iPhone Terancam DarkSword: Sekali Klik Website, Data Bisa Dikuras Habis

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:10 WIB
loading...
iPhone Terancam DarkSword:...
Eksploit DarkSword menunjukkan bagaimana iPhone dapat diretas hanya dengan membuka satu website berbahaya. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Keamanan iPhone kembali dipertanyakan. Kali ini, ancamannya bukan aplikasi ilegal atau phishing biasa, melainkan eksploit canggih bernama DarkSword yang cukup dengan satu kunjungan website untuk mengambil alih perangkat.

Peneliti keamanan dari Google mengungkap DarkSword sebagai rangkaian eksploit yang menggabungkan enam celah keamanan di iOS dan Safari.

Serangan ini menargetkan iPhone dengan sistem operasi iOS 18.4 hingga iOS 18.7, dan sudah digunakan sejak akhir 2025 dalam berbagai operasi siber terarah.

Yang membuat ancaman ini serius adalah metode serangannya. Pengguna tidak perlu mengunduh apa pun. Cukup membuka situs berbahaya atau yang sudah disusupi, perangkat bisa langsung terinfeksi—sebuah teknik yang dikenal sebagai drive-by attack.

Dalam praktiknya, DarkSword digunakan oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan spyware komersial hingga aktor negara. Kampanye serangan tercatat terjadi di Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Ukraina.

Di Arab Saudi, penyerang bahkan menggunakan aplikasi tiruan Snapchat, sementara di Ukraina, dua situs, termasuk situs pemerintah, telah disusupi.

Setelah berhasil masuk, DarkSword mengirimkan malware seperti Ghostblade. Malware ini bekerja cepat dan agresif: mencuri hampir seluruh data penting dalam satu kali eksekusi.

Data yang diambil mencakup:
SMS, iMessage, Telegram, WhatsApp, email
foto, catatan, kalender, data kesehatan
lokasi, riwayat browsing Safari, cookie
kontak, riwayat panggilan, konfigurasi WiFi dan password
file iCloud Drive dan aplikasi terpasang

Lebih jauh, Ghostblade juga secara khusus menargetkan data kripto. Malware ini mencari aplikasi seperti Coinbase, Binance, Kraken, Kucoin, OKX, Mexc, serta dompet digital seperti Ledger, Trezor, Metamask, Exodus, Uniswap, Phantom, dan Gnosis Safe.

Artinya, risiko tidak hanya kebocoran data, tetapi juga pencurian aset digital. Yang lebih mengkhawatirkan, Ghostblade dirancang untuk menghapus jejaknya setelah mencuri data. Akibatnya, korban sering kali tidak menyadari bahwa perangkatnya telah diretas.

Kasus ini menunjukkan satu hal: iPhone tidak lagi kebal seperti yang sering dipersepsikan pasar. Dalam konteks 2026, di mana smartphone menjadi pusat data pribadi dan finansial, eksploit seperti DarkSword memperlihatkan bahwa keamanan kini lebih bergantung pada pembaruan sistem daripada reputasi merek.

Solusi yang disarankan cukup jelas, tetapi sering diabaikan. Apple telah merilis patch untuk celah keamanan ini, termasuk CVE-2026-20700, sehingga pengguna wajib memperbarui perangkat ke versi iOS terbaru.

Langkah tambahan lain meliputi:

menghindari klik link mencurigakan
menggunakan autentikasi dua faktor
memindahkan aset kripto ke hardware wallet
membatasi izin aplikasi terhadap data sensitif

Tren 2026 menunjukkan serangan siber semakin terarah dan kompleks. DarkSword bukan sekadar celah teknis, tetapi sinyal bahwa perang keamanan digital kini sudah menyasar level perangkat pribadi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Ternyata Bawa iPhone 17 Pro Max ke Bulan
Akhirnya, Galaxy S26...
Akhirnya, Galaxy S26 Kini Bisa AirDrop ke iPhone lewat Fitur Quick Share
Update Harga iPhone...
Update Harga iPhone Februari 2026, Diskon Imlek dan Jelang Ramadan!
Pasar Ponsel China Anjlok...
Pasar Ponsel China Anjlok 23 Persen di Awal 2026, tapi Penjualan iPhone 17 Justru Meroket
Pendapatan Apple Tembus...
Pendapatan Apple Tembus Rp 2.300 Triliun! iPhone 17 Laris Manis, China dan India Jadi Penyelamat
Siap-siap Kecewa, iPhone...
Siap-siap Kecewa, iPhone 18 Tak Muncul di 2026! Apple Siapkan Ponsel Lipat Sebagai Gantinya
Nagita Slavina Keciduk...
Nagita Slavina Keciduk Pakai iPhone 17 Pro Meski Belum Resmi Masuk Indonesia
Rekomendasi
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved