Perusahaan Teknologi Jadi Sasaran Rudal Iran, AS Minta Citra Satelit Dimatikan

Minggu, 05 April 2026 - 11:55 WIB
loading...
Perusahaan Teknologi...
AS Minta Citra Satelit Dimatikan. FOTO/LABS
A A A
LONDON - Pada tanggal 4 April, perusahaan citra satelit Planet Labs mengumumkan akan menghentikan sementara penyediaan citra Iran dan zona konflik di Timur Tengah untuk jangka waktu yang tidak ditentukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap permintaan dari pemerintah AS.


Planet Labs, sebuah perusahaan yang berbasis di California, mengumumkan keputusan tersebut melalui email kepada pelanggannya, menyatakan bahwapemerintahAS telah meminta semua penyedia citra satelit untuk menghentikan penyediaan citra zona konflik tanpa batas waktu.

Pembatasan ini merupakan perluasan dari penundaan 14 hari dalam pengiriman citra Timur Tengah yang diterapkan Planet Labs bulan lalu, sebuah langkah yang menurut perusahaan bertujuan untuk mencegah pihak musuh menggunakan citra tersebut untuk menyerang AS dan sekutunya.

Berdasarkan kebijakan ini, Planet Labs akan menyimpan citra mulai tanggal 9 Maret dan diperkirakan akan tetap berlaku hingga konflik berakhir.

Di bidangmiliter, teknologi satelit digunakan untuk banyak tujuan penting seperti identifikasi target, panduan senjata, pelacakan rudal, dan komunikasi.

Beberapa ahli antariksa percaya bahwa Iran mungkin mengakses citra komersial, termasuk citra yang dikumpulkan melalui musuh AS. Selain itu, citra satelit juga sangat berharga bagi jurnalis dan akademisi dalam meneliti daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Planet Labs saat ini mengoperasikan armada satelit yang sangat besar yang memotret Bumi dan secara teratur menjual citra terbaru kepada pemerintah, bisnis, dan media. Dalam pemberitahuan kepada pelanggan, perusahaan menyatakan akan beralih ke model "distribusi citra terkelola" untuk konten yang dianggap tidak menimbulkan risiko keamanan.

Di bawah sistem baru ini, Planet Labs akan merilis gambar berdasarkan kasus per kasus untuk permintaan mendesak, permintaan yang penting bagi misi, atau permintaan yang demi kepentingan publik.

Seorang perwakilan perusahaan menyatakan, "Ini adalah situasi luar biasa, dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk menyeimbangkan kebutuhan semua pemangku kepentingan."

Sementara itu, Pentagon menyatakan tidak berkomentar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan intelijen.

Penyedia komersial lainnya, Vantor, yang sebelumnya bernama Maxar Technologies, menyatakan bahwa mereka belum menerima kontak apa pun dari pemerintah AS.

Namun, juru bicara Vantor mengatakan bahwa selama bertahun-tahun perusahaan tersebut telah memiliki hak untuk "menerapkan kontrol akses yang lebih ketat selama masa konflikgeopolitik" dan saat ini sedang menerapkan langkah-langkah ini di beberapa wilayah di Timur Tengah.

Langkah-langkah pengendalian ini dapat mencakup pembatasan siapa yang dapat meminta foto baru atau membeli foto yang sudah ada di area tempat militer AS dan sekutunya "aktif beroperasi" atau area "yang menjadi sasaran musuh
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Rekomendasi
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Berita Terkini
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved