Iran Tuduh AS dan Israel Contek Teknologi Drone Shahed

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:09 WIB
loading...
Iran Tuduh AS dan Israel...
Drone Shahed. Foto/ VIET
A A A
TEHERAN - Iran mengklaim bahwa musuh-musuhnya meniru drone Shahed untuk melakukan serangan di berbagai negara di kawasan tersebut dengan tujuan menyalahkan Iran.

Dalam pernyataan yang dirilis pada 15 Maret, juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaqari mengatakan bahwa setelah gagal di medan perang dan dalam membangun aliansi politik melawan Iran, "musuh" telah menggunakan apa yang ia sebut sebagai taktik penipuan.

Menurutnya, pihak musuh telah meniru model drone Shahed-136 yang dikembangkan oleh Iran dan menggunakan versi yang disebut "Lucas" untuk melakukan serangan terhadap target di wilayah tersebut.

Zolfaqari berpendapat bahwa tujuan dari tindakan-tindakan ini adalah untuk menciptakan kecurigaan dan tuduhan langsung terhadap Iran, sehingga menyebabkan perpecahan antara Iran dan negara-negara tetangganya serta melemahkan kemampuan pertahanan angkatan bersenjata Iran.

Replika Shahed tersebut diproduksi oleh AS. Foto: Angkatan Darat AS
Juru bicara tersebut juga menekankan bahwa doktrin pertahanan Iran didasarkan pada prinsip-prinsip yang dianggap sah oleh Iran dan bertujuan untuk melawan aksi militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, Iran hanya menargetkan sasaran, pusat, dan kepentingan Amerika Serikat dan Israel, serta secara jelas mengidentifikasi targetnya dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.

Zolfaqari berpendapat bahwa beberapa serangan di negara-negara tetangga seperti Turki, Kuwait, dan Irak telah secara keliru dikaitkan dengan angkatan bersenjata Iran.

Ia mendesak negara-negara di kawasan itu untuk menjaga kepercayaan dan kerja sama guna menghindari keterlibatan dalam tindakan yang dianggap Iran sebagai tindakan yang memecah belah.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa serangan rudal berat selama pertempuran telah merusak kawasan industri di kota Tel Aviv, Israel. Pernyataan tersebut menyebutkan jumlah ambulans yang dikerahkan dan laporan korban jiwa, yang menyoroti luasnya kerusakan akibat serangan tersebut.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa target di Pangkalan Udara al-Harir di Erbil (Irak), serta Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Kamp Arifjan (Kuwait), diserang oleh rudal dan drone Iran.

Dalam perkembangan terkait, IRGC telah berbicara tentang nasib Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tidak pasti. IRGC menekankan bahwa jika Perdana Menteri Israel masih hidup, kelompok tersebut akan melanjutkan upayanya untuk memburunya dan melenyapkannya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Berita Terkini
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved