Dua Kapal China Nekat Tembus Selat Hormuz, Ternyata Gunakan Taktik Ini
Selasa, 31 Maret 2026 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
Namun pihak COSCO belum memberikan komentar resmi atas keberhasilan pelintasan ini.
Taktik yang digunakan kapal-kapal berani ini pun bukan main-main. Menurut sumber-sumber yang berbicara kepada Reuters, sejumlah kapal mematikan transponder AIS — alat pemancar posisi — dan memilih berlayar di malam hari agar tidak mudah terdeteksi.
Selain dua kapal COSCO, sebuah kapal tanker berbendera Malta bernama Marathi yang dioperasikan perusahaan Yunani Dynacom juga tercatat berhasil keluar dari Teluk membawa minyak mentah Arab Saudi menuju India. Kapal itu terakhir tercatat berada di dalam Teluk pada 2 Maret, lalu muncul kembali di lepas pantai India pada 26 Maret. Marathi adalah kapal tanker minyak bermuatan ketiga yang dioperasikan Dynacom yang berhasil keluar sejak perang dimulai. Dynacom disebut sebagai salah satu dari sedikit pemilik kapal yang berani menanggung risiko pelintasan Selat Hormuz.
Di hari Sabtu sebelumnya, dua kapal tanker LPG berbendera India juga dilaporkan berhasil melintas — menyusul dua kapal tanker LPG India lainnya yang lebih dulu keluar membawa pasokan gas memasak yang sangat dibutuhkan India.
Keberhasilan pelintasan kapal-kapal ini, meski masih terbatas, langsung dibaca pasar sebagai sinyal awal. Pasar minyak dan tanker global tengah memantau dengan seksama setiap tanda-tanda pemulihan lalu lintas kapal di selat tersebut. Satu kapal yang lolos bisa berarti pintu mulai terbuka — atau sebaliknya, sekadar anomali di tengah zona perang yang belum mereda.
Taktik yang digunakan kapal-kapal berani ini pun bukan main-main. Menurut sumber-sumber yang berbicara kepada Reuters, sejumlah kapal mematikan transponder AIS — alat pemancar posisi — dan memilih berlayar di malam hari agar tidak mudah terdeteksi.
Selain dua kapal COSCO, sebuah kapal tanker berbendera Malta bernama Marathi yang dioperasikan perusahaan Yunani Dynacom juga tercatat berhasil keluar dari Teluk membawa minyak mentah Arab Saudi menuju India. Kapal itu terakhir tercatat berada di dalam Teluk pada 2 Maret, lalu muncul kembali di lepas pantai India pada 26 Maret. Marathi adalah kapal tanker minyak bermuatan ketiga yang dioperasikan Dynacom yang berhasil keluar sejak perang dimulai. Dynacom disebut sebagai salah satu dari sedikit pemilik kapal yang berani menanggung risiko pelintasan Selat Hormuz.
Di hari Sabtu sebelumnya, dua kapal tanker LPG berbendera India juga dilaporkan berhasil melintas — menyusul dua kapal tanker LPG India lainnya yang lebih dulu keluar membawa pasokan gas memasak yang sangat dibutuhkan India.
Keberhasilan pelintasan kapal-kapal ini, meski masih terbatas, langsung dibaca pasar sebagai sinyal awal. Pasar minyak dan tanker global tengah memantau dengan seksama setiap tanda-tanda pemulihan lalu lintas kapal di selat tersebut. Satu kapal yang lolos bisa berarti pintu mulai terbuka — atau sebaliknya, sekadar anomali di tengah zona perang yang belum mereda.
(dan)
Lihat Juga :