Akhir Era Tim Cook: Mengenang CEO yang Tak Pernah Jadi Steve Jobs, Namun Membuat Investor Kaya Raya

Selasa, 21 April 2026 - 08:04 WIB
loading...
Akhir Era Tim Cook:...
Meski kerap dicibir tak mampu melahirkan gebrakan inovasi segila Steve Jobs, Tim Cook justru membuktikan kepiawaiannya sebagai maestro rantai pasok dan strategis bisnis yang sukses mendongkrak valuasi Apple hingga menyentuh angka fantastis USD 4 triliun
A A A
JAKARTA - Meski kerap dicibir tak mampu melahirkan gebrakan inovasi segila Steve Jobs, Tim Cook justru membuktikan kepiawaiannya sebagai maestro rantai pasok dan strategis bisnis yang sukses mendongkrak valuasi Apple hingga menyentuh angka fantastis USD 4 triliun (Rp68.000 triliun).

Orang selalu membandingkan Tim Cook dengan mendiang Steve Jobs. Itu wajar. Pekerjaan paling berat di dunia adalah menggantikan seorang legenda.

Banyak yang mencibir. Di bawah Tim Cook, produk-produk Apple dianggap kurang greget. Inovasinya terasa datar. Tidak ada lagi panggung peluncuran yang membuat dunia menahan napas seperti saat Jobs pertama kali mengeluarkan iPhone dari saku celananya atau MacBook Air dari amplop cokelat.

Senin kemarin (21/4/2026), Cook resmi mengumumkan akan mundur dari kursi CEO Apple. Tidak sekarang. Masih September 2026 nanti. Ia menyerahkan tongkat estafet kepada John Ternus.

Saat ia mulai menjabat CEO di tahun 2011, valuasi Apple "hanya" USD350 miliar. Kini, saat ia bersiap pamit, nilai perusahaan itu melonjak tak masuk akal: menembus USD4 triliun! Atau sekitar Rp68.000 triliun. Melonjak lebih dari 1.000 persen!

Sebagai perbandingan, APBN Indonesia pada 2026 adalah Rp3.842,7 triliun.

Pendapatan tahunan Apple juga berlipat ganda, dari USD108 miliar menjadi USD416 miliar (Rp7.072 triliun) di 2025.

Cook memang bukan inovator nyentrik seperti Jobs. Bukan pula pencipta komputer. Ia adalah seorang maestro operasional. Ahli manajemen rantai pasok (supply chain).

Kunci suksesnya bukan pada ledakan ide-ide liar. Tapi, di eksekusi yang presisi.

Pertama, ia tahu cara memeras keuntungan dari apa yang sudah ada. Cook tidak merombak total iPhone, hanya memoles dan membesarkannya.

Di tangannya, pendapatan dari jualan iPhone saja meroket dari USD47,1 miliar menjadi USD209,6 miliar.

Kedua, ia menjadikan China sebagai produksi utama Apple. Memusatkan perakitan di Foxconn dan pemasok Tiongkok lainnya. Ini menekan biaya dan mendongkrak efisiensi.

Ketiga, ia sadar jualan perangkat keras ada batasnya. Maka, ia ciptakan ekosistem "uang sewa". Cook genjot layanan Services (App Store, iCloud, Apple Music, Apple Pay). Hasilnya ngeri: lini bisnis ini menyumbang lebih dari USD100 miliar setahun. Angka yang cukup untuk masuk daftar 40 perusahaan terbesar sejagat.

Keempat, ia menciptakan kategori produk baru yang fungsional dan bikin candu: wearables. Lahirlah Apple Watch dan AirPods. Kini keduanya jadi jam tangan dan earphone nirkabel paling laris di dunia.

Kelima, keputusan paling vital: transisi cip. Cook berani menceraikan prosesor Intel dari lini komputer Mac dan menggantinya dengan cip buatan sendiri (Apple Silicon). Ini membuat performa dan ketahanan baterai Macbook langsung melibas semua pesaingnya.

Tentu, Cook juga pernah gagal. Ia pernah minta maaf karena Apple Maps yang berantakan.

Kemudian, proyek mobil listrik otonomnya yang menelan miliaran dolar terpaksa dibuang ke tong sampah tahun lalu.

Lalu, kacamata pintar Vision Pro seharga USD3.500 (Rp 59,5 juta) juga sepi peminat.

Belakangan, Apple juga tampak gagap menghadapi laju kecerdasan buatan (AI) hingga terpaksa menggandeng Google untuk memperbaiki Siri.

Namun, kegagalan-kegagalan itu termaafkan oleh angka keuntungan yang ia berikan pada pemegang saham. Saham Apple naik 1.886% selama ia memimpin. Jauh mengalahkan indeks S&P 500.

September nanti, John Ternus yang memiliki latar belakang rekayasa perangkat keras (hardware engineering) akan mengambil alih kemudi. Bebannya sangat berat: ia harus membuktikan Apple bisa menang di era AI.

Sementara Tim Cook? Ia akan naik pangkat menjadi Ketua Eksekutif (Executive Chairman). Duduk manis melihat kerajaannya beroperasi.
Tim Cook memang bukan Steve Jobs. Ia tidak menciptakan sejarah dengan ide gila. Tapi ia membuat sejarah dengan tumpukan uang yang membuat para investornya kaya raya tiada tara.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Rekomendasi
Daftar Top Skor Piala...
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Mbappe Samai Messi
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Prancis Lolos ke 16...
Prancis Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Swedia, Mbappe Borong 2 Gol
Berita Terkini
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Infografis
Perusahaan yang Pernah...
Perusahaan yang Pernah Jadi Sponsor Liga 1 Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved