Tinta Karbon dan Kulit Hewan Mewarnai Keunikan Al-Quran Berusia 1.000 Tahun
Minggu, 10 Mei 2026 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
“Permukaan lembaran yang terbuat dari kulit hewan sangat sensitif. Jika digunakan bahan kimia atau cairan beralkohol, dapat menyebabkan tinta asli pecah sementara tekstur lembaran akan rusak.
Oleh karena itu, kami hanya menggunakan metode konservasi organik untuk menjaga nilai dan keaslian harta karun ini,” katanya.
Nik Ilham mengatakan manuskrip berharga itu memulai perjalanannya dari Yaman ke Kepulauan Nusantara pada era pendakwah terdahulu Syeikh Jumadil Kubra.
Ia mengatakan manuskrip tersebut pernah disimpan dan dilestarikan di Indonesia selama 500 hingga 600 tahun sebelum dibawa ke Narathiwat sekitar lima tahun lalu menyusul pandemi COVID-19.
“Untuk memastikan warisan peradaban Islam yang tak ternilai ini terus dilestarikan, prosedur keamanan yang ketat diterapkan dan artefak tersebut tidak boleh disentuh oleh pengunjung,” katanya
Oleh karena itu, kami hanya menggunakan metode konservasi organik untuk menjaga nilai dan keaslian harta karun ini,” katanya.
Nik Ilham mengatakan manuskrip berharga itu memulai perjalanannya dari Yaman ke Kepulauan Nusantara pada era pendakwah terdahulu Syeikh Jumadil Kubra.
Ia mengatakan manuskrip tersebut pernah disimpan dan dilestarikan di Indonesia selama 500 hingga 600 tahun sebelum dibawa ke Narathiwat sekitar lima tahun lalu menyusul pandemi COVID-19.
“Untuk memastikan warisan peradaban Islam yang tak ternilai ini terus dilestarikan, prosedur keamanan yang ketat diterapkan dan artefak tersebut tidak boleh disentuh oleh pengunjung,” katanya
(wbs)
Lihat Juga :