iPhone Terancam? vivo X300 Ultra Bawa Fitur Kamera Sinema yang Belum Pernah Ada di Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 - 14:18 WIB
loading...
Lompatan besar dari 4K 60fps ke 120fps di semua lensa belakang untuk hasil slow-motion yang dramatis. Foto: vivo
A
A
A
JAKARTA - Selama bertahun-tahun, iPhone memegang takhta sebagai perangkat terbaik untuk video. Namun, kehadiran vivo X300 Ultra di Indonesia pada 11 Mei 2026 mendatang membawa "otak" videografi yang membuat studio film terasa bisa masuk ke dalam saku.
vivo tidak lagi hanya mengejar kualitas foto, tapi menyerang langsung ke inti kebutuhan videografer profesional.
Kreator konten kini butuh fleksibilitas pasca-produksi (post-production) yang tinggi. vivo menjawabnya dengan lompatan teknis: perekaman 4K 120fps Log.
Jika seri sebelumnya terbatas di 60fps, kini kecepatan bingkai tinggi tersebut tersedia di ketiga lensa belakangnya.
Artinya, efek slow-motion sinematik bisa diambil dari sudut lebar (ultra-wide) hingga jarak jauh (telephoto) dengan konsistensi warna yang sama.
"Smartphone kini bukan lagi sekadar alat dokumentasi, tetapi medium utama untuk menciptakan karya visual dengan standar profesional," ujar Hadie Mandala, Product Manager vivo Indonesia.
![iPhone Terancam? vivo X300 Ultra Bawa Fitur Kamera Sinema yang Belum Pernah Ada di Indonesia]()
Satu fitur yang menjadi pembeda besar adalah dukungan kodek APV 422. Kodek ini dikembangkan oleh Samsung dan diklaim lossless (tanpa kehilangan detail), namun 20% lebih hemat ruang penyimpanan dibanding HEVC (H.265).
Bagi videografer, ini adalah berkah. File video 10-bit Log yang besar kini lebih mudah dikelola tanpa mengorbankan kualitas saat color grading.
vivo tidak lagi hanya mengejar kualitas foto, tapi menyerang langsung ke inti kebutuhan videografer profesional.
Kreator konten kini butuh fleksibilitas pasca-produksi (post-production) yang tinggi. vivo menjawabnya dengan lompatan teknis: perekaman 4K 120fps Log.
Jika seri sebelumnya terbatas di 60fps, kini kecepatan bingkai tinggi tersebut tersedia di ketiga lensa belakangnya.
Artinya, efek slow-motion sinematik bisa diambil dari sudut lebar (ultra-wide) hingga jarak jauh (telephoto) dengan konsistensi warna yang sama.
"Smartphone kini bukan lagi sekadar alat dokumentasi, tetapi medium utama untuk menciptakan karya visual dengan standar profesional," ujar Hadie Mandala, Product Manager vivo Indonesia.

Satu fitur yang menjadi pembeda besar adalah dukungan kodek APV 422. Kodek ini dikembangkan oleh Samsung dan diklaim lossless (tanpa kehilangan detail), namun 20% lebih hemat ruang penyimpanan dibanding HEVC (H.265).
Bagi videografer, ini adalah berkah. File video 10-bit Log yang besar kini lebih mudah dikelola tanpa mengorbankan kualitas saat color grading.
Lihat Juga :