Khamenei Tewas Dibunuh AS dan Israel, Teknologi Perlindungan iran Dipertanyakan

Minggu, 01 Maret 2026 - 16:35 WIB
loading...
Khamenei Tewas Dibunuh...
Ayatollah Ali Khamenei. FOTO/ DAILY
A A A
LONDON - Stasiun televisi pemerintah Iran mengumumkan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari libur nasional menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.



Saluran beritaIRINNmenayangkan foto foto Khamenei dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an sebagai latar, disertai pita hitam di pojok kiri atas layar.

Pertanyaannya kenapa pemimpin tertinggi Iran dengan mudah di bunuh dalam serangan AS dan Israel.

Keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan bahwa area kediamannya terkena serangan udara pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel itu tidak menyasar lokasi sembarangan. Kompleks yang selama ini dikenal memiliki sistem keamanan sangat ketat tersebut berada di kawasan strategis yang dekat dengan pusat pemerintahan, sehingga secara simbolik maupun politik memiliki nilai yang sangat tinggi.

Citra satelit resolusi tinggi yang dirilis perusahaan Airbus dan diwartakan olehThe Guardianmemperlihatkan asap hitam tebal membumbung dari area kompleks sesaat setelah serangan terjadi.

Dari perbandingan gambar sebelum dan sesudah kejadian, terlihat beberapa bagian atap bangunan hilang, struktur utama mengalami kerusakan berat, dan sebagian area diduga runtuh akibat ledakan.

Pola kerusakan yang tampak dari atas menunjukkan dampak yang besar namun terfokus pada titik tertentu, karakteristik yang kerap dikaitkan dengan penggunaan amunisi presisi tinggi. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara teknis jenis senjata yang digunakan dalam serangan tersebut.

Citra satelit kediamaan Ayatollah Ali Khamenei pasca serangan udara Israel dan Amerika

Di tengah gambaran kerusakan yang cukup parah berdasarkan citra satelit, pemerintah Iran menegaskan bahwa Ayatollah Ali Khamenei berada dalam kondisi aman dan telah dipindahkan ke lokasi yang lebih terlindungi sebelum serangan berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan NBC News menyatakan bahwa pemimpin tertinggi tersebut selamat dari upaya pembunuhan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Selain kediaman pribadi, wilayah di sekitar kantor resmi Pemimpin Tertinggi juga dilaporkan menjadi sasaran.

Jika laporan ini akurat, maka target serangan tidak hanya menyentuh simbol pribadi, tetapi juga pusat administratif penting di jantung kekuasaan Iran. Secara geopolitik, serangan di area sensitif seperti ini berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun situasi yang berkembang menunjukkan kemungkinan eskalasi konflik dalam waktu dekat tetap terbuka.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
The Rain Ajak Pengunjung...
The Rain Ajak Pengunjung PRJ 2026 Bernostalgia lewat Lagu 'Di Perantauan'
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Berita Terkini
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved