Farmaku.com Ajak Warga Jakarta Rapid Test Mandiri di Rumah
Senin, 04 Mei 2020 - 18:12 WIB
loading...
Farmaku siap mendistribusikan kepada masyarakat khususnya yang berada di wilayah Jakarta untuk dapat melakukan rapid test mandiri sendiri. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Angka terinfeksi COVID-19 di Indonesia, khususnya Jabodetabek terus bertambah. Banyak di antaranya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).
Kondisi ini membuat Farmaku.com sebagai platform startup yang bergerak di bidang apotek, farmasi, kesehatan, dan kecantikan online diTanah Air, sadar akan kebutuhan rapid test yang sangat tinggi. Sehingga melakukan program rapid test mandiri di rumah menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat.
Semenjak kasus COVID-19 muncul, permintaan penyediaan rapid test yang disediakan pemerintah semakin banyak. Jumlah pasien yang positif terinfeksi virus ini juga telah mencapai lebih dari 11.000 jiwa. Karena itu, diperlukan dukungan dari masyarakat untuk dapat melakukan rapid test secara mandiri mengingat penggunaan rapid test kit mudah, dapat dibantu dan dipantau oleh keluarga di rumah.
Awal April lalu, pemerintah resmi mendistribusikan rapid test kit kepada masyarakat yang berada di zona merah untuk menangani virus COVID-19. Tujuannya dapat mempersingkat waktu pengecekan, baik untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun Orang Dalam Pantauan (ODP). Pergerakan pemerintah dinilai cukup baik dalam menangani kasus pandemik COVID-19.
Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menginstruksikan rapid test secara massal segera dilakukan dan memperbanyak persediaan alat tes. Sayangnya, saat ini banyak ditemukan rapid test kit yang dijual tanpa melalui rekomendasi, bukan jalur resmi pemerintah, dan melalui jalur yang sulit dipertanggungjawabkan.
Kondisi ini membuat Farmaku.com sebagai platform startup yang bergerak di bidang apotek, farmasi, kesehatan, dan kecantikan online diTanah Air, sadar akan kebutuhan rapid test yang sangat tinggi. Sehingga melakukan program rapid test mandiri di rumah menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat.
Semenjak kasus COVID-19 muncul, permintaan penyediaan rapid test yang disediakan pemerintah semakin banyak. Jumlah pasien yang positif terinfeksi virus ini juga telah mencapai lebih dari 11.000 jiwa. Karena itu, diperlukan dukungan dari masyarakat untuk dapat melakukan rapid test secara mandiri mengingat penggunaan rapid test kit mudah, dapat dibantu dan dipantau oleh keluarga di rumah.
Awal April lalu, pemerintah resmi mendistribusikan rapid test kit kepada masyarakat yang berada di zona merah untuk menangani virus COVID-19. Tujuannya dapat mempersingkat waktu pengecekan, baik untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun Orang Dalam Pantauan (ODP). Pergerakan pemerintah dinilai cukup baik dalam menangani kasus pandemik COVID-19.
Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menginstruksikan rapid test secara massal segera dilakukan dan memperbanyak persediaan alat tes. Sayangnya, saat ini banyak ditemukan rapid test kit yang dijual tanpa melalui rekomendasi, bukan jalur resmi pemerintah, dan melalui jalur yang sulit dipertanggungjawabkan.
Lihat Juga :