Kondisi Bumi 320 Juta Tahun yang Lalu Kini Bisa Dilihat Lagi

Selasa, 05 Mei 2026 - 21:21 WIB
loading...
Kondisi Bumi 320 Juta...
Kondisi Bumi 320 Juta Tahun yang Lalu. Foto/ Daily
A A A
TOKYO - Alat daring Paleolatitude baru saja ditingkatkan secara signifikan, memungkinkan pengguna untuk menjelajahi lokasi tempat mana pun di Bumi selama 320 juta tahun terakhir.

Dikembangkan olehpara ilmuwandari Universitas Utrecht (Belanda), alat ini merekonstruksi pergerakan benua dari superbenua Pangaea hingga saat ini, memberikan perspektif visual tentang sejarah geologi planet ini.

Paleolatitude dirancang untuk menjembatani bidang paleontologi dan paleoklimatologi. Untuk memahami habitat organisme purba atau kondisi iklim masa lalu, para peneliti perlu menentukan lokasi geografis pasti dari sampel batuan pada saat pembentukannya.

Alat ini menggunakan data medan magnet yang "tersimpan" di dalam mineral batuan untuk menentukan garis lintang purba. Dengan demikian, sudut kemiringan medan magnet Bumi secara bertahap berubah dari kutub ke khatulistiwa, memungkinkan untuk menyimpulkan lokasi batuan saat terbentuk.

Saat batuan mengkristal, mineral magnetik di dalamnya merekam arah medan magnet pada saat itu. Dari data ini, para ilmuwan dapat merekonstruksi pergerakan lempeng tektonik selama ratusan juta tahun.

Versi baru Paleolatitude menambahkan data tentang anomali magnetik dasar laut, memungkinkan pelacakan pergerakan lempeng tektonik besar dan kecil dengan lebih akurat.

Yang menarik, model ini juga mencakup "benua yang hilang" yang pernah ada tetapi sekarang telah "terlipat" menjadi pegunungan di Mediterania dan Asia.

Argoland, sebuah benua yang terpisah dari Australia Barat sekitar 155 juta tahun yang lalu, kini terletak di bawah Indonesia. Demikian pula, Adria Raya, yang terpisah dari Afrika Utara lebih dari 200 juta tahun yang lalu, kini telah "ditelan" oleh pegunungan Mediterania dan Timur Tengah.

Pengguna dapat memasukkan lokasi mana pun untuk melacak pergerakannya sejak zaman Pangaea.

Selain nilaiedukatifnya, alat ini juga sangat penting bagi penelitian ilmiah. Penentuan lokasi batuan dan fosil purba secara akurat membantu memperjelas hubungan antara keanekaragaman hayati dan perubahan iklim dari waktu ke waktu.

Dengan demikian, Paleolatitude berkontribusi untuk memperluas pemahaman kita tentang evolusi kehidupan, tidak hanya dari waktu ke waktu tetapi juga dalam ruang tiga dimensi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
5 Makanan yang Memicu...
5 Makanan yang Memicu Pikun, Bisa Mengakibatkan Kerusakan Otak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved