Bukan Sekadar Pameran PC, Computex 2026 Jadi Arena Perang Infrastruktur AI Global
Selasa, 03 Maret 2026 - 17:34 WIB
loading...
Ribuan profesional industri memadati area Computex yang kini bertransformasi dari sekadar ajang pamer perangkat keras konsumen menjadi pusat ekosistem kecerdasan buatan (AI) terintegrasi berskala global. Foto: ist
A
A
A
TAIWAN - Selama bertahun-tahun, publik mengenal Computex sebagai surga bagi para perakit komputer “hardcore”. Namun, pada 2026, lupakan sejenak tentang prosesor gaming konvensional.
Pameran raksasa ini telah bermutasi menjadi episentrum nyata bagi perang infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI) global.
Digelar pada tanggal 2 hingga 5 Juni 2026, Computex mengambil alih empat lokasi raksasa di Taipei sekaligus: TaiNEX 1 dan 2, TWTC Hall 1, serta Taipei International Convention Center (TICC).
Membentang di kawasan bisnis Nangang dan Xinyi, skala pameran tahun ini menjadi standar baru dengan hadirnya 1.500 peserta pameran yang menempati 6.000 stan.
Melihat tren pasar teknologi 2026, logikanya jelas: AI bukan lagi sekadar perangkat lunak chatbot pintar di layar smartphone, melainkan infrastruktur fisik yang butuh pabrik, chip, dan server raksasa.
![Bukan Sekadar Pameran PC, Computex 2026 Jadi Arena Perang Infrastruktur AI Global]()
Menjawab tantangan komersialisasi ini, Computex 2026 mengusung tema “AI Together”, membedah tiga urat nadi utama masa depan: AI & Komputasi, Robotika & Mobilitas, serta Teknologi Generasi Berikutnya.
Di arena pameran, merek-merek garda depan seperti ASUS, Acer, MSI, Gigabyte, BenQ, dan ASRock tak lagi sekadar memajang laptop, melainkan ekosistem komputasi AI utuh.
Di balik layar, raksasa manufaktur penopang dunia seperti Foxconn, Compal, Pegatron, dan Wiwynn mendemonstrasikan bagaimana sistem AI diproduksi dan diintegrasikan secara massal.
Sementara itu, pemain inti seperti MediaTek, Intel, Vertiv Taiwan, dan Delta fokus pada solusi dari hulu ke hilir—mulai dari prosesor pintar hingga manajemen daya server yang efisien agar tak lagi rakus listrik.
Satu tren pasar paling menonjol di 2026 adalah ledakan otomatisasi. Untuk itu, Computex secara khusus membuka Zona Robotika dan Zona TechXperience baru di TWTC Hall 1.
Perusahaan seperti Intel, YUAN, Texas Instruments, Solomon, dan E Ink hadir untuk membuktikan bahwa robot yang dilengkapi "penglihatan mesin" (machine vision) kini telah keluar dari batas-batas pabrik dan mulai merambah sektor kesehatan, ritel, hingga logistik sehari-hari.
Tidak hanya bagi raksasa industri, Computex juga mempertahankan InnoVEX sebagai arena pertempuran bagi para startup inovatif, pemodal ventura, dan akselerator global.
Pameran raksasa ini telah bermutasi menjadi episentrum nyata bagi perang infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI) global.
Digelar pada tanggal 2 hingga 5 Juni 2026, Computex mengambil alih empat lokasi raksasa di Taipei sekaligus: TaiNEX 1 dan 2, TWTC Hall 1, serta Taipei International Convention Center (TICC).
Membentang di kawasan bisnis Nangang dan Xinyi, skala pameran tahun ini menjadi standar baru dengan hadirnya 1.500 peserta pameran yang menempati 6.000 stan.
Melihat tren pasar teknologi 2026, logikanya jelas: AI bukan lagi sekadar perangkat lunak chatbot pintar di layar smartphone, melainkan infrastruktur fisik yang butuh pabrik, chip, dan server raksasa.

Menjawab tantangan komersialisasi ini, Computex 2026 mengusung tema “AI Together”, membedah tiga urat nadi utama masa depan: AI & Komputasi, Robotika & Mobilitas, serta Teknologi Generasi Berikutnya.
Di arena pameran, merek-merek garda depan seperti ASUS, Acer, MSI, Gigabyte, BenQ, dan ASRock tak lagi sekadar memajang laptop, melainkan ekosistem komputasi AI utuh.
Di balik layar, raksasa manufaktur penopang dunia seperti Foxconn, Compal, Pegatron, dan Wiwynn mendemonstrasikan bagaimana sistem AI diproduksi dan diintegrasikan secara massal.
Sementara itu, pemain inti seperti MediaTek, Intel, Vertiv Taiwan, dan Delta fokus pada solusi dari hulu ke hilir—mulai dari prosesor pintar hingga manajemen daya server yang efisien agar tak lagi rakus listrik.
Satu tren pasar paling menonjol di 2026 adalah ledakan otomatisasi. Untuk itu, Computex secara khusus membuka Zona Robotika dan Zona TechXperience baru di TWTC Hall 1.
Perusahaan seperti Intel, YUAN, Texas Instruments, Solomon, dan E Ink hadir untuk membuktikan bahwa robot yang dilengkapi "penglihatan mesin" (machine vision) kini telah keluar dari batas-batas pabrik dan mulai merambah sektor kesehatan, ritel, hingga logistik sehari-hari.
Tidak hanya bagi raksasa industri, Computex juga mempertahankan InnoVEX sebagai arena pertempuran bagi para startup inovatif, pemodal ventura, dan akselerator global.
(dan)
Lihat Juga :