Geger Layanan Berbayar WhatsApp Plus: Rp13 Ribu untuk Stiker dan Fitur Receh

Rabu, 22 April 2026 - 07:24 WIB
loading...
Geger Layanan Berbayar...
Meta mulai menguji coba layanan berlangganan WhatsApp Plus dengan biaya bulanan demi fitur personalisasi kosmetik seperti stiker dan beberapa fitur tambahan. Foto: WhatsApp
A A A
JAKARTA - WhatsApp tidak lagi seratus persen gratis. Meta, induk perusahaannya, sedang menguji coba versi langganan berbayar. Namanya WhatsApp Plus.

Namun, Anda tidak perlu panik. Fungsi dasarnya tidak dikunci. Berkabar, menelepon, dan sistem keamanan enkripsi ujung-ke-ujung tetap gratis. Layanan berbayar ini murni soal kosmetik.

Pengguna WhatsApp Plus bisa mengganti ikon aplikasi. Bisa mengubah tema. Memilih nada dering khusus. Serta mendapat stiker eksklusif dengan efek spesial.

Satu-satunya fitur yang sangat fungsional adalah batas sematan obrolan. Pengguna berbayar bisa menyematkan (pin) hingga 20 obrolan.

Bandingkan dengan batas gratisan yang hanya 3 obrolan. Tidak ada juga janji untuk menghapus iklan di fitur Status.

Berapa harganya? Belum ada rilis resmi global. Tapi WABetaInfo mencatat harganya bervariasi. Di Eropa dipatok €2,49 per bulan. Di Pakistan harganya 229 PKR atau sekitar USD 0,82 (Rp 13.940) per bulan. Meta juga memancing dengan uji coba gratis selama satu bulan pertama.

"WhatsApp Plus dirancang untuk pengguna yang menginginkan lebih banyak cara untuk mengatur dan mempersonalisasi pengalaman mereka," kata juru bicara Meta. Mereka sengaja memulai tes kecil ini untuk melihat apakah fitur ini benar-benar dianggap bernilai oleh pasar.

Langkah ini membangkitkan ingatan lama. Satu dekade lalu, WhatsApp pernah menarik biaya langganan USD 1 (Rp 17.000) per tahun. Aturan itu resmi dibuang pada 2016.

Secara analisis bisnis, Meta kini makin jeli memeras uang. Saat ini mereka sudah mendulang untung besar dari fitur pesan bisnis dan iklan "klik-ke-WhatsApp". Pada kuartal keempat 2025, pendapatan keluarga aplikasi Meta melonjak 54 persen dari tahun sebelumnya, menyentuh USD 801 juta (Rp 13,61 triliun). Bahkan, laju pendapatan tahunan WhatsApp telah menembus angka USD 2 miliar (Rp 34 triliun).

Meski begitu, karena uji coba WhatsApp Plus ini masih sangat terbatas, ia belum akan menggeser neraca keuangan Meta dalam waktu dekat. Mengingat total basis penggunanya mencapai lebih dari 3 miliar orang.

Tren layanan premium ini juga merambat ke aplikasi lain. Instagram Plus sedang diuji untuk membuat Stories awet lebih dari 24 jam.

Di sisi lain, platform profesional LinkedIn juga meluncurkan layanan eksklusif. Namanya Crosscheck. Fitur ini diuji coba gratis tanpa batas token bagi pelanggan LinkedIn Premium di Amerika Serikat.

Ini seperti tes buta kecerdasan buatan (AI). Pengguna memasukkan perintah teks, lalu mendapat dua jawaban dari model AI yang berbeda.

Pilihannya berasal dari raksasa seperti Anthropic, Google, OpenAI, Mistral, Amazon, hingga MoonshotAI.

Setelah pengguna memilih jawaban terbaik, barulah nama model AI-nya dimunculkan. "Data anonim dibagikan kepada pembuat model untuk membantu mereka memahami kinerja AI di berbagai profesi," ujar Chief Product Officer LinkedIn, Hari Srinivasan. Tanpa membagikan data identitas pribadi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
WhatsApp Kembangkan...
WhatsApp Kembangkan Fitur Pesan Selamat Datang Otomatis di Grup
Patut Dicontoh Indonesia,...
Patut Dicontoh Indonesia, Eropa Paksa Meta Bayar Karya Jurnalis yang Ditayangkan
Ngeri atau Canggih?...
Ngeri atau Canggih? Meta Rilis Fitur WhatsApp AI yang Bisa Balas Chat Keluarga Sendiri
Tiru Telegram, Anggota...
Tiru Telegram, Anggota Baru Grup WhatsApp bisa Lihat 100 Pesan Lama
10 Ucapan Sumpah Pemuda...
10 Ucapan Sumpah Pemuda untuk Dibagikan di Grup WhatsApp Keluarga dan Kantor
Nomor HP Said Iqbal...
Nomor HP Said Iqbal Disebar sebagai Adies Kadir: Itu Kan Teror
Instagram dan WhatsApp...
Instagram dan WhatsApp Arya Daru Sempat Aktif usai Meninggal, Padahal Polisi Bilang HP Hilang
Rekomendasi
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Terpaksa Menikah demi...
Terpaksa Menikah demi Keluarga, Simak Sinopsis When Rain Meets Summer di V+Short
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved