16 Tahun ITSEC Asia: Produk Baru Ini Jadi Senjata Baru Lawan Kejahatan Digital
Rabu, 15 April 2026 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Operasinya kini mencakup Indonesia, Singapura, Australia, Uni Emirat Arab, dan Mauritius, dengan dukungan lebih dari 400 profesional.
Secara finansial, kinerja ITSEC menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, pendapatan mencapai Rp527,1 miliar, tumbuh 62 persen tahunan, dengan laba bersih Rp65,4 miliar.
Angka ini mencerminkan dua hal: meningkatnya kebutuhan keamanan siber dan mulai matangnya model bisnis di sektor ini.
Namun di sisi lain, pertumbuhan tersebut juga menjadi indikator bahwa ancaman digital berkembang lebih cepat dari kesiapan pengguna.
Masalah Utama: Perangkat Pribadi Jadi Celah Sistem
Salah satu kritik utama dalam keamanan siber modern adalah ketergantungan pada sistem organisasi tanpa memperhitungkan perangkat pribadi pengguna.
Dalam praktiknya, banyak kebocoran data atau serangan siber justru berasal dari perangkat yang tidak terlindungi—termasuk ponsel karyawan atau siswa.
Secara finansial, kinerja ITSEC menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, pendapatan mencapai Rp527,1 miliar, tumbuh 62 persen tahunan, dengan laba bersih Rp65,4 miliar.
Angka ini mencerminkan dua hal: meningkatnya kebutuhan keamanan siber dan mulai matangnya model bisnis di sektor ini.
Namun di sisi lain, pertumbuhan tersebut juga menjadi indikator bahwa ancaman digital berkembang lebih cepat dari kesiapan pengguna.
Masalah Utama: Perangkat Pribadi Jadi Celah Sistem
![16 Tahun ITSEC Asia: Produk Baru Ini Jadi Senjata Baru Lawan Kejahatan Digital]()
Salah satu kritik utama dalam keamanan siber modern adalah ketergantungan pada sistem organisasi tanpa memperhitungkan perangkat pribadi pengguna..jpg)
Dalam praktiknya, banyak kebocoran data atau serangan siber justru berasal dari perangkat yang tidak terlindungi—termasuk ponsel karyawan atau siswa.
Lihat Juga :