, Albania...
Ada-ada Saja, Albania Tunjuk AI Jadi Menteri Pemberantasan Korupsi
Harga Aslinya Rp5 Jutaan,...
Harga Aslinya Rp5 Jutaan, di era Nadiem Chromebook Tembus Rp10 Jutaan
Teknologi Chrome OS...
Teknologi Chrome OS Dituding Jadi Modus Nadiem Kongkalikong dengan Google
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Rekomendasi
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved