Jaga Rantai Pasokan dengan Pengelolaan Karet Berbahan Formic Acid
Senin, 04 Mei 2026 - 11:38 WIB
loading...
Karet dengan Bahan Bahan Formic Acid. FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Hankook Tire Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam memperkuat keberlanjutan rantai pasok karet alam.
Melalui inisiatif ini, perusahaan menyalurkan bahan penggumpal karet berupa 2.500 kg asam format (formic acid), 1.000 kg pupuk NPK, serta 200 pisau sadap kepada petani di Desa Marga Mulia, Sumatera Selatan dengan tema “Coagulant Aid Program for Quality and Sustainable Rubber”.
Indonesia sendiri masih menjadi salah satu produsen karet terbesar kedua di dunia. Data Badan Pusat Statistik pada tahun 2023 mencatat produksi karet nasional mencapai sekitar 2,65 juta ton1.
Industri ini pun melibatkan berbagai pelaku, mulai dari perkebunan rakyat, perkebunan negara, hingga swasta yang bersama-sama menopang produksi nasional. Di sisi lain, luas lahan karet juga terus menyusut dengan penurunan rata-rata sekitar 5,7 persen per tahun, pada akhirnya berdampak langsung pada kualitas dan konsistensi pasokan karet di sepanjang rantai produksi1,2.
Sejalan dengan kondisi tersebut, program ini menjadi bagian dari upaya Hankook dalam memperkuat kualitas karet dari hulu.
Melalui inisiatif ini, perusahaan juga mendorong proses produksi yang lebih optimal, sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang digunakan dalam produk ban Hankook.
Melalui inisiatif ini, perusahaan menyalurkan bahan penggumpal karet berupa 2.500 kg asam format (formic acid), 1.000 kg pupuk NPK, serta 200 pisau sadap kepada petani di Desa Marga Mulia, Sumatera Selatan dengan tema “Coagulant Aid Program for Quality and Sustainable Rubber”.
Indonesia sendiri masih menjadi salah satu produsen karet terbesar kedua di dunia. Data Badan Pusat Statistik pada tahun 2023 mencatat produksi karet nasional mencapai sekitar 2,65 juta ton1.
Industri ini pun melibatkan berbagai pelaku, mulai dari perkebunan rakyat, perkebunan negara, hingga swasta yang bersama-sama menopang produksi nasional. Di sisi lain, luas lahan karet juga terus menyusut dengan penurunan rata-rata sekitar 5,7 persen per tahun, pada akhirnya berdampak langsung pada kualitas dan konsistensi pasokan karet di sepanjang rantai produksi1,2.
Sejalan dengan kondisi tersebut, program ini menjadi bagian dari upaya Hankook dalam memperkuat kualitas karet dari hulu.
Melalui inisiatif ini, perusahaan juga mendorong proses produksi yang lebih optimal, sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang digunakan dalam produk ban Hankook.
Lihat Juga :