Berita Hoaks Buatan AI Terkait Penembakan Targetkan Trump Bertebaran
Rabu, 29 April 2026 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Bukan hanya industri hiburan; banyak politisi dan tokoh publik juga telah dituduh secara salah, termasuk mantan Presiden Barack Obama dan politisi Kanada Pierre Poilievre.
Beberapa unggahan palsu bahkan mengklaim bahwa tersangka Allen pernah bekerja untuk lebih dari 40 tim olahraga profesional dan perguruan tinggi, disertai gambar yang dihasilkan AI yang menunjukkan dia mengenakan seragam dari liga seperti National Football League (NFL) atau balap NASCAR.
Banyak dari gambar-gambar ini tampaknya dibuat ulang dari foto asli yang diambil sebelumnya, ketika Allen dianugerahi sebagai "Guru Bulan Ini" oleh sebuah pusat bimbingan belajar pada akhir tahun 2024. Konten tersebut dibuat menggunakan "pola" yang berulang, mirip dengan cara "pabrik konten" memproduksi secara massal cerita-cerita sensasional yang dibuat-buat.
Para ahli percaya bahwa fenomena ini mencerminkan ledakan apa yang disebut "sampah" AI—konten yang diproduksi massal dengan biaya rendah untuk menarik perhatian. Pakar literasi digital Mike Caulfield berpendapat bahwa ini pada dasarnya adalah perilaku yang sudah familiar dari situs konten spam, hanya saja sekarang dipercepat oleh AI.
Sementara itu, kemajuan teknologi terkini telah membuat pembuatan gambar palsu menjadi lebih mudah dan lebih meyakinkan, dengan kesalahan yang dulunya mudah dikenali—seperti tangan dengan enam jari—menjadi semakin jarang terjadi.
Beberapa unggahan palsu bahkan mengklaim bahwa tersangka Allen pernah bekerja untuk lebih dari 40 tim olahraga profesional dan perguruan tinggi, disertai gambar yang dihasilkan AI yang menunjukkan dia mengenakan seragam dari liga seperti National Football League (NFL) atau balap NASCAR.
Banyak dari gambar-gambar ini tampaknya dibuat ulang dari foto asli yang diambil sebelumnya, ketika Allen dianugerahi sebagai "Guru Bulan Ini" oleh sebuah pusat bimbingan belajar pada akhir tahun 2024. Konten tersebut dibuat menggunakan "pola" yang berulang, mirip dengan cara "pabrik konten" memproduksi secara massal cerita-cerita sensasional yang dibuat-buat.
Para ahli percaya bahwa fenomena ini mencerminkan ledakan apa yang disebut "sampah" AI—konten yang diproduksi massal dengan biaya rendah untuk menarik perhatian. Pakar literasi digital Mike Caulfield berpendapat bahwa ini pada dasarnya adalah perilaku yang sudah familiar dari situs konten spam, hanya saja sekarang dipercepat oleh AI.
Sementara itu, kemajuan teknologi terkini telah membuat pembuatan gambar palsu menjadi lebih mudah dan lebih meyakinkan, dengan kesalahan yang dulunya mudah dikenali—seperti tangan dengan enam jari—menjadi semakin jarang terjadi.
Lihat Juga :