Peringatan Keras Komdigi: Meta Menyerah pada PP TUNAS, Komdigi Siapkan Algojo untuk Google
Jum'at, 10 April 2026 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
Dari kacamata analisis kebijakan publik, kepatuhan Meta ini jadi kalkulasi pasar yang rasional. Kehilangan akses ke ratusan juta pengguna aktif di Indonesia akan menjadi bencana finansial bagi ekosistem Mark Zuckerberg tersebut.
“Kepatuhan tersebut sudah kami verifikasi. Ini menunjukkan bahwa penyesuaian bukan persoalan teknis, tetapi soal komitmen platform untuk melindungi anak dan menghormati hukum nasional,” tegas Meutya, menepis alibi klasik para raksasa teknologi yang sering berdalih bahwa penyaring usia (age-gating) secara teknis sulit dilakukan.
Ini memicu kritik tajam: bagaimana mungkin perusahaan dengan kecerdasan buatan (AI) dan algoritma paling canggih di dunia gagal—atau lebih tepatnya enggan—menerapkan standar keamanan anak yang diminta oleh sebuah negara berdaulat?
Keengganan ini memunculkan kecurigaan bahwa interaksi dan durasi tonton (watch time) anak-anak di YouTube terlalu berharga secara komersial untuk dibatasi oleh regulasi lokal.
“Kepatuhan tersebut sudah kami verifikasi. Ini menunjukkan bahwa penyesuaian bukan persoalan teknis, tetapi soal komitmen platform untuk melindungi anak dan menghormati hukum nasional,” tegas Meutya, menepis alibi klasik para raksasa teknologi yang sering berdalih bahwa penyaring usia (age-gating) secara teknis sulit dilakukan.
Arogansi Google dan Ancaman 'Kartu Merah'
Namun, pujian untuk Meta seketika berubah menjadi hawa dingin ketika sorotan dialihkan kepada raksasa mesin pencari, Google. Berdasarkan hasil pemeriksaan ketat per tanggal 7 April 2026, layanan berbagi video raksasa milik Google, yakni YouTube, terbukti gagal memenuhi ketentuan PP TUNAS.Ini memicu kritik tajam: bagaimana mungkin perusahaan dengan kecerdasan buatan (AI) dan algoritma paling canggih di dunia gagal—atau lebih tepatnya enggan—menerapkan standar keamanan anak yang diminta oleh sebuah negara berdaulat?
Keengganan ini memunculkan kecurigaan bahwa interaksi dan durasi tonton (watch time) anak-anak di YouTube terlalu berharga secara komersial untuk dibatasi oleh regulasi lokal.
Lihat Juga :