Mengupas Update One UI 8.5: Saat Bixby Tak Lagi Jadi Asisten Pajangan di Smartphone Samsung
Selasa, 24 Februari 2026 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
“Sejak memperkenalkan ponsel AI pertama kami pada 2024, kami ingin menjadikannya semakin mudah digunakan supaya lebih banyak orang bisa merasakan manfaat dari AI. Karena itu kami memutuskan untuk mengintegrasikan agen perangkat langsung ke dalam pengalaman tersebut,” urai Choi.
Menurutnya, desain ulang Bixby ini bertujuan agar interaksi terasa lebih natural dan kontrol perangkat menjadi intuitif. Sehingga secara efektif mengurangi hambatan dalam aktivitas harian pengguna.
Kontrol Perangkat Tanpa Hafalan Menu
Dari kacamata evaluasi perangkat pintar, terobosan paling fungsional dari Bixby terbaru ini adalah kemampuannya meniadakan beban pengguna untuk menghafal hierarki menu pengaturan yang rumit.
Pengguna cukup menyampaikan keinginannya menggunakan bahasa sehari-hari. Sebagai contoh, ketika pengguna perangkat seperti Galaxy S25 berkata, "Saya tidak ingin layar mati ketika saya masih menggunakannya," Bixby akan langsung menganalisis niat tersebut dan secara otomatis mengaktifkan fitur 'Tetap Aktifkan Layar Saat Menonton' (Keep Screen On While Viewing) tanpa mengharuskan pengguna menggali menu pengaturan.
Lebih canggih lagi, Bixby kini bertindak sebagai pemecah masalah (troubleshooter) proaktif.
Alih-alih menyodorkan instruksi manual yang membosankan, AI ini mampu membaca konteks situasi gawai yang sedang terjadi.
Jika pengguna mengeluh, ”mengapa layar HP saya selalu menyala ketika berada di dalam saku?”, Bixby akan memunculkan pintasan ke pengaturan 'Perlindungan Sentuhan Tidak Disengaja', meminimalisasi proses coba-coba yang melelahkan bagi pengguna awam.
Senjata Baru: Integrasi Perplexity
Jika kendali sistem internal sudah ditaklukkan, daya tarik utama One UI 8.5 justru berada pada kemampuannya mengelola informasi eksternal.
Bixby kini didukung kemampuan pencarian web waktu nyata (real-time) berkat integrasi mendalam dengan mesin pencari pintar, Perplexity.
Menurutnya, desain ulang Bixby ini bertujuan agar interaksi terasa lebih natural dan kontrol perangkat menjadi intuitif. Sehingga secara efektif mengurangi hambatan dalam aktivitas harian pengguna.
Kontrol Perangkat Tanpa Hafalan Menu
![Mengupas Update One UI 8.5: Saat Bixby Tak Lagi Jadi Asisten Pajangan di Smartphone Samsung]()
Dari kacamata evaluasi perangkat pintar, terobosan paling fungsional dari Bixby terbaru ini adalah kemampuannya meniadakan beban pengguna untuk menghafal hierarki menu pengaturan yang rumit..jpg)
Pengguna cukup menyampaikan keinginannya menggunakan bahasa sehari-hari. Sebagai contoh, ketika pengguna perangkat seperti Galaxy S25 berkata, "Saya tidak ingin layar mati ketika saya masih menggunakannya," Bixby akan langsung menganalisis niat tersebut dan secara otomatis mengaktifkan fitur 'Tetap Aktifkan Layar Saat Menonton' (Keep Screen On While Viewing) tanpa mengharuskan pengguna menggali menu pengaturan.
Lebih canggih lagi, Bixby kini bertindak sebagai pemecah masalah (troubleshooter) proaktif.
Alih-alih menyodorkan instruksi manual yang membosankan, AI ini mampu membaca konteks situasi gawai yang sedang terjadi.
Jika pengguna mengeluh, ”mengapa layar HP saya selalu menyala ketika berada di dalam saku?”, Bixby akan memunculkan pintasan ke pengaturan 'Perlindungan Sentuhan Tidak Disengaja', meminimalisasi proses coba-coba yang melelahkan bagi pengguna awam.
Senjata Baru: Integrasi Perplexity
![Mengupas Update One UI 8.5: Saat Bixby Tak Lagi Jadi Asisten Pajangan di Smartphone Samsung]()
Jika kendali sistem internal sudah ditaklukkan, daya tarik utama One UI 8.5 justru berada pada kemampuannya mengelola informasi eksternal.
Bixby kini didukung kemampuan pencarian web waktu nyata (real-time) berkat integrasi mendalam dengan mesin pencari pintar, Perplexity.
Lihat Juga :