Jelang MWC 2026: Xiaomi 17 Ultra Siap Debut Global, Bawa Kamera Leica yang Bikin Penasaran
Jum'at, 27 Februari 2026 - 16:00 WIB
loading...
Jelang ajang Mobile World Congress (MWC) 2026, Xiaomi mengonfirmasi peluncuran global lini flagship Xiaomi 17 dan 17 Ultra pada 28 Februari mendatang, membawa ambisi merajai sektor fotografi seluler melalui kolaborasi dengan Leica. Foto: Xiaomi
A
A
A
BARCELONA - Bagi para pencinta fotografi gawai, persaingan ponsel pintar kelas premium tidak lagi sekadar adu cepat memproses aplikasi atau seberapa lama baterai bertahan.
Pertarungan sesungguhnya kini ada di belakang lensa. Nah, Xiaomi bersiap melakukan gebrakan global dengan meluncurkan Xiaomi 17 dan kasta tertingginya, Xiaomi 17 Ultra, pada 28 Februari 2026 di Barcelona, Spanyol, tepat sebelum pameran teknologi akbar Mobile World Congress (MWC) 2026 bergulir.
Kabar baik bagi konsumen di Tanah Air, ponsel yang dijuluki "Master of Night" ini telah dipastikan akan meramaikan pasar gawai Indonesia.
Sinyal kuat ini terlihat dari lolosnya dua model bernomor seri 2512BPNDAG (diduga Xiaomi 17 Ultra reguler) dan 25128PNA1G (diduga Xiaomi 17 Ultra Leica Edition) pada sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian dengan nilai 37,54 persen sejak akhir Desember 2025 lalu.
Keduanya juga telah mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Digital pada Januari 2026.
"Bersiaplah untuk melihat lebih dalam, lebih tajam bersama kami. Segera hadir di Indonesia!" cuit akun resmi media sosial Xiaomi Indonesia, mengonfirmasi desas-desus tersebut.
Melihat tren pasar ponsel cerdas (smartphone) di tahun 2026, konsumen kelas premium semakin kritis. Mereka enggan membayar mahal jika kamera ponsel hanya menghasilkan foto yang terlihat seperti editan filter kecerdasan buatan (AI) murahan yang membuat wajah tampak seperti plastik.
![Jelang MWC 2026: Xiaomi 17 Ultra Siap Debut Global, Bawa Kamera Leica yang Bikin Penasaran]()
Di sinilah letak strategi Xiaomi: mereka tidak hanya menempelkan logo Leica, tetapi menerapkan pendekatan Strategic Co-creation Model.
Artinya, insinyur Leica ikut campur sejak tahap awal pembuatan ponsel, bukan sekadar menyumbang nama di akhir proses.
Pendekatan ini melahirkan filosofi Essential Leica Imagery. Logika sederhananya begini: lensa kamera mutakhir Leica di Xiaomi 17 Series dirancang untuk menangkap rentang warna (High Dynamic Range/HDR) dengan cara menjahit berbagai lapisan pencahayaan dalam hitungan milidetik.
Hasilnya, foto di tempat gelap tetap terlihat jelas detailnya, sementara area yang terang benderang tidak akan menjadi silau putih atau overexposed.
![Jelang MWC 2026: Xiaomi 17 Ultra Siap Debut Global, Bawa Kamera Leica yang Bikin Penasaran]()
Warna yang dihasilkan pun diklaim tetap natural dan berkarakter, tanpa perlu repot mengedit menggunakan aplikasi tambahan.
Di seri Xiaomi 17 Ultra, sistem tiga kamera (triple camera) 50 megapiksel (MP) racikan Leica menjadi senjata utama.
Susunannya terdiri dari sensor utama berukuran raksasa 1 inci ultra dynamic, lensa sudut sangat lebar (ultra-wide) 14 milimeter, dan lensa jarak jauh (telephoto).
Kombinasi sensor besar dan racikan optik Leica ini secara logika fisika akan menyerap jauh lebih banyak cahaya, menjanjikan kualitas foto malam hari yang bersih dari noise (bintik-bintik buram).
Spesifikasi 'Monster' dan Estimasi Harga
Untuk menopang kerja berat kamera tersebut, Xiaomi tidak pelit spesifikasi. Berdasarkan bocoran global, lini Xiaomi 17 akan ditenagai oleh "otak" terkuat saat ini, yakni chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm yang dibangun dengan teknologi fabrikasi 3 nanometer.
Prosesor gahar ini akan menjalankan antarmuka HyperOS 3 yang berbasis Android 16.
Untuk versi reguler Xiaomi 17, layarnya menggunakan panel OLED berukuran 6,3 inci dengan resolusi 1,5K dan kecepatan penyegaran layar (refresh rate) 120 Hertz.
Ponsel ini ditenagai baterai berkapasitas sangat besar, yakni 6.330 mAh, yang didukung pengisian daya kabel super cepat 100 Watt dan pengisian nirkabel 50 Watt.
Sementara itu, varian Xiaomi 17 Ultra akan tampil lebih bongsor dengan layar AMOLED LTPO 6,9 inci (120 Hz). Menariknya, terdapat perbedaan spesifikasi baterai antara versi China yang sudah rilis Desember lalu dengan versi global ini.
Jika di China S17 Ultra dibekali baterai raksasa 6.800 mAh, versi global diprediksi "hanya" membawa 6.000 mAh, kemungkinan besar demi menyesuaikan standar regulasi atau membuat desain bodi lebih tipis.
Untuk urusan warna, versi Ultra global disebut akan menghadirkan opsi Black (Hitam), White (Putih), dan warna jagoan baru Starlit Green (Hijau) yang terinspirasi dari langit malam.
Tentu saja, seluruh kemewahan teknologi dan gengsi merek Leica ini tidak datang dengan harga murah.
Bocoran dari pasar global memperkirakan Xiaomi 17 reguler akan dibanderol sekitar USD1.070 (Rp17,1 juta) untuk varian RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB, serta USD1.180 (Rp18,8 juta) untuk varian 12 GB/512 GB.
Bagi mereka yang menginginkan kasta tertinggi, Xiaomi 17 Ultra diproyeksikan menyentuh angka USD1.605 (Rp 25,6 juta) untuk model RAM 16 GB/512 GB. Sementara varian paling mutakhir dengan RAM 16 GB dan penyimpanan raksasa 1 Terabyte diprediksi akan menguras kantong hingga USD1.820, atau menembus angka Rp 29,1 juta.
Pertarungan sesungguhnya kini ada di belakang lensa. Nah, Xiaomi bersiap melakukan gebrakan global dengan meluncurkan Xiaomi 17 dan kasta tertingginya, Xiaomi 17 Ultra, pada 28 Februari 2026 di Barcelona, Spanyol, tepat sebelum pameran teknologi akbar Mobile World Congress (MWC) 2026 bergulir.
Kabar baik bagi konsumen di Tanah Air, ponsel yang dijuluki "Master of Night" ini telah dipastikan akan meramaikan pasar gawai Indonesia.
Sinyal kuat ini terlihat dari lolosnya dua model bernomor seri 2512BPNDAG (diduga Xiaomi 17 Ultra reguler) dan 25128PNA1G (diduga Xiaomi 17 Ultra Leica Edition) pada sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian dengan nilai 37,54 persen sejak akhir Desember 2025 lalu.
Keduanya juga telah mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Digital pada Januari 2026.
"Bersiaplah untuk melihat lebih dalam, lebih tajam bersama kami. Segera hadir di Indonesia!" cuit akun resmi media sosial Xiaomi Indonesia, mengonfirmasi desas-desus tersebut.
Melihat tren pasar ponsel cerdas (smartphone) di tahun 2026, konsumen kelas premium semakin kritis. Mereka enggan membayar mahal jika kamera ponsel hanya menghasilkan foto yang terlihat seperti editan filter kecerdasan buatan (AI) murahan yang membuat wajah tampak seperti plastik.

Di sinilah letak strategi Xiaomi: mereka tidak hanya menempelkan logo Leica, tetapi menerapkan pendekatan Strategic Co-creation Model.
Artinya, insinyur Leica ikut campur sejak tahap awal pembuatan ponsel, bukan sekadar menyumbang nama di akhir proses.
Pendekatan ini melahirkan filosofi Essential Leica Imagery. Logika sederhananya begini: lensa kamera mutakhir Leica di Xiaomi 17 Series dirancang untuk menangkap rentang warna (High Dynamic Range/HDR) dengan cara menjahit berbagai lapisan pencahayaan dalam hitungan milidetik.
Hasilnya, foto di tempat gelap tetap terlihat jelas detailnya, sementara area yang terang benderang tidak akan menjadi silau putih atau overexposed.

Warna yang dihasilkan pun diklaim tetap natural dan berkarakter, tanpa perlu repot mengedit menggunakan aplikasi tambahan.
Di seri Xiaomi 17 Ultra, sistem tiga kamera (triple camera) 50 megapiksel (MP) racikan Leica menjadi senjata utama.
Susunannya terdiri dari sensor utama berukuran raksasa 1 inci ultra dynamic, lensa sudut sangat lebar (ultra-wide) 14 milimeter, dan lensa jarak jauh (telephoto).
Kombinasi sensor besar dan racikan optik Leica ini secara logika fisika akan menyerap jauh lebih banyak cahaya, menjanjikan kualitas foto malam hari yang bersih dari noise (bintik-bintik buram).
Spesifikasi 'Monster' dan Estimasi Harga
![Jelang MWC 2026: Xiaomi 17 Ultra Siap Debut Global, Bawa Kamera Leica yang Bikin Penasaran]()
Untuk menopang kerja berat kamera tersebut, Xiaomi tidak pelit spesifikasi. Berdasarkan bocoran global, lini Xiaomi 17 akan ditenagai oleh "otak" terkuat saat ini, yakni chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm yang dibangun dengan teknologi fabrikasi 3 nanometer. 
Prosesor gahar ini akan menjalankan antarmuka HyperOS 3 yang berbasis Android 16.
Untuk versi reguler Xiaomi 17, layarnya menggunakan panel OLED berukuran 6,3 inci dengan resolusi 1,5K dan kecepatan penyegaran layar (refresh rate) 120 Hertz.
Ponsel ini ditenagai baterai berkapasitas sangat besar, yakni 6.330 mAh, yang didukung pengisian daya kabel super cepat 100 Watt dan pengisian nirkabel 50 Watt.
Sementara itu, varian Xiaomi 17 Ultra akan tampil lebih bongsor dengan layar AMOLED LTPO 6,9 inci (120 Hz). Menariknya, terdapat perbedaan spesifikasi baterai antara versi China yang sudah rilis Desember lalu dengan versi global ini.
Jika di China S17 Ultra dibekali baterai raksasa 6.800 mAh, versi global diprediksi "hanya" membawa 6.000 mAh, kemungkinan besar demi menyesuaikan standar regulasi atau membuat desain bodi lebih tipis.
Untuk urusan warna, versi Ultra global disebut akan menghadirkan opsi Black (Hitam), White (Putih), dan warna jagoan baru Starlit Green (Hijau) yang terinspirasi dari langit malam.
Tentu saja, seluruh kemewahan teknologi dan gengsi merek Leica ini tidak datang dengan harga murah.
Bocoran dari pasar global memperkirakan Xiaomi 17 reguler akan dibanderol sekitar USD1.070 (Rp17,1 juta) untuk varian RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB, serta USD1.180 (Rp18,8 juta) untuk varian 12 GB/512 GB.
Bagi mereka yang menginginkan kasta tertinggi, Xiaomi 17 Ultra diproyeksikan menyentuh angka USD1.605 (Rp 25,6 juta) untuk model RAM 16 GB/512 GB. Sementara varian paling mutakhir dengan RAM 16 GB dan penyimpanan raksasa 1 Terabyte diprediksi akan menguras kantong hingga USD1.820, atau menembus angka Rp 29,1 juta.
(dan)
Lihat Juga :