Gemini Terang-terangan Rayu Pengguna ChatGPT dan Claude Pindah Haluan
Jum'at, 27 Maret 2026 - 15:49 WIB
loading...
Tangkapan layar antarmuka Gemini yang kini secara terang-terangan menyediakan fitur eksklusif untuk membajak dan mengimpor riwayat percakapan dari pesaingnya, ChatGPT dan Claude. Foto: Gemini/Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Google tidak lagi bermain aman dalam perang ekosistem Kecerdasan Buatan (AI) global dengan merilis manuver paling agresifnya tahun ini: membiarkan Gemini secara terbuka "membajak" riwayat percakapan dan memori pengguna dari pesaing utamanya, ChatGPT dan Claude.
Google meluncurkan kapabilitas impor data ini bertepatan dengan debut Gemini 3.1 Flash Live. Taktik ini menjadi upaya cerdik Google untuk menghancurkan lock-in effect (efek penguncian) dari ekosistem OpenAI.
Selama ini, keengganan pengguna ChatGPT untuk beralih ke Gemini kerap dipicu oleh ketakutan kehilangan riwayat prompt dan memori personalisasi yang telah terbangun lama.
Demi memfasilitasi eksodus massal ini, Google membentangkan karpet merah lewat opsi "Import memory to Gemini" yang bersembunyi di balik ikon roda gigi "Settings & help" pada sudut kiri bawah antarmuka.
Melalui tautan khusus gemini.google.com/import, manuver pembajakan ini menawarkan opsi "Import chats" di mana Google secara gamblang menyebut nama ChatGPT dan Claude.
Pengguna diizinkan mengunggah file berekstensi .zip raksasa hingga ukuran 5 GB, dengan batas maksimal pengunggahan sebanyak 5 file .zip per hari.
Langkah pencurian legal ini dibuat begitu praktis. Untuk mengekspor dari ChatGPT, pengguna cukup mengeklik username di kiri bawah, masuk ke Settings, lalu Data controls, dan menekan tombol Export di sebelah menu Export data lalu mengonfirmasinya.
Prosedur serupa berlaku untuk Claude: masuk ke Settings, pilih Privacy, klik Export di menu Export data, tentukan rentang data, dan sistem lawan
akan mengirimkan tautan unduhan file langsung ke email pengguna.
Seluruh obrolan selundupan ini nantinya akan menetap di panel samping Gemini dengan ikon khusus import chat. Pengguna diberi kendali penuh untuk mencari atau menghapus seluruh obrolan dalam satu file .zip tersebut hanya dengan menekan tombol Delete. Jika pengguna mengunggah ulang file ekspor yang sama, Gemini akan otomatis menimpa data lama dan menambahkan obrolan baru yang relevan.
Manuver paling mematikan justru terletak pada fitur "Import memory". Google memaksa AI lawan untuk "menelanjangi" identitas pengguna dengan menyediakan sebuah prompt khusus yang harus disalin ke ChatGPT atau Claude.
Instruksi ini memerintahkan AI tersebut merangkum identitas pengguna dalam 5 kategori berurutan:
1. Informasi Demografi,
2. Minat & Preferensi,
3. Hubungan,
4. Acara/Proyek Bertanggal,
dan 5. Instruksi (aturan tegas "selalu lakukan X" atau "jangan lakukan Y").
Output ini diwajibkan menggunakan sudut pandang netral tanpa kata ganti orang pertama atau kedua, dan disajikan dalam blok teks yang menyertakan bukti kutipan verbatim dengan format tanggal [YYYY-MM-DD].
Meski strategi ini dinilai ampuh untuk melumpuhkan dominasi kompetitor, agresivitas Google masih harus tunduk pada regulasi privasi internasional. Fitur impor mutakhir ini dipastikan tidak tersedia bagi pengguna yang berdomisili di Area Ekonomi Eropa (EEA), Swiss, maupun Inggris (United Kingdom).
Google meluncurkan kapabilitas impor data ini bertepatan dengan debut Gemini 3.1 Flash Live. Taktik ini menjadi upaya cerdik Google untuk menghancurkan lock-in effect (efek penguncian) dari ekosistem OpenAI.
Selama ini, keengganan pengguna ChatGPT untuk beralih ke Gemini kerap dipicu oleh ketakutan kehilangan riwayat prompt dan memori personalisasi yang telah terbangun lama.
Demi memfasilitasi eksodus massal ini, Google membentangkan karpet merah lewat opsi "Import memory to Gemini" yang bersembunyi di balik ikon roda gigi "Settings & help" pada sudut kiri bawah antarmuka.
Melalui tautan khusus gemini.google.com/import, manuver pembajakan ini menawarkan opsi "Import chats" di mana Google secara gamblang menyebut nama ChatGPT dan Claude.
Pengguna diizinkan mengunggah file berekstensi .zip raksasa hingga ukuran 5 GB, dengan batas maksimal pengunggahan sebanyak 5 file .zip per hari.
Langkah pencurian legal ini dibuat begitu praktis. Untuk mengekspor dari ChatGPT, pengguna cukup mengeklik username di kiri bawah, masuk ke Settings, lalu Data controls, dan menekan tombol Export di sebelah menu Export data lalu mengonfirmasinya.
Prosedur serupa berlaku untuk Claude: masuk ke Settings, pilih Privacy, klik Export di menu Export data, tentukan rentang data, dan sistem lawan
akan mengirimkan tautan unduhan file langsung ke email pengguna.
Seluruh obrolan selundupan ini nantinya akan menetap di panel samping Gemini dengan ikon khusus import chat. Pengguna diberi kendali penuh untuk mencari atau menghapus seluruh obrolan dalam satu file .zip tersebut hanya dengan menekan tombol Delete. Jika pengguna mengunggah ulang file ekspor yang sama, Gemini akan otomatis menimpa data lama dan menambahkan obrolan baru yang relevan.
Manuver paling mematikan justru terletak pada fitur "Import memory". Google memaksa AI lawan untuk "menelanjangi" identitas pengguna dengan menyediakan sebuah prompt khusus yang harus disalin ke ChatGPT atau Claude.
Instruksi ini memerintahkan AI tersebut merangkum identitas pengguna dalam 5 kategori berurutan:
1. Informasi Demografi,
2. Minat & Preferensi,
3. Hubungan,
4. Acara/Proyek Bertanggal,
dan 5. Instruksi (aturan tegas "selalu lakukan X" atau "jangan lakukan Y").
Output ini diwajibkan menggunakan sudut pandang netral tanpa kata ganti orang pertama atau kedua, dan disajikan dalam blok teks yang menyertakan bukti kutipan verbatim dengan format tanggal [YYYY-MM-DD].
Meski strategi ini dinilai ampuh untuk melumpuhkan dominasi kompetitor, agresivitas Google masih harus tunduk pada regulasi privasi internasional. Fitur impor mutakhir ini dipastikan tidak tersedia bagi pengguna yang berdomisili di Area Ekonomi Eropa (EEA), Swiss, maupun Inggris (United Kingdom).
(dan)
Lihat Juga :