Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
Selasa, 17 Maret 2026 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Namun,para ilmuwanpercaya bahwa di balik fluktuasi jangka pendek ini terdapat tren jangka panjang yang terkait dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
Penyebab utamanya berasal dari pencairan lapisan es kutub. Seiring meningkatnya suhu global, es berusia ribuan tahun di kutub mencair dan mengalir ke lautan. Air ini tidak tetap berada di satu tempat tetapi menyebar secara global, terkonsentrasi lebih banyak di dekat khatulistiwa karena gaya sentrifugal.
Fenomena ini mirip dengan cara seorang pemain seluncur es merentangkan kedua tangannya lebar-lebar untuk memperlambat putaran.
Demikian pula untuk Bumi, ketika massa es terkonsentrasi di kutub (dekat sumbu rotasi), Bumi berputar lebih cepat. Ketika massa bergeser ke arah khatulistiwa (menjauh dari sumbu rotasi), momen inersia meningkat, menyebabkan Bumi melambat dan hari menjadi lebih panjang.
"Pencairan lapisan es kutub yang cepat pada abad ke-21 menyebabkan permukaan laut naik dan memperlambat rotasi Bumi,"kata ilmuwan Mostafa Kiani Shahvandi dari Departemen Meteorologi dan Geofisika di Universitas Wina (Austria). "Yang ingin kami klarifikasi adalah apakah pernah ada periode dalam sejarah di mana iklim menyebabkan laju perubahan yang serupa."
Tim peneliti menyimpulkan bahwa, rata-rata, panjang hari di Bumi meningkat sekitar 1,33 milidetik setiap abad. Angka ini mungkin terdengar kecil, tetapi ini mewakili laju perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Penyebab utamanya berasal dari pencairan lapisan es kutub. Seiring meningkatnya suhu global, es berusia ribuan tahun di kutub mencair dan mengalir ke lautan. Air ini tidak tetap berada di satu tempat tetapi menyebar secara global, terkonsentrasi lebih banyak di dekat khatulistiwa karena gaya sentrifugal.
Fenomena ini mirip dengan cara seorang pemain seluncur es merentangkan kedua tangannya lebar-lebar untuk memperlambat putaran.
Demikian pula untuk Bumi, ketika massa es terkonsentrasi di kutub (dekat sumbu rotasi), Bumi berputar lebih cepat. Ketika massa bergeser ke arah khatulistiwa (menjauh dari sumbu rotasi), momen inersia meningkat, menyebabkan Bumi melambat dan hari menjadi lebih panjang.
"Pencairan lapisan es kutub yang cepat pada abad ke-21 menyebabkan permukaan laut naik dan memperlambat rotasi Bumi,"kata ilmuwan Mostafa Kiani Shahvandi dari Departemen Meteorologi dan Geofisika di Universitas Wina (Austria). "Yang ingin kami klarifikasi adalah apakah pernah ada periode dalam sejarah di mana iklim menyebabkan laju perubahan yang serupa."
Tim peneliti menyimpulkan bahwa, rata-rata, panjang hari di Bumi meningkat sekitar 1,33 milidetik setiap abad. Angka ini mungkin terdengar kecil, tetapi ini mewakili laju perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lihat Juga :