Tak Terdeteksi Iran, AS Gunakan Serangan Udara Canggih dalam Membunuh Khamenei

Minggu, 01 Maret 2026 - 22:33 WIB
loading...
Tak Terdeteksi Iran,...
AS Gunakan Serangan Udara Canggih dalam Membunuh Khamenei. FOTO/ FOX NEWS ALBANIA
A A A
TEHERAN - Kabar tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran akibat serangan Amerika Serikat dan Irael membuat kondisi di seluruh dunia tegang.

Kabar itu muncul setelah dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran. Lalu bagaimana mungkin seorang pemimpin dengan sistem keamanan berlapis bisa tewas dalam serangan udara?

Laporan berbagai media menyebut: serangan Israel AS bukan serangan acak. Tapi operasi militer terkoordinir. Serangan diarahkan ke titik-titik strategis di Teheran, termasuk kawasan yang diduga menjadi pusat aktivitas kepemimpinan Iran.

Dalam analisis militer modern, operasi seperti ini dikenal sebagai decapitation strike, yaitu strategi menyerang pusat komando dengan tujuan melumpuhkan struktur kepemimpinan secara langsung.

Target utamanya bukan hanya fasilitas militer, tetapi tokoh kunci yang mengendalikan keputusan strategis negara.

Analis keamanan menilai keberhasilan serangan semacam ini hampir mustahil terjadi tanpa dukungan intelijen tingkat tinggi.

Operasi diduga memanfaatkan kombinasi pemantauan satelit, drone pengintai, serta analisis komunikasi elektronik untuk mengetahui posisi target secara real-time.

Selain itu, penggunaan senjata presisi tinggi memungkinkan serangan diarahkan tepat ke titik tertentu tanpa perlu operasi darat.

Serangan simultan di beberapa lokasi juga disebut membuat sistem pertahanan udara Iran kesulitan merespons secara efektif.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Khamenei berada di kompleksnya di Teheran saat serangan awal terjadi. Citra satelit menunjukkan kerusakan signifikan di area tersebut setelah operasi berlangsung tulis Washington Post.

Faktor ini menjadi sangat penting. Meski dikenal memiliki sistem perlindungan ketat, seorang pemimpin tetap harus menghadiri pertemuan strategis, terutama ketika situasi keamanan sedang memanas. Jika posisi tersebut berhasil diketahui lawan, maka risiko serangan menjadi sangat tinggi.

Secara teori, pemimpin tertinggi Iran dijaga oleh Garda Revolusi (IRGC) dengan perlindungan berlapis. Namun perang modern memperlihatkan bahwa perlindungan fisik tidak selalu cukup menghadapi teknologi militer generasi baru.

Beberapa kemungkinan yang banyak dibahas pengamat antara lain: serangan dilakukan secara serentak sehingga pertahanan kewalahan, intelijen lawan berhasil mengidentifikasi lokasi target secara akurat, penggunaan rudal jarak jauh dengan tingkat akurasi tinggi.

Kombinasi faktor tersebut membuat serangan mampu menembus pusat kekuasaan Iran — sesuatu yang sebelumnya dianggap sangat sulit.

Tak lama setelah Khamenei tewas. Iran dilaporkan meluncurkan respons militer berupa serangan rudal dan drone ke beberapa target regional. Situasi keamanan kawasan meningkat tajam, sementara dunia internasional mulai mengkhawatirkan eskalasi konflik yang lebih luas.

Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas jalur energi global, mengingat setiap ketegangan besar di Timur Tengah hampir selalu berdampak pada pasar minyak dunia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Rekomendasi
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved