Ngeri atau Canggih? Meta Rilis Fitur WhatsApp AI yang Bisa Balas Chat Keluarga Sendiri
Senin, 06 April 2026 - 13:46 WIB
loading...
Ilustrasi antarmuka terbaru WhatsApp yang kini terintegrasi dengan kecerdasan buatan Meta AI, memungkinkan pengguna menyunting foto dan membuat draf balasan pesan secara otomatis. Foto: Sindonews/Gemini
A
A
A
JAKARTA - Aplikasi pesan instan raksasa milik Meta, WhatsApp, resmi meluncurkan pembaruan masif yang tidak hanya menyelamatkan memori ponsel yang sekarat, tetapi juga mengubah total lanskap komunikasi digital lewat campur tangan langsung Kecerdasan Buatan (AI).
Ya, memang WhatsApp sudah punya Meta AI terintegrasi. Tapi, tidak banyak yang mau memakainya. Sebab, tidak banyak juga yang bisa dilakukan oleh AI tersebut.
Nah, Meta agaknya berusaha untuk mengubah hal tersebut. Di tengah gempuran tren AI generatif global, Meta tampak sangat agresif menanamkan ekosistem pintar mereka langsung ke genggaman pengguna, memotong jalur ketergantungan publik pada aplikasi eksternal seperti ChatGPT.
Bintang utama dari pembaruan ini adalah evolusi fitur Writing Help (Bantuan Menulis). Jika pada peluncuran perdananya di bulan Agustus tahun lalu fitur ini hanya sebatas membantu memparafrase, mengoreksi ejaan, atau menyesuaikan nada bahasa, kini ia berevolusi menjadi asisten virtual proaktif.
Meta mengklaim pembaruan terbaru ini akan membantu pengguna merangkai pesan agar "tepat sasaran". AI kini mampu membuat draf saran balasan secara otomatis yang diracik berdasarkan konteks percakapan Anda sebelumnya.
Cara mengaksesnya sangat intuitif: ketuk bilah obrolan, pilih ikon stiker di kolom pengetikan, dan tekan ikon pensil dengan debu kilauan (sparkledust) yang melambangkan AI.
Meski secara teknologi revolusioner, analisis pasar menyoroti potensi pergeseran kultur sosial. Muncul dilema mengenai hilangnya otentisitas obrolan personal ketika pengguna menyerahkan balasan chat grup keluarga kepada mesin.
Menyikapi kekhawatiran ini, Meta menjamin penuh bahwa meskipun Writing Help diaktifkan, seluruh percakapan dipastikan tetap berstatus privat.
Ekspansi Meta AI juga merambah ranah visual. Melalui fitur Photo touch-ups, pengguna kini bisa menyunting gambar langsung di dalam obrolan sebelum mengirimkannya. AI ini dapat diinstruksikan untuk menghapus objek yang mengganggu, mengganti latar belakang, atau menerapkan gaya filter baru secara instan.
Pembaruan ini tak melulu soal AI, melainkan juga menjawab keluhan klasik pengguna: memori penuh.
WhatsApp merilis sistem Manage Storage (Manajemen Penyimpanan) yang lebih cerdas.
Kini, pengguna bisa mencari dan menghapus file berukuran raksasa langsung di dalam obrolan spesifik. Anda diberi kebebasan untuk hanya menyapu bersih file media (foto dan video) sembari tetap mempertahankan riwayat teks obrolan tetap utuh.
Kabar gembira akhirnya menyapa ekosistem Apple. Mengikuti jejak Android, pengguna iOS kini bisa login dua akun WhatsApp sekaligus secara bersamaan di dalam satu perangkat.
Profil akun yang sedang aktif akan terlihat jelas di tab bagian bawah, mengakhiri era menenteng dua ponsel untuk memisahkan urusan pekerjaan dan pribadi.
Tembok antar-sistem operasi pun kian runtuh. Fitur Cross-platform chat transfer kini sepenuhnya mendukung perpindahan riwayat obrolan, foto, dan video dari perangkat iOS ke Android, maupun sebaliknya, hanya dengan beberapa ketukan.
Sebagai pelengkap visual, fitur stiker kini makin cerdas. WhatsApp akan secara otomatis menyarankan stiker spesifik saat pengguna mengetik emoji, memungkinkan transisi ke ekspresi visual yang lebih berani hanya dengan satu ketukan.
Seluruh deretan fitur baru ini sedang digulirkan sekarang dan dijanjikan segera tersedia secara merata bagi semua pengguna di seluruh dunia.
Ya, memang WhatsApp sudah punya Meta AI terintegrasi. Tapi, tidak banyak yang mau memakainya. Sebab, tidak banyak juga yang bisa dilakukan oleh AI tersebut.
Nah, Meta agaknya berusaha untuk mengubah hal tersebut. Di tengah gempuran tren AI generatif global, Meta tampak sangat agresif menanamkan ekosistem pintar mereka langsung ke genggaman pengguna, memotong jalur ketergantungan publik pada aplikasi eksternal seperti ChatGPT.
Bintang utama dari pembaruan ini adalah evolusi fitur Writing Help (Bantuan Menulis). Jika pada peluncuran perdananya di bulan Agustus tahun lalu fitur ini hanya sebatas membantu memparafrase, mengoreksi ejaan, atau menyesuaikan nada bahasa, kini ia berevolusi menjadi asisten virtual proaktif.
Meta mengklaim pembaruan terbaru ini akan membantu pengguna merangkai pesan agar "tepat sasaran". AI kini mampu membuat draf saran balasan secara otomatis yang diracik berdasarkan konteks percakapan Anda sebelumnya.
Cara mengaksesnya sangat intuitif: ketuk bilah obrolan, pilih ikon stiker di kolom pengetikan, dan tekan ikon pensil dengan debu kilauan (sparkledust) yang melambangkan AI.
Meski secara teknologi revolusioner, analisis pasar menyoroti potensi pergeseran kultur sosial. Muncul dilema mengenai hilangnya otentisitas obrolan personal ketika pengguna menyerahkan balasan chat grup keluarga kepada mesin.
Menyikapi kekhawatiran ini, Meta menjamin penuh bahwa meskipun Writing Help diaktifkan, seluruh percakapan dipastikan tetap berstatus privat.
Ekspansi Meta AI juga merambah ranah visual. Melalui fitur Photo touch-ups, pengguna kini bisa menyunting gambar langsung di dalam obrolan sebelum mengirimkannya. AI ini dapat diinstruksikan untuk menghapus objek yang mengganggu, mengganti latar belakang, atau menerapkan gaya filter baru secara instan.
Pembaruan ini tak melulu soal AI, melainkan juga menjawab keluhan klasik pengguna: memori penuh.
WhatsApp merilis sistem Manage Storage (Manajemen Penyimpanan) yang lebih cerdas.
Kini, pengguna bisa mencari dan menghapus file berukuran raksasa langsung di dalam obrolan spesifik. Anda diberi kebebasan untuk hanya menyapu bersih file media (foto dan video) sembari tetap mempertahankan riwayat teks obrolan tetap utuh.
Kabar gembira akhirnya menyapa ekosistem Apple. Mengikuti jejak Android, pengguna iOS kini bisa login dua akun WhatsApp sekaligus secara bersamaan di dalam satu perangkat.
Profil akun yang sedang aktif akan terlihat jelas di tab bagian bawah, mengakhiri era menenteng dua ponsel untuk memisahkan urusan pekerjaan dan pribadi.
Tembok antar-sistem operasi pun kian runtuh. Fitur Cross-platform chat transfer kini sepenuhnya mendukung perpindahan riwayat obrolan, foto, dan video dari perangkat iOS ke Android, maupun sebaliknya, hanya dengan beberapa ketukan.
Sebagai pelengkap visual, fitur stiker kini makin cerdas. WhatsApp akan secara otomatis menyarankan stiker spesifik saat pengguna mengetik emoji, memungkinkan transisi ke ekspresi visual yang lebih berani hanya dengan satu ketukan.
Seluruh deretan fitur baru ini sedang digulirkan sekarang dan dijanjikan segera tersedia secara merata bagi semua pengguna di seluruh dunia.
(dan)
Lihat Juga :