Rincian Harga Galaxy S26 Series dan Beda Speknya dengan S25
Kamis, 26 Februari 2026 - 12:16 WIB
loading...
Perbedaan layar antara Galaxy S24, Galaxy S25, dan Galaxy S26. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - Peluncuran resmi lini ponsel pintar kelas atas Samsung, Galaxy S26 Series, telah membuka keran prapesan (pre-order) di Indonesia.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini mematok kenaikan harga yang lumayan jika dibanding dengan harga rilis generasi sebelumnya, Galaxy S25 Series, yang diperkenalkan pada Unpacked 22-23 Januari 2025.
Pada varian reguler, Samsung Galaxy S25 (12/256GB) diluncurkan tahun lalu di angka Rp14.999.000. Tahun ini, untuk kapasitas yang sama, Galaxy S26 (12/256GB) dihargai Rp16.499.000. Terdapat kenaikan sebesar Rp1.500.000, atau melonjak pas di angka 10 persen.
Kenaikan juga terjadi pada varian memori lebih besar; Galaxy S25 (12/512GB) yang dulu dijual Rp16.999.000, kini pada S26 (12/512GB) melesat menjadi Rp19.499.000. Ini mencatatkan selisih Rp2.500.000 atau lompatan harga mencapai 14,71 persen, menjadikannya persentase kenaikan tertinggi di seluruh lini.
Beralih ke varian menengah, Galaxy S25+ (12/256GB) tahun lalu dibanderol Rp17.999.000. Penerusnya, Galaxy S26+ (12/256GB) kini dipatok Rp19.499.000, yang berarti ada kenaikan Rp1.500.000 atau sekitar 8,33 persen.
Untuk varian Galaxy S26+ (12/512GB) kini dijual seharga Rp22.499.000 (catatan: pada peluncuran S25+, harga varian 512GB tidak dirilis secara spesifik di awal selain diestimasi lebih tinggi dari model dasar).
Kasta tertinggi, model Ultra, tak luput dari inflasi harga. Galaxy S25 Ultra (12/256GB) yang dilabeli Rp22.999.000 tahun lalu, kini digantikan Galaxy S26 Ultra (12/256GB) seharga Rp24.499.000. Kenaikannya menyentuh Rp1.500.000 atau sekitar 6,52 persen.
Untuk model memori menengah S25 Ultra (12/512GB) seharga Rp24.999.000, kini naik menjadi Rp27.499.000 pada S26 Ultra (12/512GB), mencatatkan kenaikan Rp2.500.000 atau 10 persen pas.
Terakhir, model paling superior S25 Ultra (12GB/1TB) di harga Rp28.999.000, kini menjelma menjadi S26 Ultra dengan RAM lebih besar (16GB/1TB) dan dibanderol Rp31.999.000. Ini adalah kenaikan nominal tertinggi sebesar Rp3.000.000 atau setara 10,35 persen.
Sebagai pemanis untuk meredam syok harga, Samsung memberikan taktik promosi prapesan. Harga Galaxy S26 (12/512GB) dipotong menjadi Rp16.499.000 selama masa pre-order.
Pola serupa berlaku untuk S26+ (12/512GB) yang menjadi Rp19.499.000, S26 Ultra (12/512GB) menjadi Rp24.999.000, dan S26 Ultra (16GB/1TB) ditekan ke angka Rp28.999.000.
Lalu, apa yang sebenarnya Anda beli dengan kelebihan uang jutaan rupiah tersebut?
Perombakan mendasar terjadi pada model standar Galaxy S26. Ponsel ini tak lagi sekadar "adik kecil" yang dianaktirikan.
Samsung memperlebar layar dari 6,2 inci pada S25 menjadi 6,3 inci FHD+ bertenaga panel Dynamic AMOLED 2X.
Penambahan volume fisik ini dimanfaatkan untuk membenamkan kapasitas baterai yang lebih besar, naik dari 4.000 mAh menjadi 4.300 mAh.
Sebagai kompensasi, bobot perangkat sedikit bertambah dari 162 gram menjadi 167 gram. Pembaruan krusial lainnya adalah penghapusan memori 128GB; kini Galaxy S26 menetapkan penyimpanan dasar di angka 256GB.
![Rincian Harga Galaxy S26 Series dan Beda Speknya dengan S25]()
Perbandingan cover belakang dan kamera Galaxy S24, Galaxy S25, dan Galaxy S26. Foto: Sindonews/Danang Arradian
Sementara itu, bintang utama pertunjukan adalah Galaxy S26 Ultra. Model ini membawa teknologi layar anti-intip (Privacy Display) yang sepenuhnya absen pada Galaxy S25 Ultra.
Di sektor catu daya, S26 Ultra kini mendukung pengisian cepat kabel hingga 60W, sebuah peningkatan signifikan dari batas 45W yang selama bertahun-tahun seolah menjadi tradisi mentok Samsung.
Meski di atas kertas resolusi kamera utama S26 Ultra tetap bertengger di angka 200MP, ada peningkatan drastis pada arsitektur lensa.
Bukaan lensa (aperture) diperbesar dari f/1.7 pada S25 Ultra menjadi f/1.4 pada generasi baru ini. Secara logika fotografi, bukaan ini mengizinkan 47 persen lebih banyak cahaya masuk ke sensor, menjanjikan performa pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya (low-light) yang diklaim jauh lebih superior.
Dari sisi estetika fisik, jika S25 Ultra mempertahankan sudut tegas dan tajam layaknya seri Note masa lalu, S26 Ultra kini dibuat sedikit lebih melengkung agar seragam dengan desain lini S26 lainnya.
![Rincian Harga Galaxy S26 Series dan Beda Speknya dengan S25]()
Samsung Galaxy S26 Series mendapatkan kenaikan harga dibanding Galaxy S25, salah satunya karena kelangkaan chip. Foto: SEIN
Untuk performa komputasi, seluruh keluarga Galaxy S26 ditenagai oleh otak baru, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5 (atau cip pabrikan sendiri Exynos 2600 di pasar tertentu). Prosesor ini diklaim mampu menyajikan kecepatan pemrosesan Artificial Intelligence (AI) hingga 39 persen lebih gegas dibandingkan cip Snapdragon 8 Elite yang tertanam di S25.
Pembaruan perangkat lunak dan konektivitas melengkapi transisi antar-generasi ini. Galaxy S26 langsung berjalan dengan sistem operasi Android 16 berbalut antarmuka One UI 8.5, meninggalkan standar Android 15 dan One UI 7 pada saat S25 dirilis. Modul nirkabel pun diperbarui dengan dukungan Bluetooth 6.0, menumbangkan konektivitas Bluetooth 5.3 pada pendahulunya.
Secara keseluruhan, angka-angka ini memproyeksikan strategi bisnis Samsung yang sangat agresif di 2026.
Alih-alih merombak total desain, mereka memoles sektor kritikal seperti memori dasar, baterai, kecerdasan buatan, dan kamera, walau dengan harga 6 hingga 14 persen lebih mahal.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini mematok kenaikan harga yang lumayan jika dibanding dengan harga rilis generasi sebelumnya, Galaxy S25 Series, yang diperkenalkan pada Unpacked 22-23 Januari 2025.
Pada varian reguler, Samsung Galaxy S25 (12/256GB) diluncurkan tahun lalu di angka Rp14.999.000. Tahun ini, untuk kapasitas yang sama, Galaxy S26 (12/256GB) dihargai Rp16.499.000. Terdapat kenaikan sebesar Rp1.500.000, atau melonjak pas di angka 10 persen.
Kenaikan juga terjadi pada varian memori lebih besar; Galaxy S25 (12/512GB) yang dulu dijual Rp16.999.000, kini pada S26 (12/512GB) melesat menjadi Rp19.499.000. Ini mencatatkan selisih Rp2.500.000 atau lompatan harga mencapai 14,71 persen, menjadikannya persentase kenaikan tertinggi di seluruh lini.
Beralih ke varian menengah, Galaxy S25+ (12/256GB) tahun lalu dibanderol Rp17.999.000. Penerusnya, Galaxy S26+ (12/256GB) kini dipatok Rp19.499.000, yang berarti ada kenaikan Rp1.500.000 atau sekitar 8,33 persen.
Untuk varian Galaxy S26+ (12/512GB) kini dijual seharga Rp22.499.000 (catatan: pada peluncuran S25+, harga varian 512GB tidak dirilis secara spesifik di awal selain diestimasi lebih tinggi dari model dasar).
Kasta tertinggi, model Ultra, tak luput dari inflasi harga. Galaxy S25 Ultra (12/256GB) yang dilabeli Rp22.999.000 tahun lalu, kini digantikan Galaxy S26 Ultra (12/256GB) seharga Rp24.499.000. Kenaikannya menyentuh Rp1.500.000 atau sekitar 6,52 persen.
Untuk model memori menengah S25 Ultra (12/512GB) seharga Rp24.999.000, kini naik menjadi Rp27.499.000 pada S26 Ultra (12/512GB), mencatatkan kenaikan Rp2.500.000 atau 10 persen pas.
Terakhir, model paling superior S25 Ultra (12GB/1TB) di harga Rp28.999.000, kini menjelma menjadi S26 Ultra dengan RAM lebih besar (16GB/1TB) dan dibanderol Rp31.999.000. Ini adalah kenaikan nominal tertinggi sebesar Rp3.000.000 atau setara 10,35 persen.
Sebagai pemanis untuk meredam syok harga, Samsung memberikan taktik promosi prapesan. Harga Galaxy S26 (12/512GB) dipotong menjadi Rp16.499.000 selama masa pre-order.
Pola serupa berlaku untuk S26+ (12/512GB) yang menjadi Rp19.499.000, S26 Ultra (12/512GB) menjadi Rp24.999.000, dan S26 Ultra (16GB/1TB) ditekan ke angka Rp28.999.000.
Lalu, apa yang sebenarnya Anda beli dengan kelebihan uang jutaan rupiah tersebut?
Perombakan mendasar terjadi pada model standar Galaxy S26. Ponsel ini tak lagi sekadar "adik kecil" yang dianaktirikan.
Samsung memperlebar layar dari 6,2 inci pada S25 menjadi 6,3 inci FHD+ bertenaga panel Dynamic AMOLED 2X.
Penambahan volume fisik ini dimanfaatkan untuk membenamkan kapasitas baterai yang lebih besar, naik dari 4.000 mAh menjadi 4.300 mAh.
Sebagai kompensasi, bobot perangkat sedikit bertambah dari 162 gram menjadi 167 gram. Pembaruan krusial lainnya adalah penghapusan memori 128GB; kini Galaxy S26 menetapkan penyimpanan dasar di angka 256GB.

Perbandingan cover belakang dan kamera Galaxy S24, Galaxy S25, dan Galaxy S26. Foto: Sindonews/Danang Arradian
Sementara itu, bintang utama pertunjukan adalah Galaxy S26 Ultra. Model ini membawa teknologi layar anti-intip (Privacy Display) yang sepenuhnya absen pada Galaxy S25 Ultra.
Di sektor catu daya, S26 Ultra kini mendukung pengisian cepat kabel hingga 60W, sebuah peningkatan signifikan dari batas 45W yang selama bertahun-tahun seolah menjadi tradisi mentok Samsung.
Meski di atas kertas resolusi kamera utama S26 Ultra tetap bertengger di angka 200MP, ada peningkatan drastis pada arsitektur lensa.
Bukaan lensa (aperture) diperbesar dari f/1.7 pada S25 Ultra menjadi f/1.4 pada generasi baru ini. Secara logika fotografi, bukaan ini mengizinkan 47 persen lebih banyak cahaya masuk ke sensor, menjanjikan performa pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya (low-light) yang diklaim jauh lebih superior.
Dari sisi estetika fisik, jika S25 Ultra mempertahankan sudut tegas dan tajam layaknya seri Note masa lalu, S26 Ultra kini dibuat sedikit lebih melengkung agar seragam dengan desain lini S26 lainnya.

Samsung Galaxy S26 Series mendapatkan kenaikan harga dibanding Galaxy S25, salah satunya karena kelangkaan chip. Foto: SEIN
Untuk performa komputasi, seluruh keluarga Galaxy S26 ditenagai oleh otak baru, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5 (atau cip pabrikan sendiri Exynos 2600 di pasar tertentu). Prosesor ini diklaim mampu menyajikan kecepatan pemrosesan Artificial Intelligence (AI) hingga 39 persen lebih gegas dibandingkan cip Snapdragon 8 Elite yang tertanam di S25.
Pembaruan perangkat lunak dan konektivitas melengkapi transisi antar-generasi ini. Galaxy S26 langsung berjalan dengan sistem operasi Android 16 berbalut antarmuka One UI 8.5, meninggalkan standar Android 15 dan One UI 7 pada saat S25 dirilis. Modul nirkabel pun diperbarui dengan dukungan Bluetooth 6.0, menumbangkan konektivitas Bluetooth 5.3 pada pendahulunya.
Secara keseluruhan, angka-angka ini memproyeksikan strategi bisnis Samsung yang sangat agresif di 2026.
Alih-alih merombak total desain, mereka memoles sektor kritikal seperti memori dasar, baterai, kecerdasan buatan, dan kamera, walau dengan harga 6 hingga 14 persen lebih mahal.
(dan)
Lihat Juga :