Samsung Rajai Pasar HP Asia Tenggara, Xiaomi Mengunci Pasar Indonesia

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:40 WIB
loading...
Samsung Rajai Pasar...
Peta kekuatan pasar ponsel pintar di kawasan Asia Tenggara mengalami pergeseran signifikan sepanjang 2025. Foto: ChatGPT
A A A
JAKARTA - Di tengah penurunan tipis pengapalan ponsel pintar sebesar 1 persen di Asia Tenggara, Samsung berhasil merebut kembali posisi puncak melalui penyegaran lini produk yang agresif. Adapun Xiaomi mengokohkan dominasinya sebagai pemimpin pasar di Indonesia.

Berdasarkan riset terbaru Omdia, pasar ponsel pintar Asia Tenggara mencatatkan total pengapalan sebesar 100 juta unit sepanjang tahun 2025.

Meskipun angka ini mewakili penurunan tahunan sebesar 1 persen, momentum positif mulai terlihat pada kuartal keempat (4Q25) dengan pertumbuhan pengapalan sebesar 2 persen atau mencapai 25,8 juta unit.

Pemulihan ini mengakhiri kontraksi selama tiga kuartal berturut-turut, sekaligus memberi sinyal penguatan daya beli konsumen menjelang pergantian tahun.

Di level regional, Samsung memimpin pasar dengan pertumbuhan pengapalan 5 persen menjadi 17,9 juta unit sepanjang 2025, setara dengan pangsa pasar 18 persen.

Keberhasilan ini didorong oleh peluncuran seri Galaxy A17 yang membawa peningkatan spesifikasi signifikan pada segmen ponsel terjangkau.

Pada kuartal terakhir saja, raksasa asal Korea Selatan ini mengapalkan 4,2 juta unit atau naik 19 persen secara tahunan.

Dinamika Pasar Indonesia: Dominasi Xiaomi

Berbeda dengan peta regional, pasar Indonesia menampilkan dinamika yang unik di mana Xiaomi berhasil mengungguli para pesaingnya. Berdasarkan data terbaru, berikut adalah lima merek ponsel terlaris di Indonesia:

1. Xiaomi: Menempati posisi pertama dengan penguasaan pasar sebesar 19 persen.

2. Transsion: Menyasar segmen low end, Infinix, Tecno, dan Itel berada di peringkat kedua dengan pangsa pasar 18 persen.

3. Samsung: Menduduki posisi ketiga dengan raihan 17 persen.

4. Oppo: Berada di urutan keempat dengan pangsa pasar 16 persen.

5. vivo: Melengkapi lima besar dengan penguasaan pasar 15 persen.

Xiaomi secara regional menempati urutan kedua dengan total pengapalan 17,0 juta unit (pangsa pasar 17 persen) sepanjang 2025.

Strategi sub-merek Poco, terutama melalui ajang promosi 11.11, berperan krusial dalam menjaga volume penjualan di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat.

Tantangan Biaya Komponen di Tahun 2026

Meskipun menutup tahun dengan pertumbuhan, industri menghadapi tantangan besar pada 2026 akibat kenaikan biaya memori dan penyimpanan.

Research Manager Omdia, Chiew Le Xuan, menyoroti bahwa komponen ini menyumbang lebih dari 30 persen biaya produksi untuk ponsel di bawah harga USD200 (Rp3,1 juta).

Mengingat lebih dari 60 persen perangkat yang dikirim ke Asia Tenggara berada di segmen ini, inflasi biaya akan memaksa vendor menyesuaikan strategi harga.

“Vendor kini dituntut untuk beralih dari model dorongan volume murni ke model berbasis nilai yang mengutamakan diferensiasi produk dan optimalisasi portofolio,” ujar Sheng Win Chow, Senior Analyst di Omdia.

Sinyal kenaikan harga sudah mulai terlihat pada model terbaru seperti Samsung Galaxy A07 5G dan seri Redmi Note 15 yang dibanderol lebih tinggi dari pendahulunya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Samsung Akui Tak Berdaya...
Samsung Akui Tak Berdaya Hadapi Gempuran Produk China
Ini Pemicu Samsung Berhenti...
Ini Pemicu Samsung Berhenti Jualan TV dan Perangkat Elektronik
Alasan Galaxy S26 Ultra...
Alasan Galaxy S26 Ultra Disebut AI Phone Paling Matang untuk Kerja Mobile di 2026
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Dua Lipa Gugat Samsung...
Dua Lipa Gugat Samsung Rp260 Miliar Gara-gara Foto Dipakai di Kardus TV Tanpa Izin
Rekomendasi
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved