Bos Anthropic Ingatkan Tsunami AI di 2026: Kekuasaan Absolut Menumpuk di Segelintir Orang
Jum'at, 27 Februari 2026 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Dampaknya mengerikan di bursa saham: rilis ini memicu aksi jual saham perangkat lunak global senilai USD1 triliun (Rp 16.000 triliun).
Investor panik karena meyakini AI akan membuat layanan perangkat lunak (software) konvensional menjadi usang dan mati.
Otomatisasi massal ini melahirkan ketimpangan ekonomi yang tajam. Rekor investasi AI menyumbang tambahan kekayaan sebesar USD550 miliar (Rp 8.800 triliun) bagi para miliarder teknologi AS di 2025 saja.
Bahkan, pemegang saham Tesla tahun lalu menyetujui paket gaji senilai USD1 triliun (Rp 16.000 triliun) untuk sang CEO, Elon Musk.
Melihat fenomena ini, Amodei merasa resah. "Saya agak tidak nyaman dengan besarnya pemusatan kekuasaan yang terjadi di sini. Terjadi hampir dalam semalam, hampir karena kebetulan," tegasnya.
Investor panik karena meyakini AI akan membuat layanan perangkat lunak (software) konvensional menjadi usang dan mati.
Otomatisasi massal ini melahirkan ketimpangan ekonomi yang tajam. Rekor investasi AI menyumbang tambahan kekayaan sebesar USD550 miliar (Rp 8.800 triliun) bagi para miliarder teknologi AS di 2025 saja.
Bahkan, pemegang saham Tesla tahun lalu menyetujui paket gaji senilai USD1 triliun (Rp 16.000 triliun) untuk sang CEO, Elon Musk.
Melihat fenomena ini, Amodei merasa resah. "Saya agak tidak nyaman dengan besarnya pemusatan kekuasaan yang terjadi di sini. Terjadi hampir dalam semalam, hampir karena kebetulan," tegasnya.
Lihat Juga :