Data Center Canggih Amazon di Emirat Lumpuh Dihantam Benda Misterius, Apa Dampaknya?

Senin, 02 Maret 2026 - 22:10 WIB
loading...
Data Center Canggih...
Pusat data atau data center jadi target serangan baru di konflik yang terjadi di 2026. Foto: Reuters
A A A
UAE - Fasilitas pusat data milik Amazon Web Services (AWS) di Uni Emirat Arab (UEA) terbakar hebat setelah dihantam oleh sejumlah "benda asing".

Insiden ini seketika memutus aliran listrik dan melumpuhkan layanan digital di kawasan tersebut, membuktikan bahwa infrastruktur teknologi tercanggih sekalipun tidak kebal terhadap dampak konflik fisik.

Hantaman tersebut terjadi tepat saat kawasan Teluk diguncang serangan balasan pesawat nirawak (drone) dan rudal dari Iran ke wilayah UEA.

Meski Amazon tidak secara gamblang menyebut serangan militer sebagai penyebabnya, waktu kejadian yang berbarengan memperkuat dugaan bahwa aset teknologi kini telah masuk dalam peta sasaran konflik modern.

Pergeseran Target dari Minyak ke Data

Jika pada dekade lalu konflik di Timur Tengah berfokus pada penghancuran pipa minyak dan kilang, di 2026, target telah bergeser ke infrastruktur data. Mengapa? Karena di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), data adalah "minyak baru".

Uni Emirat Arab telah memposisikan diri sebagai pusat AI global, tempat bagi mesin-mesin canggih yang menjalankan layanan seperti ChatGPT.

Microsoft bahkan telah berkomitmen mengucurkan investasi total sebesar USD15 miliar (Rp 235,5 triliun) hingga akhir 2029 untuk membangun pusat data bertenaga chip Nvidia di sana.

Kebakaran di AWS ini menjadi alarm keras bagi raksasa teknologi global bahwa stabilitas politik adalah spesifikasi yang jauh lebih penting daripada kecanggihan perangkat keras itu sendiri.

Apa dampaknya?

Pusat data yang terdampak berada di Zona Ketersediaan (Availability Zone) dengan kode mec1-az2.

Dalam istilah sederhana, pusat data adalah gudang raksasa berisi ribuan komputer (server) yang bekerja tanpa henti.

Ketika "benda" misterius menghantam fasilitas tersebut pada pukul 04.30 waktu setempat, timbul percikan api yang memaksa petugas pemadam kebakaran memutus total aliran listrik demi keselamatan.

Dampak domino pun terjadi:

1.⁠ ⁠Wilayah Terdampak: Layanan di UEA dan negara tetangga, Bahrain, mengalami gangguan serius.

2.⁠ ⁠Sektor Perbankan: Abu Dhabi Commercial Bank melaporkan aplikasinya tidak bisa diakses akibat gangguan IT regional ini.

3.⁠ ⁠Waktu Pemulihan: AWS menyatakan pemulihan total akan memakan waktu "berjam-jam" setelah api padam.

4.⁠ ⁠Layanan Terputus: Lebih dari selusin layanan inti cloud Amazon tidak berfungsi, memaksa perusahaan-perusahaan pengguna memindahkan data mereka ke server di wilayah lain yang lebih aman.

Risiko Baru di Era Komputasi

"Dalam konflik sebelumnya, lawan menargetkan kilang minyak. Di era komputasi sekarang, para aktor ini juga bisa mengincar pusat data, infrastruktur energi penyokongnya, hingga titik-titik kabel serat optik," tulis lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) dalam analisisnya minggu lalu.

Kejadian ini menandai sejarah kelam bagi industri teknologi. Jika terbukti secara resmi bahwa pusat data AWS lumpuh akibat aksi militer, ini akan menjadi kali pertama pusat data milik perusahaan teknologi raksasa AS tumbang akibat serangan senjata.
Ke depannya, para pemain besar seperti Google dan Oracle, yang juga memiliki fasilitas di UEA, kini harus menghitung ulang risiko keamanan fisik di balik megahnya gedung-gedung pusat data mereka.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Amazon dan Google Didesak...
Amazon dan Google Didesak Dampak Ungkap Lingkungan Terkait Pusat Data
Iran Gempur Pusat Data...
Iran Gempur Pusat Data Amazon dan Oracle, Google dan YouTube Selanjutnya
Tragedi Bersejarah Dunia...
Tragedi Bersejarah Dunia Teknologi: Fasilitas AI AWS Tumbang Dirudal, Ancaman Kelumpuhan Internet Global Mengintai!
Belum Pernah Terekspos,...
Belum Pernah Terekspos, Rekaman Suku Amazon yang Misterius Beredar
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Data Center jadi Fondasi...
Data Center jadi Fondasi Penting di Tengah Pertumbuhan Digitalisasi
Topping Off SMX01 Perkuat...
Topping Off SMX01 Perkuat Fondasi Infrastruktur Digital Indonesia
Rekomendasi
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved