Nvidia Pertaruhkan Rp17.000 Triliun Demi Ciptakan Agen AI Otonom

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:27 WIB
loading...
Nvidia Pertaruhkan Rp17.000...
CEO Nvidia, Jensen Huang, tampil dengan jaket kulit hitam ikoniknya di panggung GTC 2026 di San Jose, memotret ambisi raksasa teknologi yang kini tak lagi sekadar membuat cip, melainkan merancang agen AI otonom. Foto: Getty Images
A A A
SAN JOSE - Perusahaan paling berharga di muka bumi baru saja mengirimkan sinyal kematian bagi jutaan pekerjaan administratif manusia.

Di ajang konferensi GTC San Jose, California, awal pekan ini—yang kerap dijuluki "Super Bowl-nya AI"—Nvidia secara terang-terangan menggeser kiblat bisnisnya.

Mereka tidak lagi hanya ingin menjadi pabrik perangkat keras pemroses grafis, melainkan arsitek utama pencipta "Agen AI", entitas asisten digital otonom yang dirancang untuk bekerja menggantikan peran manusia.

Chatbot yang sekadar menjawab pertanyaan kini dianggap usang. Nvidia kini berfokus pada agen AI yang mampu membangun situs web, menyusun presentasi pemasaran, hingga mengirim email secara mandiri, didorong oleh popularitas agen Cowork dan Claude Code dari Anthropic.

Untuk merealisasikan ambisi ini, CEO Nvidia Jensen Huang merombak total infrastrukturnya.

Platform komputasi teranyar mereka, Vera Rubin, yang terdiri dari tujuh cip dan kini masuk tahap produksi penuh, tidak lagi berpusat pada Graphics Processing Unit (GPU).

Rak komputasi pusat mereka kini diisi oleh Central Processing Unit (CPU), yang dinilai lebih ideal untuk memproses beban kerja agen AI.

Lebih kritis lagi, Nvidia mulai mengintegrasikan perangkat non-Nvidia: Language Processing Unit (LPU) berkecepatan tinggi dari Groq, buah dari kesepakatan raksasa senilai USD20 miliar (Rp340 triliun) pada November lalu.

Seluruh infrastruktur keras ini bermuara pada satu senjata lunak: OpenClaw. Di tengah kontroversi keamanan dan privasi yang disorot pakar siber, Nvidia tetap merilis perangkat perlindungan agar agen OpenClaw bisa mengakses sistem dan fail perusahaan secara "aman".

Huang, yang mengaku bekerja langsung dengan pencipta OpenClaw Peter Steinberger (sebelum akhirnya dibajak oleh OpenAI), menyebut platform ini sebagai "sistem operasi untuk AI personal."

Ia tanpa ragu menyejajarkan skalanya dengan revolusi sistem operasi Mac, Windows, HTML, hingga Linux. "Setiap perusahaan di dunia saat ini harus memiliki strategi OpenClaw. Ini adalah komputer masa depan," tegas Huang.

Ambisi monopoli ini rupanya tidak muat lagi di Bumi. Mengantisipasi krisis lahan dan energi untuk pusat data, Nvidia meluncurkan modul luar angkasa untuk Vera Rubin.

Langkah ini mengonfirmasi tren gila para elite teknologi seperti CEO OpenAI Sam Altman dan CEO xAI/Tesla Elon Musk yang berambisi membangun pusat data di luar angkasa.

Analis Wedbush, Dan Ives, memperingatkan bahwa langkah ini membuktikan Nvidia kini berfokus jauh melampaui komputasi biasa, mengincar kendali penuh atas jaringan masa depan di dunia AI.

Demi membenarkan investasi dan perombakan ekstrem ini di mata Wall Street, Huang menjual ilusi pertumbuhan tanpa batas.

Ia mengklaim permintaan komputasi "terus meroket" dan memproyeksikan pendapatan Nvidia akan menembus angka tak masuk akal: USD1 triliun (Rp17.000 triliun) hingga 2027.

Angka fantastis ini menjadi bukti bahwa di tahun 2026, inovasi bukan lagi sekadar mempermudah hidup manusia, melainkan mengeksploitasi otomatisasi mutlak yang pada akhirnya mereduksi nilai tenaga kerja itu sendiri.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Rekomendasi
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved