Akun Roblox Anak di Bawah 16 Tahun Akan Dinonaktifkan Mulai 28 Maret, Ini Faktanya
Rabu, 11 Maret 2026 - 13:52 WIB
loading...
Komdigi mengumumkan mulai 28 Maret 2026 akun anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi akan dinonaktifkan secara bertahap, salah satunya Roblox. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Komunikasi dan Digital ( Komdigi ) resmi mengambil langkah tegas terkait penggunaan platform digital bagi anak-anak. Melalui Permen No 9/2026, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengumumkan mulai 28 Maret 2026 akun anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi akan dinonaktifkan secara bertahap. Platform digital yang masuk dalam daftar "merah" ini termasuk media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga platform game populer, Roblox .
Langkah berani ini diambil bukan tanpa alasan. Komdigi menyoroti bahwa berbagai platformdigital tersebut memiliki risiko tinggi terhadap keamanan anak. Beberapa alasan utama di balik kebijakan ini adalah, pertama, bahaya konten negatif. Risiko paparan konten pornografi dan kekerasan. Baca juga: Pemerintah Resmi Melarang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Medsos
Kedua, cyberbullying. Interaksi terbuka dengan orang asing yang rentan berujung pada perundungan siber. Ketiga, adiksi digital. Tingkat kecanduan yang tinggi yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan fokus belajar anak.
Bagi banyak orang tua, kebijakan ini seperti buah simalakama. Di satu sisi, keamanan anak adalah prioritas, namun di sisi lain, anak-anak terancam kehilangan wadah kreativitas mereka.
Meski akses "bermain" akan diperketat, para ahli dan praktisi pendidikan menyarankan orang tua untuk melihat masalah ini dari berbagai arah. Faktanya, Roblox tidak hanya tentang bermain game. Ada sisi lain yang lebih luas bernama Roblox Studio.
Berbeda dengan aplikasi Roblox biasa, Roblox Studio adalah perangkat pengembangan profesional yang digunakan untuk membuat game, bukan sekadar memainkannya. Di sini, anak-anak belajar bahasa pemrograman (coding), logika matematika, hingga desain 3D. Kabar baiknya, hingga saat ini belum ada regulasi yang melarang penggunaan Roblox Studio, karena fungsinya yang murni untuk edukasi dan produktivitas.
Menghadapi aturan baru Komdigi, Timedoor Academy hadir sebagai solusi bagi orang tua yang ingin mengarahkan minat digital anak ke jalur yang positif. Daripada membiarkan anak merasa kecewa karena akunnya dinonaktifkan, ini saat yang tepat untuk mengubah mereka dari User (Pengguna) menjadi Creator (Pencipta).
Di Timedoor Academy, penggunaan Roblox diarahkan secara produktif. Pertama, Kurikulum Edukatif. Anak-anak diajarkan membuat game yang mengandung unsur pelajaran sekolah seperti Matematika dan Bahasa Inggris.
Kedua, Lingkungan Terkendali. Fokus mereka adalah coding dan kreativitas, bukan sekadar bermain tanpa tujuan. Ketiga, Transparansi dan Keamanan. ”Kami berkomitmen memberikan akses bagi orang tua untuk memantau apa yang sedang dibuat oleh anak-anak mereka,” demikian pernyataan Timedoor Academy dalam siaran tertulis, Rabu (11/3/2026). Baca juga: Roblox Gunakan AI untuk Ubah Pesan Kasar Menjadi Versi Sopan
Sebagai lembaga pendidikan teknologi, Timedoor Academy berkomitmen untuk tetap mematuhi aturan pemerintah. ”Jika nantinya Roblox Studio memerlukan verifikasi lebih lanjut, kami akan bekerja sama dengan orang tua untuk menggunakan ID resmi (verifikasi orang tua) guna memastikan anak tetap bisa belajar secara legal dan aman,” lanjutnya.
Timedoor Academy menuturkan, larangan dari Komdigi adalah bentuk perlindungan, namun bukan berarti kreativitas anak harus berhenti. Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak tetap bisa mengeksplorasi dunia digital tanpa harus terpapar risiko negatif.
Langkah berani ini diambil bukan tanpa alasan. Komdigi menyoroti bahwa berbagai platformdigital tersebut memiliki risiko tinggi terhadap keamanan anak. Beberapa alasan utama di balik kebijakan ini adalah, pertama, bahaya konten negatif. Risiko paparan konten pornografi dan kekerasan. Baca juga: Pemerintah Resmi Melarang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Medsos
Kedua, cyberbullying. Interaksi terbuka dengan orang asing yang rentan berujung pada perundungan siber. Ketiga, adiksi digital. Tingkat kecanduan yang tinggi yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan fokus belajar anak.
Bagi banyak orang tua, kebijakan ini seperti buah simalakama. Di satu sisi, keamanan anak adalah prioritas, namun di sisi lain, anak-anak terancam kehilangan wadah kreativitas mereka.
Meski akses "bermain" akan diperketat, para ahli dan praktisi pendidikan menyarankan orang tua untuk melihat masalah ini dari berbagai arah. Faktanya, Roblox tidak hanya tentang bermain game. Ada sisi lain yang lebih luas bernama Roblox Studio.
Berbeda dengan aplikasi Roblox biasa, Roblox Studio adalah perangkat pengembangan profesional yang digunakan untuk membuat game, bukan sekadar memainkannya. Di sini, anak-anak belajar bahasa pemrograman (coding), logika matematika, hingga desain 3D. Kabar baiknya, hingga saat ini belum ada regulasi yang melarang penggunaan Roblox Studio, karena fungsinya yang murni untuk edukasi dan produktivitas.
Menghadapi aturan baru Komdigi, Timedoor Academy hadir sebagai solusi bagi orang tua yang ingin mengarahkan minat digital anak ke jalur yang positif. Daripada membiarkan anak merasa kecewa karena akunnya dinonaktifkan, ini saat yang tepat untuk mengubah mereka dari User (Pengguna) menjadi Creator (Pencipta).
Di Timedoor Academy, penggunaan Roblox diarahkan secara produktif. Pertama, Kurikulum Edukatif. Anak-anak diajarkan membuat game yang mengandung unsur pelajaran sekolah seperti Matematika dan Bahasa Inggris.
Kedua, Lingkungan Terkendali. Fokus mereka adalah coding dan kreativitas, bukan sekadar bermain tanpa tujuan. Ketiga, Transparansi dan Keamanan. ”Kami berkomitmen memberikan akses bagi orang tua untuk memantau apa yang sedang dibuat oleh anak-anak mereka,” demikian pernyataan Timedoor Academy dalam siaran tertulis, Rabu (11/3/2026). Baca juga: Roblox Gunakan AI untuk Ubah Pesan Kasar Menjadi Versi Sopan
Sebagai lembaga pendidikan teknologi, Timedoor Academy berkomitmen untuk tetap mematuhi aturan pemerintah. ”Jika nantinya Roblox Studio memerlukan verifikasi lebih lanjut, kami akan bekerja sama dengan orang tua untuk menggunakan ID resmi (verifikasi orang tua) guna memastikan anak tetap bisa belajar secara legal dan aman,” lanjutnya.
Timedoor Academy menuturkan, larangan dari Komdigi adalah bentuk perlindungan, namun bukan berarti kreativitas anak harus berhenti. Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak tetap bisa mengeksplorasi dunia digital tanpa harus terpapar risiko negatif.
(poe)
Lihat Juga :