Logitech Tuai Kontroversi dengan Membandingkan Penggunanya dengan Anjing
Jum'at, 27 Maret 2026 - 20:00 WIB
loading...
Logitech.Foto/Daily
A
A
A
BEIJING - Logitech, sebuah perusahaan aksesoris komputer di China, telah mengeluarkan permintaan maaf mendesak setelah sebuah iklan membandingkan pelanggan yang menunggu giliran penjualan dengan anjing.
Logitech China menghadapi krisis merek yang serius setelah sebuah iklan yang dianggap menyinggung konsumen muncul di saluran penjualan resminya. Insiden tersebut bermula dari iklan untuk "Logitech G Official Flagship Store" di platform Douyin pada tanggal 26 Maret.
Konten kontroversial tersebut memuat frasa yang menghina: "Begitu mulai dijual, bukankah kamu langsung menyerbu seperti anjing?"
Seketika itu juga, gambar ini menyebar dengan cepat di media sosial di Tiongkok, menyebabkan gelombang kemarahan dan seruan untuk memboikot produk perusahaan tersebut, terutama lini mouse gaming kelas atasnya.
Iklan Logitech, yang dianggap menyinggung perasaan pelanggan, segera dihapus setelahnya.
Setelah mendapat kecaman publik yang kuat, Logitech China mengeluarkan permintaan maaf resmi pada malam yang sama. Seorang perwakilan perusahaan menyatakan bahwa mereka "terkejut dan sedih" atas apa yang telah terjadi. Menurut penyelidikan awal, toko tersebut tidak dioperasikan langsung oleh Logitech tetapi dikelola oleh pihak ketiga, Shanghai Best Electronics Co., Ltd., di bawah otorisasi.
Logitech menjelaskan bahwa seorang karyawan dari mitra operasinya telah secara independen memposting konten tersebut tanpa melalui proses peninjauan materi pemasaran standar perusahaan. Hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap pedoman etika dan citra merek yang telah dibangun oleh perusahaan.
"Kami sepenuhnya memahami dan bersimpati dengan kekecewaan dan kemarahan setiap pemain," demikian pernyataan Logitech China dalam permintaan maafnya.
Perusahaan tersebut berjanji untuk segera menghapus semua konten yang melanggar dan mengambil tindakan tegas terhadap setiap karyawan yang terlibat dalam insiden tersebut.
Terlepas dari respons cepat perusahaan, banyak pengguna di forum teknologi tetap skeptis tentang rasa hormat tulus merek tersebut terhadap pelanggannya. Beberapa komentar menunjukkan bahwa menyalahkan sepenuhnya karyawan pihak ketiga hanyalah cara untuk menghindari tanggung jawab.
Logitech menyatakan akan menjadikan hal ini sebagai pelajaran berharga dan berkomitmen untuk memperketat proses pemantauan saluran penjualan online. Perusahaan menegaskan akan menggunakan standar yang paling ketat untuk melindungi reputasi mereknya dan mendapatkan kembali kepercayaan komunitas game di masa mendatang.
Saat ini, lembaga pengatur pasar juga memperhatikan kasus ini karena sifat sensitif dari konten iklan dan dampaknya terhadap hak-hak konsumen.
Logitech China menghadapi krisis merek yang serius setelah sebuah iklan yang dianggap menyinggung konsumen muncul di saluran penjualan resminya. Insiden tersebut bermula dari iklan untuk "Logitech G Official Flagship Store" di platform Douyin pada tanggal 26 Maret.
Konten kontroversial tersebut memuat frasa yang menghina: "Begitu mulai dijual, bukankah kamu langsung menyerbu seperti anjing?"
Seketika itu juga, gambar ini menyebar dengan cepat di media sosial di Tiongkok, menyebabkan gelombang kemarahan dan seruan untuk memboikot produk perusahaan tersebut, terutama lini mouse gaming kelas atasnya.
Iklan Logitech, yang dianggap menyinggung perasaan pelanggan, segera dihapus setelahnya.
Setelah mendapat kecaman publik yang kuat, Logitech China mengeluarkan permintaan maaf resmi pada malam yang sama. Seorang perwakilan perusahaan menyatakan bahwa mereka "terkejut dan sedih" atas apa yang telah terjadi. Menurut penyelidikan awal, toko tersebut tidak dioperasikan langsung oleh Logitech tetapi dikelola oleh pihak ketiga, Shanghai Best Electronics Co., Ltd., di bawah otorisasi.
Logitech menjelaskan bahwa seorang karyawan dari mitra operasinya telah secara independen memposting konten tersebut tanpa melalui proses peninjauan materi pemasaran standar perusahaan. Hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap pedoman etika dan citra merek yang telah dibangun oleh perusahaan.
"Kami sepenuhnya memahami dan bersimpati dengan kekecewaan dan kemarahan setiap pemain," demikian pernyataan Logitech China dalam permintaan maafnya.
Perusahaan tersebut berjanji untuk segera menghapus semua konten yang melanggar dan mengambil tindakan tegas terhadap setiap karyawan yang terlibat dalam insiden tersebut.
Terlepas dari respons cepat perusahaan, banyak pengguna di forum teknologi tetap skeptis tentang rasa hormat tulus merek tersebut terhadap pelanggannya. Beberapa komentar menunjukkan bahwa menyalahkan sepenuhnya karyawan pihak ketiga hanyalah cara untuk menghindari tanggung jawab.
Logitech menyatakan akan menjadikan hal ini sebagai pelajaran berharga dan berkomitmen untuk memperketat proses pemantauan saluran penjualan online. Perusahaan menegaskan akan menggunakan standar yang paling ketat untuk melindungi reputasi mereknya dan mendapatkan kembali kepercayaan komunitas game di masa mendatang.
Saat ini, lembaga pengatur pasar juga memperhatikan kasus ini karena sifat sensitif dari konten iklan dan dampaknya terhadap hak-hak konsumen.
(wbs)
Lihat Juga :