Apple Rayakan 50 Tahun, Steve Wozniak Malah Pilih Pensiun dari Teknologi dan Menjauh dari AI
Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun fiskal 2025, Apple hanya mengalokasikan belanja modal AI sebesar USD12,7 miliar (sekitar Rp215,9 triliun).
Angka ini sangat kerdil dibandingkan guyuran dana raksasa dari para hyperscaler AI—Microsoft, Amazon, dan Alphabet—yang secara kolektif menghabiskan USD300 miliar (sekitar Rp5.100 triliun).
Alih-alih meracik AI sendiri, Apple terpaksa memotori asisten virtual Siri mereka menggunakan teknologi Gemini milik Google.
Ketidaktertarikan pada AI ternyata juga mewabah di kalangan elite perusahaan. Riset Universitas Stanford yang dipimpin pakar masa depan kerja, Nicholas Bloom, menyurvei lebih dari 6.000 eksekutif senior di AS, Inggris, Jerman, dan Australia. Hasilnya mengejutkan: hampir 70 persen CEO, CFO, dan petinggi C-suite menggunakan AI kurang dari satu jam per minggu, dan 28 persen sama sekali tidak menyentuhnya.
Hanya sekitar 7 persen responden yang menggunakan AI lebih dari lima jam dalam sepekan. Meski begitu, adopsi perlahan naik; jajak pendapat Gallup bulan Januari mencatat 69 persen pemimpin menggunakan AI pada kuartal keempat 2025, naik dari posisi di bawah 40 persen pada pertengahan 2023.
Lebih jauh, para maestro pencipta candu digital ini justru membatasi ketat paparan layar pada keluarga mereka sendiri.
Angka ini sangat kerdil dibandingkan guyuran dana raksasa dari para hyperscaler AI—Microsoft, Amazon, dan Alphabet—yang secara kolektif menghabiskan USD300 miliar (sekitar Rp5.100 triliun).
Alih-alih meracik AI sendiri, Apple terpaksa memotori asisten virtual Siri mereka menggunakan teknologi Gemini milik Google.
Ketidaktertarikan pada AI ternyata juga mewabah di kalangan elite perusahaan. Riset Universitas Stanford yang dipimpin pakar masa depan kerja, Nicholas Bloom, menyurvei lebih dari 6.000 eksekutif senior di AS, Inggris, Jerman, dan Australia. Hasilnya mengejutkan: hampir 70 persen CEO, CFO, dan petinggi C-suite menggunakan AI kurang dari satu jam per minggu, dan 28 persen sama sekali tidak menyentuhnya.
Hanya sekitar 7 persen responden yang menggunakan AI lebih dari lima jam dalam sepekan. Meski begitu, adopsi perlahan naik; jajak pendapat Gallup bulan Januari mencatat 69 persen pemimpin menggunakan AI pada kuartal keempat 2025, naik dari posisi di bawah 40 persen pada pertengahan 2023.
Lebih jauh, para maestro pencipta candu digital ini justru membatasi ketat paparan layar pada keluarga mereka sendiri.
Lihat Juga :